ROG Phone II Juara Antutu
Review,  Teknologi

ROG Phone II Juara Antutu yang Tak Terkalahkan

ROG Phone II Juara Antutu yang Tak Terkalahkan – Dalam sebuah tindakan, kita perlu mengubah sesuatu agar menjadi polesan yang menarik. Di dunia teknologi yang serba terbarukan, tindakan demikian patut diacungi jempol apabila sebuah produsen melakukan inovasi.

Pernah suatu masa, saat produsen smartphone – yang sudah kita tahu bersama – tidak mau berbenah dan berhenti di satu ide, tak lama langsung digilas oleh pesaingnya. Coba lihat produsen smartphone yang ‘nyeleneh’ bahkan aneh, dan mau mengorbankan nama besar dengan menjual produk dari kelas bawah sampai atas, sampai sekarang masih bertahan.

Baca Juga:

Koneksi sebuah produsen smartphone dengan user sangatlah penting. Ibarat jodoh, tak suka maka ngga jadi. Siapa yang pintar merayu dan membual dia pula yang akan berhasil memikat hati. Tetapi, lepas dari cara tak teknik tersebut, kecantikan dari luar maupun dari dalam haruslah menjadi faktor utama.

Saat suka sama seseorang, kita akan melihat cantik atau ganteng. Demikian berlaku secara lumrah dan manusiawi. Kita menemukan kesempurnaan karena kita butuh. Ada belang sedikit seperti enggan melanjutkan.

Faktor ini berlaku saat memilih sebuah produk di pasaran. Tampilan yang biasa-biasa saja akan ditinggal karena tidak menarik. Kebutuhkan kita makin meningkat dan butuh yang berbeda dari orang lain. Bodi smartphone yang terbuat dari plastik sudah tidak dilirik karena cepat kotor dan lama-kelamaan hilang keelokannya. Layar yang berbezel tebal seperti mengganggu saat menikmati sebuah tayangan di YouTube atau sedang bermain game.

Dari sini, produsen mulai membenahi rupa smartphone dari waktu ke waktu. Kita kemudian mengenal beberapa produsen yang kentara sekali dengan sebuah produk. Misalnya, tanpa adanya logo ASUS, kita pasti tahu bahwa ROG Phone adalah produk yang dibuat oleh produsen asal Taiwan itu.

Ciri khas yang ini kini telah dimiliki oleh hampir semua produsen smartphone. Mereka berlomba-lomba bersama pengembang aplikasi untuk bertahan dalam persaingan. Keluarga ROG dari ASUS sudah lama mengemban ‘tugas’ sebagai suksesor dalam gaming dunia. Identitas yang tak main-main ini menulari orang-orang yang sudah profesional maupun belum di dunia game, untuk menjajal smartphone gaming terbaik di dunia saat ini.

Fakta Main Game Sejagad Raya

Jangan pernah menyebut seorang pengguna smartphone tidak mengunduh aplikasi game di smartphone mereka. Saya yakin sekali hampir semua orang kini terbius dengan game, di banyak waktu maupun di waktu senggang, baik game dengan kualitas rendah maupun tinggi, game yang makan memori besar atau kecil, maupun cuma game My Tom agar anak-anak tidak rewel.

Dalam suatu kondisi, bermain game adalah kesenangan yang tak ternilai. Detik.com (07/11/2019) menyebut bahwa 2,2 miliar orang di dunia saat ini bermain game. Saat bermain game, stimulus yang terjadi di otak adalah dopamine di mana kondisi ingin terus bermain meskipun mengalami kekalahan. Rata-rata orang yang main game berada di usia produktif yaitu 18 sampai dengan 24 tahun. Maka, wajar kita sekarang kita mengenal pertandingan e-Sport dengan usia yang relatif muda dengan prestasi yang membanggakan.

Saat bermain game, kita selalu ingin juara. Itulah kemenangan hakiki. Saya ilustrasikan di sebuah tempat yang ramai anak-anak. Perbedaan yang signifikan terjadi sejak e-Sport menjadi pertandingan di seluruh penjuru dunia dengan hadiah miliaran rupiah.

Di lorong yang menghimpit ruangan dan jendela, terlihat lima anak sedang girang gembira memegang smartphone. Dari gerak-gerik anak-anak ini sudah dapat dipastikan bahwa mereka sedang bermain game. Raut wajah sangatlah berbeda ketika orang bermain game, membaca informasi di media sosial atau media online, maupun sedang menonton YouTube.

Ekspresi lima anak ini beragam, ada yang sangat senang, geram, kesal atau diam saja. Namun, kelima anak ini tentu sedang serius menggerakkan jari mereka di atas layar; sedang bermain game. Di sudut kanan, terdapat seorang dewasa yang duduk dalam manyum. Namun, berbeda dengan anak-anak, orang dewasa tersebut memegang konsol game, yang menandakan dirinya belum move on dari eranya sendiri.

Di lantai, ada bola kaki, mata dadu maupun lego dibiarkan berserak begitu saja. Di atas meja sebelah kiri, terdapat buku-buku dan bola boling dan dua buah pin. Di meja satu lagi terdapat dua buah piala sedangkan di atasnya, terdapat mading dan papan panah beserta anak panah.

ROG Phone II Juara Antutu

Gambaran yang umum dan lazim di mana-mana saat ini. Entah kapan mereka akan menendang bola atau menarik anak panah. Tetapi satu hal yang pasti, anak-anak zaman sekarang meskipun sibuk bermain game di smartphone, sore hari tetap saja akan bermain bola kaki di lapangan depan rumah.

Coba kita lihat di kondisi berbeda. Di dalam sebuah rumah terdapat dua orang, seorang rebahan di kursi empuk dan seorang lagi berdiri tegak. Orang yang memakai baju kaos warna kuning sedang sumringah, mungkin saja baru naik satu level dalam game. Orang yang memakai jaket merah tampak hanyut dalam Virtual Reality (VR), dengan pengalaman yang lebih menarik.

Kedua orang ini tentu saja bermain game. Kenapa kita mengambil kesimpulan yang demikian? Kembali lagi ke gerak-gerik dari orang-orang yang dimaksud. Bahasa tubuh menandakan bahwa dirinya sedang bermain game, dari orang dengan celana biru. Sedangkan seorang lagi sudah tidak diragukan karena memakai alat lengkap; kecuali bukan bermain game namun menonton film.

Kita lihat kondisi di dekat orang yang rebahan. Di dekatnya, smartphone dibiarkan menyala, pengisi daya tak tersambung dengan smartphone dan buku terbuka. Di depannya, konsol game diletakkan begitu saja sedangkan tangannya menjulur ke depan secara lurus. Situasi yang memungkinkan bahwa dirinya sedang bermain game dengan smartphone.

Orang yang memakai VR memiliki gelagat yang serupa. Smartphone di depannya dibiarkan menyala, tiga buku disusun rapi, buku terbuka, konsol game diabaikan, dan kabel-kabel USB tak digubris. Larut dalam game dengan senyum membuatnya berkelana lebih mantap di dunia VR.

Kondisi berbeda di sebuah lingkungan perumahan. Seorang pria duduk di depan rumah dengan serius memainkan smartphone. Dari layar smartphone pria ini terlihat jelas bahwa dirinya sedang bermain game. Ia abai terhadap kondisi di sekitar, bahkan seekor ‘Angry Bird’ sedang marah di atas atap rumahnya, dekat pohon sebelah kanan.

Main game seorang diri dengan wajah lebih cemberut. Mungkin juga kesal karena tidak menang. Atau tidak bertemu dengan lawan yang sepadan. Namun, berbeda dengan dua orang yang sedang berjalan di depan rumahnya.

Sepasang kekasih yang mungkin saja berjodoh karena bermain game. Bisa ditebak, sambil jalan mereka bukan bermesraan tetapi memainkan game di satu smartphone. Nada cinta seirama dengan keinginan masa depan mereka. Yang pasti, mereka ingin mendapatkan piala seperti angan-angan di sebelah kanan maupun uang di sebelah kiri, atau ingin menjelajahi dunia seperti titik-titik tempat yang ada di sekitar mereka.

Bukan tidak mungkin. Jika selama ini kita bertemu jodoh di dunia nyata, tak bisa dielak suatu saat ketemu jodoh di dunia maya karena satu hobi. Main game online tak lain menjalin komunikasi dengan banyak orang. Dalam obrolan di ruangan pribadi, bisa saja berakhir ke WhatsApp maupun saling like foto di Instagram.

Semua bisa terjadi karena dunia game tidak sekecil yang dibayangkan banyak orang. Memiliki pasangan yang sama hobi tak lain akan mengubah dunia lebih santai dan saling memahami satu sama lain.

Lupakan Smartphone ‘Biasa’ Saat Main Game

Fakta di atas terjadi secara terus-menerus dan belum berakhir dalam beberapa tahun ke depan. Kebutuhan yang demikian itu dibaca oleh pengembang game untuk terus meningkatkan ‘level’ game mereka ke tingkat lebih tinggi, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Game yang telah dikembangkan dengan visual lebih baik tentu membutuhkan perangkat yang sepadan. Game populer, Garena Arena of Valor (AOV) makin ke sini makin ‘berat’ setelah pembaharuan. Game ini digemari dan menjadi salah satu game di pertandingan e-Sport karena banyaknya hero berlisensi seperti Superman, Batman, Wonder Woman, Flash, Joker dan beberapa superhero DC lain sampai pahlawan legendaris Indonesia, Wiro Sableng. Jalantikus.com (20/06/2019) menyebut AOV bisa dijalankan di Android versi 4.0.3+ dengan ukuran unduh 99MB. Patut diperhatikan, ukuran unduh berbeda dengan data in-game yang besarnya bisa membuat memori smartphone bengkak. MOBA Games terus menaikkan level game ini karena belum ditinggalkan gamer.

Free Fire adalah jenis game lain yang terkesan ringan namun cukup berat untuk smartphone biasa. Game ini sendiri merupakan game official di ROG Phone II dan membuatnya menarik seiring pengembangan lebih baik. Permainan yang kompleks dengan durasi 10 menit bisa melawan 50 orang dengan taktik mumpuni. Garena Internasional mengembangkan Free Fire untuk Android versi 4.0.3+ ke atas dengan besar unduh 62MB. Sekali lagi, besar unduh ini belum termasuk data in-game yang jauh lebih besar saat bermain. (jalantikus.com, 20/06/2019).

Kadang kita lupa bahwa main game ya main saja. Kerjasama pengembang game dengan Google, juga produsen smartphone tidak boleh dianggap tidak ada. Alasan smartphone biasa bukan teman bermain game karena memang tidak bisa melakukan netralisasi dengan baik saat bermain.

Waktu mengunduh AOV atau Free Fire, memori masih cukup. Koneksi ke internet, unduh data in-game, syukur-syukur masih bisa bermain beberapa saat. Tetapi, jika kondisi smartphone tidak stabil tak lama kemudian langsung padam. Penetrasi jaringan sungguh membutuhkan ruang yang cukup, ini membawa pengaruh besar saat kita bermain game online.

Main game cukup di smartphone layak saja. Smartphone yang kira-kira masih bertahan di memori 2GB dan memori 32GB, itu hanya cukup untuk menampung aplikasi standar, dan juga foto maupun video hasil rekaman sendiri. Sebagai catatan, tiga media sosial pemilik raksasa Facebook (termasuk Facebook, Instagram dan WhatsApp), membutuhkan ruang jauh lebih besar dibandingkan aplikasi lain seperti Twitter maupun YouTube.

Rekomendasi Smartphone Gaming: ROG Phone II Sang Juara Antutu

Saya sudah singgung bahwa ROG Phone II salah satu smartphone yang tak hanya kencang tetapi unggul dalam banyak hal. Smartphone ini diciptakan untuk gamer yang sedang meraih puncak popularitas, atau untuk mereka yang saat ini bermain game dalam memenuhi kebutuhan gaya hidup modern.

ROG Phone II Juara Antutu

ROG Phone II memiliki user selling point yang tinggi sehingga layak untuk segala bentuk tantangan. Pemilihan prosesor yang kuat, layar yang kompatibel dengan banyak game maupun aksesoris yang cuma diperuntukkan khusus buat smartphone ini. Semua aksesoris yang dijual dalam paket terpisah tidak bisa dikoneksikan dengan smartphone lain karena berbagai faktor, kecuali di suatu kemungkinan seorang gamer bisa memadukan aksesoris ROG Phone II dengan cara-cara tertentu.

Prosesor Snapdragon 855+

ROG Phone II bekerja di atas prosesor Qualcomm® Snapdragon™ 855 Plus Mobile Platform with 7nm dengan 64-bit octa-core processor. Pekerjaan ringan maupun berat bisa dikerjakan dengan mudah karena kecepatan kerja 2.96GHz. Dapur picu yang kencang didukung pula dengan GPU Qualcomm® Adreno™ 640 yang memastikan visual kerja lebih baik.

ASUS memastikan bahwa ROG Phone II sesuai keinginan penggemar dengan membenamkan memori 8GB atau 12GB LPDDR4X. Media penyimpanan 128GB maupun 512GB melengkapi kesempurnaan sebuah mobile game.

Kecepatan SSDM885+ adalah 4% lebih kencang dibandingkan dengan SDM885. Selama penggunaan yang aman mesin smartphone ini akan memberikan pengalaman terbaik dalam waktu yang lama.

Grafis smartphone ini memiliki kecepatan 675GHz yang memungkinkan 15% lebih cepat daripada GPU Adreno 640 dengan kecepatan 585GHz. Dengan memadukan CPU dan GPU yang baik di kelasnya sejauh ini menghadirkan perfoma yang lebih tinggi. Kata orang untuk apa smartphone kencang, jawabannya sudah saya sebutkan di atas karena kita sendiri yang terus menerus ingin menaikkan level tertinggi dari sebuah permainan.

ROG Phone II Juara Antutu

Pengembang game menaikkan ‘cerita’ lebih seru, maka produsen smartphone harus mengikuti arus dengan memadukan CPU dan GPU sesuai takaran, sehingga pas untuk sebuah game yang baru saja disentil tokoh baru maupun setting dengan kualitas gambar lebih jernih.

Layar 120Hz / Respon time 1ms

Sebuah game datang dengan karakter tokoh tertentu dengan warna berbeda, tergantung selera fashion penciptanya. Tidak saja soal pakaian saja tetapi lingkungan sekitar game juga memengaruhi pandangan kita. Sebentar saja silap, musuh akan menebas lalu kembali lagi ke level sebelumnya.

ROG Phone II telah didukung oleh interface menarik yaitu Android™ Pie™ with new ROG UI. ASUS membedakan UI smartphone gaming ini dengan smartphone ASUS pada umumnya yang menggunakan ZenUI. ROG UI kemudian disesuaikan dengan presisi layar dari smartphone ini di mana menghadirkan rasa yang benar-benar gaming.

AMOLED 10-bit HDR display adalah pemilihan yang tepat untuk sebuah smartphone gaming. Layar sebesar 6.59 inci dengan refresh rate 120Hz/ms menghadirkan suguhan menarik selama berada di dalam game.

Kita akan menemukan detail gambar tanpa menghilangkan konsistensi bermain game. Respon cepat dan super smooth membuat kenyamanan bermain tak terbantahkan. Perlu sekali untuk mengubah persepsi bahwa bermain game boleh dengan smartphone apa saja. Bayangkan jika sentuhan tidak baik, maka kinerja kita langsung melambat.

Layar ROG Phone II memiliki kecepatan respon sampai dengan 240Hz yang kemudian dioptimalkan kinerjanya oleh ROG UI dan sistem Android yang bekerja di belakangnya. Delta E<1 membawa pengaruh besar terhadap cerah atau redupnya layar. Kita bisa mengakali kecerahan layar dengan cepat agar tidak membuat mata cepat lelah.

Smartphone kelas atas tidak bisa tidak tanpa sentuhan perlindungan terbaik. Layar ROG Phone II dilindungi oleh Corning® Gorilla® 6 Glass yang memastikan ketahanan terhadap goresan dan debu.

Layar dengan tingkat sensitivitas tinggi saat disentuh itu memiliki 1073.74 million colors yang meninggalkan kompetitor dengan 16.77 million calors. ROG Phone II tak lain smartphone dengan layar 120 Hz refresh rate dan 1ms response time, 240Hz untuk touch sampling rate, memiliki Delta E<1 color accuracy dan 10-bit HDR display.

Baterai 6000 mAh dan HyperCharge

King of the battery sangatlah cocok untuk disandang oleh ROG Phone II. Sangat jarang menemukan sebuah smartphone dengan baterai kuat meskipun bermain game cukup lama.

ROG Phone II dibekali baterai sebesar 6.000 mAh yang memastikan kinerja makin maksimal. Baterai besar saja tidak cukup tanpa ‘aksesoris’ pendukung lain. Baterai ini memiliki teknologi ROG HyperCharge dan High Compatibility. Kedua teknologi ini memungkinkan ROG Phone II mengisi daya jauh lebih cepat dan hemat waktu.

Dalam pemakaian normal, baterai ROG Phone II bekerja sampai dengan 21,2 jam. Dengan angka ini rasanya pemakaian biasa ROG Phone II melebihi ekspektasi keseharian kita. Sisa 2,8 jam bida digunakan untuk mengisi ulang cepat cepat kembali.

ROG Phone II Juara Antutu

Pengujian yang dilakukan terhadap ketahanan baterai ROG Phone II, untuk game QQSpeed bisa bertahan sampai dengan 10,3 jam. Game King of Glory yang masih populer sampai kini bisa dimainkan selama 7,5 jam. Sedangkan game yang sangat ramai dimainkan anak, PUBG Mobile bisa bertahan selama 7,1 jam.

Ada yang menarik dari pengisian daya ROG Phone II yaitu Side Charging Desaign with Front Facing Speaker. Jadi di beberapa kemungkinan kita bisa mengisi daya dari bagian sisi sesuai dengan USB yang berlaku untuknya.

ROG Phone II Juara Antutu

ROG Phone II tidak meninggalkan Headphone Jack seperti beberapa smartphone unggulan pada umumnya. Penempatan jack audio di bagian bawah juga masih sangat model lama tetapi sangat nyaman digunakan. Headphone jack ini membawa pengaruh besar kepada seorang gamer di mana suara yang dihasilkan suatu game selalu menarik perhatian, belum lagi dialog antar tokoh yang wajib didengar dengan baik.

Dual Surrounding Vibration

Penyempurnaan lain dari sebuah smartphone gaming, ROG Phone II adalah Dual Surrounding Vibration. Dengan feel the action all around you, membuat user merasakan pengalaman yang sempurna dan kenyamanan yang pasti saat bermain game.

Dengan teknologi ini suara dan juga getaran dari ROG Phone II masih dalam tahap excuse dan tidak mengganggu aktivitas bermain game meskipun tidak menggunakan earphone. Speaker dari smartphone ini dibuat selembut mungkin agar gamer tidak terganggu dengan suara bising di sekitar.

ROG Phone II Juara Antutu

Sisi kiri, kanan, atas dan bawah membawa kesegaran tersendiri manakala fitur ini diaktifkan. Getaran yang dihasilkan cukup baik dan membawa kita ke pengalaman terbaik dalam bermain game. Suara dari speaker di atas dan di bawah juga tak kalah menariknya.

Suara yang dikeluarkan disaring terlebih dahulu sehingga tidak suing. Biasanya kita terganggu dengan orang yang ‘ramai’ saat bermain game, maka dengan ROG Phone II terlihat lebih santai meskipun sebenarnya audio yang dikeluarkan juga serupa.

Air Trigger II

Sebuah smartphone gaming haruslah memiliki kontrol terbaik. ROG Phone II telah memiliki kontrol di sisi bodi sebelah kiri atas dan bawah, dan juga kontrol vertikal bodi. Teknologi ini dikenal dengan Take Control – AirTrigger II yang memiliki respon 20ms.

AirTrigger II diimplementasikan dengan Software Improvement. Fitur yang terdapat di dalamnya antara lain: finger resting trigger, Fine Tuned Haptic Vibration dengan new dual vibration feature, dan Sliding Touch dengan new sliding gesture for games.

Inilah letak perbedaan antara smartphone khusus gaming dengan smartphone untuk biasa. Kontrol penuh dari pengguna membawa kenyamanan saat bermain dalam waktu lama. Nyaman digenggaman tentu saja gamer akan berlama-lama menyentuh layar dalam sebuah game menantang.

AirTrigger II mengendalikan perasaan user ROG Phone II dalam posisi portrait maupun landscape. Perasaan nyaman di dalam genggaman ini sangat dibutuhkan sebelum menemukan kenyamanan lain seperti bermain lama dengan sebuah smartphone.

Kamera ROG Phone II

Siapa bilang smartphone gaming tidak perlu memoles sisi kamera dengan baik? Gamer juga manusia yang akan lelah bermain game dan akan memotret kenangan bersama orang-orang terkasih.

ASUS membenamkan kamera yang sangat mumpuni untuk ROG Phone II. Kamera utama adalah 48MP dengan sensor SONY IMX586. Dari pemilihan sensor saja kita sudah dapat memastikan bahwa kamera smartphone ini tidak main-main secara kualitas dan kuantitas. Untuk kamera ultra-wide, ROG Phone II memakai 13MP yang tak kalah bagus dari kamera smartphone unggulan lainnya.

ROG Phone II Juara Antutu

Dalam rangka mempercantik sebuah smartphone – dan tujuannya untuk user aktif – tak lupa disematkan kamera depan sebesar 24MP. Dengan kemampuan yang baik, kamera ROG Phone II tidak akan mengecewakan.

New Accessories

Seperti yang sudah saya sebut, ROG Phone II tidak cuma mengandalkan sebuah smartphone saja tetapi memiliki banyak sekali aksesoris. Salah satu aksesoris yang jarang sekali ditemui dalam paket penjualan smartphone adalah headphone jack. Kabel dengan panjang 3.5mm ini menjadi satu paket penjualan. Selain itu, terdapat beberapa aksesoris lain yang dijual secara terpisah.

ROG AeroActive Cooler

ROG AeroActive Cooler takk lain perangkat pendingin aktif yang bisa dipasang ke ROG Phone II. Permukaan dan komponen smartphone ini akan lebih dingin saat perangkat ini dipasang sehingga performa akan lebih baik dan stabil.

ROG Phone II Juara Antutu

Dengan harga Rp799.000, ROG AeroActive Cooler memiliki port USB Type-C yang bisa digunakan untuk mengisi daya ROG Phone II serta audio jack sepanjang 3.5mm. Tentu saja perangkat ini sangat dibutuhkan oleh gamer yang banyak menghabiskan waktu bersama smartphone gaming mereka.

ROG TwinView Dock 2

Dijual dengan harga Rp2.999.000 ROG TwinView Dock 2 tak saja mempercantik ROG Phone II tetapi membuat pengalaman bermain lebih menarik. Kita bisa bermain di dua layar saat perangkat ini dihubungkan dengan ROG Phone II.

ROG Phone II Juara Antutu

Layar ROG TwinView Dock 2 juga sama dengan ROG Phone II sehingga tidak merasa berbeda atau kurang saat bermain. Dengan baterai sebesaer 5.000mAh, perangkat ini menjadi bagian penting bagi gamer dalam memuluskan aksinya. Tak lupa, sebuah kipas di ROG TwinView Dock 2 yang memungkinkan kita bermain game dalam waktu lama tanpa khawatir akan panas berlebih.

ROG Kunai Gamepad

Pengalaman lain datang dari ROG Kunai Gamepad. Perangkat yang dijual dengan harga Rp899.000 ini menjadi konsol game unik dari ROG Phone II.

ROG Phone II Juara Antutu

ROG Kunai Gamepad terdiri dari sebuah casing dengan dua sisi controller yang dapat dilepas dengan mudah. Tombol fisik pada ROG Kunai Gamepad membuat kita main game seperti di konsol game sebenarnya. Kontrol analog juga membantu kita agar lebih kekinian dan tidak terlalu kaku karena mungkin telah lama tidak memegang konsol game.

ROG Desktop Docking

Ingin merasakan pengalaman bermain game lebih seru maka ROG Desktop Docking sangatlah cocok. Dengan harga Rp2.299.000, ROG Desktop Docking membuat ROG Phone II berada di atas rata-rata smartphone gaming.

ROG Desktop Docking dibekali port USB Type-A dan port display seperti HDMI dan DisplayPort. Kita bisa menghubungkan perangkat ini dengan monitor, keyboard, maupun mouse. Jangan khawatir karena ASUS menyediakan sistem remapping khusus di dalam ROG Phone II, dengan begitu game dapat dikontrol menggunakan keyboard dan mouse tanpa ada kendala.

Selain aksesoris penting di atas terdapat aksesoris lain seperti ROG Phone Bag dengan harga Rp599.000, 30W ROG Charger seharga Rp399.000, Lighting Armour Case dengan harga Rp599.000 dan Professional Dock seharga Rp899.000.

Main Spec. ROG Phone II
Processor 2.96GHz Qualcomm® Snapdragon™ 855 Plus Mobile Platform with 7nm, 64-bit octa-core processor
GPU Qualcomm® Adreno™ 640
UI Android™ Pie™ with new ROG UI
Display 6.59-inch 19.5:9 (2340 x 1080) 120Hz/1ms AMOLED 10-bit HDR display Ultra low touch latency at 49ms

600nits outdoor readable brightness

Delta E < 1
111,8% of DCI-P3 color gamut

500,000:1 contrast ratio AMOLED display with Corning® Gorilla® 6 Glass Blue-light filter for eye care

Supports Always On

Capacitive touch panel with 10-point multitouch (supports glove touch)

Dimensions 170.99 x 77.6 x 9.48 mm
Weight 240g
Battery 6000mAh
Memory Up to LPDDR4X12GB RAM
Storage Up to UFS 3.0 512GB
Sensor In-display fingerprint sensor, face recognition, accelerator, e-compass, gyroscope, proximity sensor, Hall sensor, ambient light sensor, ultrasonic sensors for AirTrigger II and grip press, dual vibrators
Wireless Technology 4G LTE up to 1.2Gbps downloads with integrated Qualcomm® Snapdragon™ X24 LTE modem

Qualcomm Wi-Fi 802.11a/b/g/n/ac

Wi-Fi Direct

Bluetooth® 5.0 (EDR + A2DP), supports Qualcomm® aptX™, aptX HD and aptX Adaptive

NFC

GPS Supports GPS(L1+L5), GLO, BDS, GAL(E1+E5a), QZSS(L1+L5)
I/O ports Side: Custom USB-C™Supports USB 3.1 Gen 2 / DP 1.4 (4K) / fast charging (PD 3.0 + QC 4.0) (30W)

30W ROG HyperCharge direct charging

Bottom: USB-C™

Supports USB 2.0 / fast charging (PD3.0) (30W) / direct charging 3.5mm headphone jack

Main Rear Camera 48MP SONY IMX586 flagship sensor, Quad Bayer Technology, F1.79, 0.8µm/1.6µm effective pixel size, 1/2.0″, 2×1 OCL PDAF, LED flash
Second rear Camera 13MP, 125˚ ultra-wide, F2.4, Real-time distortion correction
Front Camera 24MP, 0.9µm, Quad Bayer Technology, F2.0
Voice Wakeup Yes
Speaker Dual front-facing stereo speakers with DTS:X

Ultra Virtual Surrounding Sound

Stereo speaker with dual NXP TFA9874 smart amplifier for louder, deeper and less distorted sound effect

NFC Supported
Price Rp. 8,5 juta (8GB + 128GB) dan Rp. 12,5 juta (12GB + 512GB)

Tak terbantahkan, ROG Phone II adalah impian sejuta umat untuk bermain game saat ini. Segala kemungkinan bisa dilakukan tanpa kendala dan menariknya suguhan manis ini tak kalah dengan smartphone yang menggunggulkan sisi kamera semata. Main game akan seru kalau pakai ROG Centurion agar suara lebih terasa nikmatnya.

Perbandingan Hasil Tes Antutu Smartphone Kelas Atas

ROG Phone II menampakkan taringnya dengan gahar. Sebagaimana diketahui bahwa optimasi sebuah smartphone ditandai dengan tingginya skor di pengujian Antutu. Diluncurkan tahun 2019, ROG Phone II memiliki tempat tersendiri di hati gamer didasarkan dari berbagai faktor, termasuk hasil tes smartphone paling kencang di dunia.

Kecepatan kinerja smartphone kelas atas atau flagship selalu dinantikan. Skor yang didapat menjadi alasan untuk mendapatkan smartphone tersebut. Dilansir dari cnnindonesia.com (11/01/2020), dari 6 smartphone unggulan yang telah dipasarkan di Indonesia, ROG Phone II menempati peringkat pertama dengan skor 506832 disusul Realme X2 Pro, Samsung Galaxy Note 10+, Samsung Galaxy Note 10, Huawei P30 Pro dan Samsung Galaxy A80.

Perbandingan Hasil Tes Antutu Smartphone Kelas Atas

Smartphone Peringkat & Hasil Tes
ROG Phone II

RAM/ROM: 12GB + 512GB

Harga: Rp8,5 juta (8GB + 128GB), dalam paket penjualan: ROG Aerocase, fast charge 18W adapter, kabel data, dan pin ejector.

Harga: Rp12,5 juta (12GB + 512GB), dalam paket penjualan: ROG Aerocase, fast charge 30W adapter, AeroCooler 2, kabel data, dan pin ejector.

Peringkat 1

Poin: 506832

Hasil tes:

CPU: 145358

GPU: 192238

MEM: 90567

UX: 78664

Realme X2 Pro

 

RAM/ROM: 12GB + 256GB

 

Harga: Rp7,8 juta (12GB+256GB)

Peringkat 4

Poin: 482207

Hasil tes

CPU: 141912

GPU: 188979

MEM: 79492

UX: 71814

Samsung Note 10+

 

RAM/ROM: 12GB+256GB

 

 

Harga: Rp.19 Juta (12GB+512GB) dan Rp.16,5 Juta (12GB+256GB)

Peringkat 8

Poin: 454322

CPU: 128947

GPU: 170564

MEM: 89819

UX: 64989

Samsung Note 10

 

RAM/ROM: 8GB+256GB

 

Harga: Rp.14 Juta

Peringkat 10

Poin: 449894

Hasil tes:

CPU: 127778

GPU: 168971

MEM: 88355

UX: 64783

Huawei P30 Pro

 

RAM/ROM: 8GB+128GB

 

Harga: Rp.12 Juta

Peringkat 17

Poin: 396200

Hasil Tes

CPU: 131671

GPU: 132251

MEM: 68006

UX: 64266

Samsung Galaxy A80

 

RAM/ROM: 8GB+128GB

 

Harga: Rp.9,5 Juta

Peringkat 43

Poin: 250585

Hasil tes:

CPU: 88783

GPU: 70635

MEM: 44593

UX: 46566

Pilih ROG Phone II atau Tidak Sama Sekali

Cepat saja tidak cukup untuk melahap banyak game. 5 dari 6 smartphone Android di atas tak lain smartphone keren untuk menunjang gaya hidup, namun untuk bermain game, hanya 1 saja yang benar-benar layak yaitu ROG Phone II.

Samsung Galaxy Note 10+ hanya memiliki satu pemanis saja yaitu stylus. Huawei P30 Pro sangat mengandalkan sektor kamera, demikian juga dengan Realme X2 Pro, meski keduanya tidak sepadan jika disandingkan.

Game adalah game. Penyematan perangkat dukungan lain khusus game sangat perlu dan ini tidak dimiliki oleh 5 smartphone lain meskipun masuk peringkat di Antutu. Misalnya, saat kondisi tidak stabil dan panas, tidak ada perangkat pendingin seperti AeroActive Coolerd di ROG Phone II. Makin lama waktu bermain game, perangkat akan semakin bekerja dengan keras sehingga membutuhkan ruang khusus agar selalu stabil.

Kunai GamePad jadi sisi lain dari sebuah smartphone gaming yang tidak dimiliki Huawei P30 Pro dengan kamera andalannya. Sekeren apapun Galaxy Note 10 juga tidak mampu menghadirkan pengalaman bermain game seperti saat bersama konsol game sebenarnya. Yang tidak kalah adalah saat melihat Desktop Docking yang mampu menghubungkan ROG Phone II dengan monitor, keyboard, serta mouse.

rangking antutu 2020

Dengan adanya data terbaru Februari 2020 ini, menguatkan bahwa ROG Phone II belum tergantikan di posisi puncak sebagai smartphone tercepat. Dalam beberapa hal, smartphone kencang sangat diperlukan tidak saja sebagai media untuk bermain game tetapi mendukung kebutuhan kerja.

Selayaknya gamer e-Sport profesional yang telah memiliki penghasilan sendiri dari dunia game, kebutuhan perangkat terbaik untuk memuluskan perjalanan itu juga tak kalah penting. Mulai dari sekarang, jangan asal pilih smartphone untuk memenuhi kebutuhan tersebut. ROG Phone II Juara Antutu  yang menjadi pesaing smartphone lain.

Writer | Blogger| Teacher | Pemenang Writingthon Asian Games 2018 oleh Kominfo dan Bitread Publishing Partnership: [email protected] www.youtube.com/bairuindra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *