January 22, 2020

Tiga Hal Ini Jangan Kamu Tiru dari Drama Korea

Drama
Korea Selatan memang tengah naik daun. Setelah kekuasaan Big Boss Descendants of the Sun
berakhir, kini negeri dongeng kembali hadir dalam sebuah ide gila dalam drama W
Two Worlds
.

Terkadang, saya berpikir apa referensi yang dipakai
oleh pegiat seni di Korea sehingga mereka betul-betul memukau penonton.

Seorang
penulis yang kreatif tak pernah jemu menggali ide menarik sehingga tontonan
yang dihadirkan pun memiliki nilai jual tinggi.

Adegan romantis Jin Goo dan Kim Ji-won dalam Descendants of the Sun
Adegan romantis Jin Goo dan Kim Ji-won dalam Descendants of the Sun – allkpop.com

Penonton
drama Korea telah bergeser. Jika dulu hanya gadis remaja yang menggandrungi Super
Junior
, TVXQ, bahkan om-om yang tergabung
dalam Shinwa, kini telah merasuk ke dalam golongan ibu-ibu
rumah tangga, bahkan anak muda pria.

Kenapa hal ini dapat terjadi?

Karena drama
Korea yang memiliki rating tinggi tidak monoton, minim episode dan ide liar
membuat drama yang disuguhkan seminggu 2 kali tayang itu begitu menarik.

Kesuksesan
Descendants of the Sun merupakan salah satu track record para
pria menyukai drama negeri ginseng.

Drama
Korea yang sedang kamu tonton memang sangat menipu mata, menggoda, romantisme
yang tidak ada habisnya, namun ada bagian penting yang sejatinya harus kamu
abaikan.


Toh, tidak bisa dipungkiri bahwa penikmat drama Korea di
Indonesia kebanyakan datang dari gadis-gadis berjilbab.
Ada
tiga bagian penting dari drama Korea yang tidak boleh ditiru karena budaya kita
yang masih memegang adat ketimuran, tidak sopan dan tidak dibenarkan dari
pandangan agama Islam. Remaja putri yang rata-rata seorang muslimah tentu paham
betul maksud saya.

Mabuk-mabukan

Soju adalah luak khas
Korea yang bebas dijual di mana-mana. Selain soju, bir juga merupakan
minuman yang bagaikan air putih bagi masyarakat Korea.

Penjamuan makan akan
selalu menghidangkan soju atau bir sebagai menu utama.

Bahkan, di
beberapa drama populer pun secara terang-terangan memamerkan merek bir sebagai
sponsor.

Song Jong-ki yang sukses sebagai Big Boss Yoo Shi-jin tak luput
dari perhatian setelah digandeng brand ternama untuk mengiklankan bir.

Di
Korea wajar saja warga mabuk-mabukan. Orang mabuk pun nggak akan diganggu
walaupun sedang berkeliaran di jalan raya karena setiap sudut kota aman ini
telah terpasang CCTV.

Kamera pengintai ini bagaikan sirine bagi polisi yang
berjaga, walaupun dalam jarak jauh sekalipun apabila terjadi kejahatan, pihak
berwenang akan begitu mudah menangkapnya.

Di sisi lain, Korea Selatan sebagai
negara maju tidak membuat warganya berubah menjadi seorang pelaku kriminal
tingkat dewa.

Cerminan
dari dalam drama Korea adalah kebiasaan sehari-hari di dalam lingkungan mereka.


Soju dan bir yang dijual bebas untuk anak 17 tahun ke atas menandakan
bahwa minuman ini tak haram di sana.

Apapun drama yang kamu tonton, pastilah
kamu mendapatkan aktivitas mabuk-mabukan ini.

Bagi aktor dan artis Korea
hal ini biasa-biasa saja. Namun untuk kamu yang menggilai akting mereka, kebiasaan
ini tentu tidak baik.

Pertama, soju dan bir adalah minuman yang
diharamkan dalam Islam.

Kedua, soju dan bir akan membuat kamu hilang
akal sejenak dan berdampak negatif bagi aktivitas normal.

Ketiga, soju dan
bir merupakan minuman yang berdampak buruk bagi kesehatan, penelitiannya bisa
kamu googling atau baca di referensi lain.

Mengumpat

Seorang
anak dapat mengumpat kepada orang tua bahkan orang tua lebih sering mengumpat
kepada anak.

Park Shin-hye di awal drama Doctors cukup sering
membangkang dan mengumpat kepada neneknya.

Tidak hanya Shin-hye, namun di
drama-drama lain dialog bernada umpatan sering sekali kita temui.

Aktivitas
mengumpat sepertinya telah menjadi kebiasaan di sana. Kekesalan dan emosi yang
membuncah membuat orang mudah mengeluarkan kata-kata kasar.

Contoh ini tentu
tidak baik untuk ibu-ibu dan remaja putri yang gemar menunggu sampai larut
malam, jika mereka menonton streaming.

Ibu-ibu yang terlena dapat
mengeluarkan umpatan-umpatan kepada anaknya yang masih kecil.

Remaja putri yang
kesal karena cerita di drama masih bersambung ke minggu depan, bisa saja geram
saat orang tua menyuruh ini dan itu.

Kissing

Akhir
cerita cinta di drama Korea adalah ciuman. Akting yang biasanya paling
ditunggu-tunggu oleh penonton.

Padahal, akting ini sejatinya memberikan dampak
yang cukup signifikan kepada remaja putri.

Idola mereka yang berakting ciuman,
dirinya yang mungkin saja akan berbuat demikian dengan kekasihnya yang belum
sah.

Remaja putri yang berjilbab tentu paham betul tabiat ini. Etika yang
dilanggar tidak mudah untuk dikembalikan.

Terkadang,
ada baiknya untuk melakukan skip saat adegan ciuman.

Aktor dan artis
biasa saja kissing di depan layar karena dianggap profesional dalam
berakting.

Penonton yang terlena dengan hal demikian tentu saja tidak baik
melakukannya.

Ibu-ibu yang telah menikah saya kecualikan, remaja putri yang
masih menggebu-gebu dalam asmara bisa terkena getahnya.

Drama
Korea memiliki sisi baik dan tidak baik. Bagaimana mengantisipasinya kembali ke
sisi hati kamu.

Tak ada salahnya kok untuk skip saja saat adegan
mabuk-mabukan, mengumpat dan kissing. Biasanya, momen ini tidak begitu
berandil besar pada adegan selanjutnya atau adegan dari inti cerita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *