Waria Tua di Aceh

Waria yang lebih “kenyal” hadir tiap saat. Di masanya, Angel barangkali berjaya. Di masa kini, Angel hanya tinggal nama dan tertatih mencari bekal sebagai penyambung hidup. Caci maki yang diterima Angel membuatnya lebih tegar menjalani hidup yang dibilangnya tidak memihak.

Hari-hari yang dijalani Angel lebih hampa dibandingkan hari-hari yang dijalani orang lain yang bahagia. Entah bahagia mana lagi yang dimaksudnya.

Sifat gaharnya tidak cukup menutupi kelembutan dalam dirinya. Biar Angel tidak mengejek orang, orang lain justru menempatkannya sebagai manusia tak berharga. Penghargaan seperti apa yang diinginkan Angel?

Saya tidak tahu. Persepsi saya, menghargainya sebagai manusia sudah lebih dari cukup! Waria tua sudah tidak laku. Makin tua seorang waria makin tidak laku. Siapa yang mau pakai waria tua?

By bairuindra

Writer | Blogger| Teacher | Pemenang Writingthon Asian Games 2018 oleh Kominfo dan Bitread Publishing Partnership: [email protected] www.youtube.com/bairuindra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *