Waria Tua di Aceh

Angel sungguh nama yang bagus sekali. Nama ini barangkali diambil dari sebutan “malaikat” dalam bahasa Inggris. Tahukah kamu, kawan? Angel yang sedang menyulam emas di antara dunia yang tak lagi perawan adalah sosok yang jauh dari cantik bahkan ganteng.

Oh, ayolah. Angel sama sekali tak mau saya lekatkan istilah sifat-sifat pria kepada dirinya. Angel tetaplah seseorang yang ingin disebut cantik walaupun dadanya sangat bidang, suaranya lebih berat, jakun menonjol di lehernya, payudaranya hasil suntik silikon, dan tentu saja mempunyai penis dan testis.

Saya pernah tahu waria di tempat lain yang mengibuli pandangan. Cantik-cantik pula! Walaupun kadang terlihat sifat kelaki-lakian dalam diri mereka saat dirundung emosi. Kita pun tak pernah lupa pada sosok Dena Rahman yang telah terang-terangan dengan status warianya.

Namun Angel sangat jauh dari kesan cantik dan seksi. Angel sama sekali tidak menarik untuk dikencani bahkan untuk ditiduri sekali saja – mungkin. Biarpun demikian, Angel tetap “laris” manis untuk orang-orang yang tak sanggup menyewa waria cantik.

“Naluri saya wanita, dek!” ujar Angel seperti merajuk.

Celana jeans yang dikenakannya malam itu tampak lusuh sekali di bawah temaram lampu jalanan. Kemeja kebiruan yang melekat ditubuhnya seakan-akan tak pernah dicuci. Wangi tubuhnya seperti harum kuli bangunan yang baru saja pulang memikul beban.

Di tangan kanannya tampak tas jinjing yang isinya adalah peralatan salon (make-up). Rambutnya ikal diikat sebahu. Wajahnya tampak kusam walaupun make-up tebal menutupi seluruh wajahnya dengan gincu merah di bibirnya. Bau minyak wangi murahan bercampur dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya.

“Saya cuma bisa nyalon, dek,” ujarnya perih sekali.

Saya paham. “Saya nggak tahu kerja apalagi. Saya nggak punya ijazah. Saya kerja di tempat lain banyak diejek orang. Saya jalan saja orang-orang ngejek terus, gimana saya mau makan kalau nggak nyalon.” Nyalon maksudnya adalah keliling kota untuk mencari pelanggan. Ada yang mau dirias, ada yang tidak. Kebanyakan menolak karena hasil make-up darinya tidak sebagus make-up waria lain di salon besar.

Waria Tua Nasibnya Selalu Melarat

By bairuindra

Writer | Blogger| Teacher | Pemenang Writingthon Asian Games 2018 oleh Kominfo dan Bitread Publishing Partnership: [email protected] www.youtube.com/bairuindra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *