Suami Pengangguran Pukul Istri Karena Makin Banyak Anak

Pekerjaan sebagai ketua lorong tidak sama dengan kepala desa. Suamiku tidak berkantor, tidak punya tanggung jawab khusus, tidak punya jam kerja padat pula. Orang-orang baru akan mengedor pintu rumah kami saat suatu masalah terjadi, selain rapat sesekali di balai kampung.

Biar kupaksakan tentang apa pun, dari segi keuangan suamiku tetap seorang pengangguran. Hari itu Nayla sangat terburu. Tidak seperti biasanya Nayla ingin cepat-cepat ke sekolah. Suamiku masih belum siap dan aku pun masih mengurus Raka yang banyak tingkah sejak subuh.

Nayla mengeluarkan lengkingan panjang di depanku.

“Mama nggak ada sedikit pun perhatian kepada kakak!”

Aku terperangah. Belum pernah kudengar Nayla mengeluarkan kata-kata seperti itu. Kulirik suamiku yang masih terbuai dengan berita korupsi di pagi hari.

Suara televisi tak kalah besarnya dari suami Nayla. Seandainya rumah kami tak kedap suara, mungkin saja para tetangga akan mendengar pekikan Nayla.

“Sabar dulu, kakak,” ujarku menenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *