Sejarah Kopi dan Kafein
Review

Sejarah Kopi dan Bagaimana Cara Menikmati Kafein di Dalamnya

Sejarah Kopi dan Bagaimana Cara Menikmati Kafein di Dalamnya – Tiap saat kalau minum kopi itu selalu berkata, pahit atau manis. Itu adalah sebuah kejujuran. Aroma kopi akan berkata sampai kapan pun, begitu enaknya dan seterusnya sampai kita tak bisa lepas dari rasa. Ada orang suka dengan kopi pahit, tetapi banyak orang akan minum kopi dengan tambahan gula.

Kopi berbicara tentang dirinya sendiri saja. Sulit sekali menyamakan kopi dengan minuman lain. Secangkir kopi yang pekat, dari biji kopi pilihan, harumnya bisa mencapai radius beberapa meter. Candunya tak tertahan sama sekali. Minuman lain mungkin akan mengaburkan pandangan antara teh dengan juice apel.

Baca Juga:

Dee Lestari dalam buku Filosofi Kopi menulis, “Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan,

Daya tarik kopi tidak saja bagi penulis buku atau penggemar teori saja. Dalam bentuk visual, drama Korea Selatan, hampir semua menyertakan, “Kamu mau kopi apa?” atau “Kamu mau Americano?” – salah satu jenis kopi terkenal – untuk menyegarkan kembali mata lelah atau badan ingin terlelap. Begitu terkenalnya minuman ini sebagai ‘penghilang’ kantuk, dan memberikan stimulus bagi organ tubuh yang dipaksa untuk kembali aktif.

Normalnya orang minum kopi itu adalah pagi hari. Sampai sekarang, meski sudah terjadi pergeseran, di warung kopi pagi hari, orang-orang masih membuka halaman koran pagi dengan secangkir kopi hitam di atas meja. Nikmat sesaat ditambah gumpulan asap rokok, yang membuat mata tetap menyala sampai siang.

Pengertian Kopi dari Robusta ke Arabika

Mungkin, sebagian dari kita nggak peduli, apa itu kopi? Yang ada hanyalah tentang aroma dan rasa. Tidak penting kopi itu berbentuk apa atau siapa yang pernah meneliti soal kopi. Di sebuah warung pinggir jalan, dekat sawah rumah saya, kopi tetaplah kopi. Intepretasi terhadap kopi sangat beragam dan kita mendapatkan hal terbaik jika berkenaan dengan kopi.

Datang seorang dari sawah yang sedang menguning, “Kopi, Bang?” tak lama secangkir kopi langsung ada di depannya. Atau, “Pancung, Bang?” yang mengisyaratkan dirinya pesan kopi setengah cangkir saja. Minum kopi beberapa menit, membangun percakapan sebentar dengan sesama petani, lalu kembali ke sawah untuk memanen.

Memang nggak penting ‘apa itu kopi’ bagi mereka. Asalkan, kantuk hilang, tenaga bertambah, pekerjaan selesai dan nanti malam bisa tidur nyenyak. Namun, di akhir cerita hari itu, ada sebagian yang juga minum kopi sehabis magrib bersama keluarga sambil bercengkrama. Kenikmatan saat itu bukan lagi pada rasa kopi tetapi kepada kebersamaan, dan juga gelak tawa anak-anak sebagai pelepas lelah.

Meski begitu, mari kita lihat sejenak soal kopi agar menguatkan hati pada pengertian kopi itu sendiri. Wikipedia Indonesia menulis, “Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Dua varietas pohon kopi yang dikenal secara umum yaitu Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica),”

Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk, sebut Merriam Webster di laman resminya. Sedangkan lahan.co.id (16/12/2019), menempatkan para ahli dalam menjabarkan pengertian kopi menurut pandangan mereka masing-masing. Jabaran ini menjelaskan tentang semua hal yang berkenaan dengan kopi itu sendiri, termasuk estetika secangkir kopi.

Sejarah Kopi dan Kafein

Manfaat Kopi Bagi Tubuh Manusia

Kopi diteliti secara terus-menerus dan mengubah rasa menjadi tidak selalu pahit. Peneliti menempatkan barista di barisan terdepan agar mendapatkan rasa kopi nikmat. Rasa kopi kemudian beralih dari satu ke yang lain. Masing-masing memiliki porsi tersendiri untuk menenangkan jiwa dan raga penikmat kopi.

Minum kopi tidak saja pelekat silaturahmi saja. Ada alasan orang minum kopi karena diajak padahal belum kuat meneguk secangkir saja. Kebanyakan orang, beranggapan bahwa kopi itu ‘cuma’ untuk menghilangkan kantuk. Dengan banyak minum kopi, kita akan terbangun sepanjang malam. Di satu sisi, pendapat ini membuktikan banyak hal, tetapi tidak berlaku kepada orang yang ke sawah tadi. Meskipun mereka minum kopi pagi, siang dan malam, tidur tetap nyenyak.

Tiap yang ada di dunia ini selalu memberi manfaat. Manfaat kopi rupanya banyak sekali, di antaranya untuk kesehatan dan kecantikan. Banyak orang minum kopi karena ingin minum saja tetapi tidak memahami dengan baik manfaat dari kopi. Sehingga, makin diminum yang ada cuma candu semata. Manfaat kopi yang tidak kita sadari antara lain seperti dalam infografis ini.

Sejarah Kopi dan Kafein

Kopi dapat meningkatkan mood sudah pasti tak terbantahkan, demikian juga dengan kopi dapat meningkatkan stamina. Contoh kecil yang saya sebutkan tadi, orang-orang ke sawah minum kopi, tanpa perlu penelitian dan teori lebih lanjut sudah membuktikan ampuhnya kandungan kafeina di dalam kopi.

Dalam dunia kesehatan, perawatan kulit dengan kopi sebagai masker wajah sudah menjadi tren masa kini. Orang-orang berlomba melakukannya, dan ahli kecantikan sangat merekomendasikan perawatan dengan kopi ini.

Kesegaran di dalam kopi dan struktur kandungan nutrisi di dalam kopi memberikan kewajaran dalam banyak penelitian. Dengan begitu, orang-orang tidak segan untuk meminum kopi atau menggunakannya selama perawatan kulit.

Sejarah Kopi dari Sebelum Masehi sampai Abad Modern

Sejarah kopi itu sangat panjang sekali. Kisah saudagar Arab yang berkeliling dunia, lalu menanam kopi di Timur Tengah menjadi cerita pembuka di 1000 tahun sebelum Masehi. Kedai kopi pertama di dunia dibuka pertama sekali pada masa Ottoman Turki dengan nama Kiva Han di tahun 1475. Harum kopi terus mengelilingi dunia dengan cita rasa yang berbeda.

Kopi di Eropa maupun sejarah kopi di Asia memperlihatkan dengan jelas bahwa hampir semua orang cinta kopi. Sejarah panjang ini tidak boleh diabaikan begitu saja. Paris sampai ke New York. Peradaban Arab sampai ke Eropa. Semuanya menceritakan tentang kopi yang nikmat sekali teguk, yang ingin dihabiskan satu cangkir maupun satu ceret jika sanggup. Sejarah panjang itu dapat dibaca pada tabel di bawah ini.

Sejarah Kopi di Dunia

Tahun

Kejadian yang berkenaan dengan kopi

1000 SM Saudagar Arab membawa masuk biji kopi ke daerah Timur Tengah dan membudidayakannya untuk pertama kalinya dalam sejarah.
1453 Ottoman Turki memperkenalkan minuman kopi di Konstantinopel. Di sana dibuka kedai kopi pertama di dunia bernama Kiva Han pada tahun 1475.
1511 Kopi dianggap minuman yang suci oleh Sultan Mekah sebagai tindak lanjut dari aksi Khait Beg yang ingin melarang peredaran kopi.
1600 Paus Clement VIII mengizinkan umat Kristiani untuk meminum kopi setelah timbul berbagai perdebatan karena minuman ini berasal dari imperium Ottoman.Pada tahun yang sama, minuman kopi masuk ke Italia.
1607 Kapten John Smith memperkenalkan minuman kopi di Amerika Utara saat bertugas untuk menemukan koloni Virginia di Jamestown.
1645 Kedai kopi pertama di Italia dibuka.
1652 Kedai kopi pertama di Inggris dibuka dan segera menjamur ke berbagai pelosok di setiap daerah.
1668 Bir tergantikan oleh kopi sebagai minuman terfavorit di New York.
1672 Kedai kopi pertama di Paris dibuka.
1675 Franz Georg Kolschitzky menemukan biji kopi dan mengklaimnya sebagai hadiahnya saat terjadi perang di Viena. Setelah itu, ia membuka kedai kopi di Eropa Tengah dan menjual minuman kopi yang telah disaring, diberi pemanis, dan susu.
1690 Bangsa Belanda mulai mendistribusikan dan membudidayakan biji kopi secara komersial di Ceylon dan Jawa.
1714 Gabriel Mathieu do Clieu berhasil mencuri biji kopi dari suguhan bangsawan Belanda kepada Raja Prancis Louis XIV dan menanamnya di Martinik yang merupakan sumber dari 90% jenis tanaman kopi di dunia saat ini.
1721 Kedai kopi pertama di Berlin dibuka.
1775 Sang Frederick dari Prusia memblok semua import kopi hijau yang kemudian dengan segera dikecam oleh masyarakatnya.
1900 Perusahaan Hill Bros. mengomersialkan minuman kopi kalengan.
1901 Satori Kato berhasil memproduksi minuman kopi cepat saji.
1903 Ludwig Roselius, seorang keturunan German berhasil memisahkan kafeina dari biji kopi dan menjual produknya dengan nama Sanka di Amerika Serikat.
1920 Penjualan kopi di Amerika Serikat meningkat tajam.
1938 Perusahaan Nestle mengkomersilkan produk kopinya yang bernama Nescafe di Swiss.
1946 Achilles Gaggia berhasil membuat kopi mokacino untuk pertama kalinya.

Di abad modern ini, kopi mencitrakan dirinya sebagai minuman penuh energi. Dari secangkir kopi berubah menjadi kopi kalengan, atau kopi seduh lain yang dibungkus rapi, dari kopi pahit menjadi kopi susu, dan seterusnya sampai rasa kopi bisa mengalahkan minuman mahal lainnya di dunia. Boleh ada minuman segar dan ekslusif di bumi ini, tetapi soal candu dan khasiat yang dimiliki, kopi belum ada tandingannya.

Jenis-jenis Minuman Kopi

Saat sedang berada di sebuah kafe, tentu banyak pilihan yang bisa dipesan. Kopi juga demikian. Orang yang tahan minum kopi, bisa memesan kopi hitam dengan beberapa cangkir tidak masalah. Cappuccino bisa menjadi pilihan bagi mereka yang tidak bisa meminum kopi dengan kadar lebih tinggi. Semua pilihan ini diramu dengan baik sehingga membentuk rasa dan aroma yang kentara.

Minuman kopi banyak sekali. Cita rasa yang berbeda membuat orang ketagihan. Semua rasa itu tergantung bagaimana mendeskripsikan kopi menurut defisini masing-masing. Jenis-jenis minuman kopi yang menggoda selera itu bisa dilihat pada infografis di bawah ini.

Sejarah Kopi dan Kafein

Kamu sendiri suka minum kopi yang mana? Jangan sampai salah pilih ya. Kopi tubruk bisa membuat kamu tidak merasa kantuk semalaman. Kopi moka tak lain campuran cokelat yang lezat, mungkin akan membuat kamu ketagihan. Semua pilihan ini kembali kepada orang yang akan menikmati kopi dengan cara tersendiri. Masing-masing orang punya cara menikmati kopi, di mana dan kapan, atau bagaimana kopi itu mengubah pandangan menjadi lebih menyenangkan

Kafeina dalam Kopi

Kopi instan atau kopi hitam biasa mengandung 2,8 – 5,0 persen kafeina. Kafeina atau kafein di dalam kopi memang terkenal sekali. Kopi sendiri tak lain jenis minuman dengan kafeina tertinggi. Wikipedia Indonesia menyebut, “Kafeina merupakan senyawa hasil metabolisme sekunder golongan alkaloid dari tanaman kopi dan memiliki rasa yang pahit,”

Kopi moka adalah jenis kopi yang mengandung kafeina terendah yaitu 1,00 persen saja. Disusul oleh kopi arabika dengan 1,10 persen dan kopi robusta dengan kadar kafeina sebesar 1,48 persen. Tiap orang hanya boleh mengonsumsi kopi harian sebanyak 100-150 mg saja.

Sejarah Kopi dan Kafein

Aktivitas kafeina di dalam tubuh ini yang membawa kepada efek kesehatan orang yang minum kopi. Kafeina memiliki peran meningkatkan kerja psikomotor yang membuat tubuh tetap terjaga, memberikan efek fisiologis yang meningkatkan energi.

Efek minum kopi memang tidak langsung seketik itu, orang yang minum kopi akan merasakan perubahan setelah beberapa jam kemudian. Selain kopi, kafeina juga terdapat pada daun teh dan biji cokelat, walaupun kandungannya tidak begitu tinggi.

Pengertian Essen, Tak Selamanya Kopi Butuh Pemantik

Aroma kopi sudah lebih dari cukup untuk membuat mata kembali terjaga. Kopi asli seperti kopi hitam maupun kopi tubruk, menjadi pilihan terbaik bagi mereka yang tak mau ada campuran lain.

Memang, beberapa kopi yang kita temui telah melewati beberapa tahap termasuk percampuran dengan essen. Essen bukan tidak baik tetapi tidak selamanya bermanfaat bagi tubuh manusia. Aroma kopi saja sudah kuat sekali, untuk apa menambahkan essen lagi?

Essen itu sendiri tak lain penambah aroma. Fendy dari Haldin, seorang produsen ekstrak dan esens kopi, menyebut, “Esens kopi merupakan produk yang bisa ditambahkan pada makanan agar aroma dan rasa kopi terasa kuat,”

Essen kopi diproduksi melalui kumpulan uap dari seduhan kopi. Kopi yang baru diseduh akan mengeluarkan asap tipis dengan aroma khas, itulah yang kemudian ditangkap dan diolah menjadi essen kopi.

Di era modern ini, essen kopi dibuat lebih mudah. Kopi yang telah melalui proses roating dan digiling dimasukkan ke dalam mesin khusus agar dapat diseduh dengan mudah. Selama proses penyeduhan ini semua uang kopi yang keluar ditampung dalam wadah khusus. Mesin tertutup membuat uap kopi tidak melebur dengan udara sehingga mudah dikumpulkan.

Dari hasil penyeduhan ini akan didapatkan essen kopi dengan warna kekuningan hingga kecokelatan. Aroma yang keluar sangatlah kuat sehingga bisa membuat es krim, susu, maupun makanan kain memiliki cita rasa kopi seperti yang diinginkan. Wajar, jika kita menemui beberapa makanan dengan aroma kopi. Makanan maupun minuman ini, tidak dicampur dengan kopi melainkan dengan essen kopi itu sendiri.

Pada kopi sendiri, untuk menambah aroma bisa ditambahkan essen kopi. Tetapi, pada umumnya, kopi asli tanpa campuran essen masih banyak dinikmati. Biasanya, yang natural inilah membuat ‘ngopi’ secara alami makin seru dan tak terlupakan. Kopi akan membuat suasana lebih santai dan bersahaja meskipun diliput banyak masalah.

Kopi Blockchain, Mari ‘Jualan’ dengan Gaya Modern

Zaman telah berubah, demikian juga dengan ‘cara minum’ kopi. Kopi Blockchain beberapa waktu terakhir menjadi sangat populer. Kopi Indonesia yang khas dan mendunia mendasari didirikannya teknologi digital yang dikenal dengan Kopi Blockchain itu.

Kopi Blockchain pada dasarnya ingin menjangkau komoditas kopi Indonesia agar mendapatkan ruang khusus, dan mampu bersaing dengan baik ditengah persaingan global yang makin memanas. Kopi Blockchain membantu petani kopi agar berkembang dengan baik. Sistem yang baik, teratur dan sistematis membuat petani kopi mendapatkan keuntungan berkali lipat dari hasil panen kopi.

Keterlibatan Kopi Blockchain dalam rangka memudahkan petani kopi yang terhubung langsung dengan petani, tanpa adanya perantara yang belum tentu menguntungkan petani kopi itu sendiri. Digitalisasi kopi tak lain menjadi wadah dalam menjangkau pasar internasional sesuai standar global pecinta kopi yang berlaku di seluruh dunia. Jadi, tidak saja asal memanen dan menghasilkan kopi semata. Tetapi, ada ciri khas yang dijual sehingga pembeli tertarik dengan Kopi Indonesia.

Baca Juga:

Kopi Blockchain juga terlibat dalam ekspor kopi yang sering tidak memihak pada kejujuran. Dengan manajemen yang baik di dalam sistem Kopi Blockchain, maka ekspor kopi akan lebih transparan dan ini tentu saja akan menguntungkan petani kopi itu sendiri. Pembeli maupun penjual dapat dengan mudah melacak peredaran kopi ini melalui aplikasi Kopi Blockchain (KOPI) di Google PlayStore, atau melalui aplikasi Platform Etherium di Google PlayStore.

Kopi Blockchain atau singkat dengan KOPI tak lain unit aset digital yang menggunakan sistem Mesin Virtual Ethereum (EVM) yang terdesentralisasi untuk memfasilitasi transaksi dan transfer. Tujuan dari digitalisasi kopi blockchain antara lain:

  1. Dapat meningkatkan aksesibilitas biji kopi ke seluruh dunia,
  2. Dapat memberikan nilai harga pasar seadil-adilnya,
  3. Berpeluang untuk melakukan transaksi di tingkat international,
  4. Dengan Bencoolen maka siap mendapatkan promo diskon,
  5. Tidak ada biaya inventaris untuk pelanggan yang institusi,
  6. Tidak ada biaya distribusi atau dan perantara,
  7. Dapat membuat ekosistem Kopi yang tahan lama,
  8. Dapat menyederhanakan segala macam bentuk transaksi

Kopi Blockchain mewadahi banyak sekali petani kopi maupun pembeli di Indonesia. Pasar kopi yang terus meningkat menjadi bagian penting dalam digitalisasi kopi ini. Petani kopi maupun pembeli dapat diuntungkan dengan Kopi Blockchain karena memudahkan untuk berdagang kopi robusta, memberikan diskon harga untuk pembeli kopi, mengurangi biaya inventori untuk pengusaha kopi dan memudahkan untuk melacak untuk membeli kopi.

Kopi Blockchain juga sangat mudah dalam transaksi. KOPI dapat ditukar dengan ETH melalui Exhange Cryptocurrency atau transaksi universal dengan menggunakan kartu debit maupun kartu kredit. Dalam melakukan penukaran 1 Kopi Blockchain (KOPI) dengan 1 kg kopi robusta dapat dilakukan di PT Cyber Persada Nusantara (Cybers Global Indonesia Group), atau melalui aplikasi yang telah diunduh tadi. Informasi lebih lanjut dan alur Kopi Blockchain dapat dilihat pada infografis di bawah ini.

Dengan terlibat dalam Kopi Blockchain, kita akan memberikan kesegaran hidup bagi petani kopi yang ada di seluruh Indonesia. Sistem yang ada di Kopi Blockchain juga mengabarkan soal kopi jujur kopi asli tanpa campuran essen yang wajib untuk diminum kapan saja dan aman.

Kebiasaan ‘Kita’ Minum Kopi

Tak ada ajakan selain, “Ayo kita ngopi?” meskipun sesampai di kafe akan memesan teh. Juga, tidak ada namanya warung susu, melainkan warung kopi, yang mencitrakan identitas dari kopi itu sendiri, sejak dulu sampai kini.

Saya sudah jelaskan di atas, bahwa kopi adalah candu yang tidak bisa dipisahkan dari dalam hidup kita. Dalam sebuah keluarga, aktivitas normal terjadi dengan dua anak. Semua orang sibuk dengan aktivitas masing-masing; orang tua mengobrol tentang mereka maupun masa lalu dan masa depan bersama anak-anak, anak laki-laki tidak berpaling dari layar laptop, anak perempuan sedang membaca buku. Tetapi, coba cari sebuah kesimpulan.

Empat orang ini ditemani oleh empat ‘cangkir’ kopi. Semua memiliki kenikmatan tersendiri, dan menggawangi peran masing-masing dalam memberikan kebebasan hidup. Anak laki-laki tak mau ketinggalan apa yang dimainkan di layar laptop. Anak perempuan tentu akan mengantuk jika lama-lama membaca buku. Dan, orang tua mereka akan terkantuk-kantuk mengobrol panjang lebar sembari menanti waktu tidur. Semua yang terlihat adalah kopi sebagai penawarnya.

Keluarga yang gemar minum kopi

Saat malam tiba, banyak aktivitas yang harus diselesaikan meskipun telah masuk jam pulang kantor. Seorang pria di lantai paling atas membutuhkan secangkir kopi agar deadline hari itu tetap selesai dengan baik. Seorang costumer service akan menghabiskan beberapa cangkir kopi karena mungkin dirinya akan bergadang semalaman. Pria gagah berdiri di lantai dasar yang mengambil secangkir kopi sebelum pulang kerja.

Di bangunan sebelah, sebuah apartemen dengan ramai penghuni. Seorang anak muda terlihat mengantuk tetapi tidak mau tidur, dan barangkali membutuhkan secangkir kopi. Satu lantai dibawahnya, seorang perempuan sedang mengerjakan tugas meskipun sampai larut malam. Kopi moka mungkin pilihan terbaik untuknya.

Kesibukan yang butuh kopi

Tiap orang, beda cara minum kopi. Barangkali, beberapa orang butuh kopi agar bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Dengan minum kopi jujur kopi asli tanpa campuran essen mungkin saja pekerjaan akan lebih menyenangkan.

Benarkah Kopi Bisa Hilangkan Kantuk

Saya sudah sebut berapa banyak kandungan kafeina (kafein) di dalam kopi. Kafeina sendiri menjadi obat perangsang pada sistem saraf manusia agar dapat mengusir rasa kantuk sementara. Kafeina tak lain zat psikoaktif yang lega di seluruh dunia. Penduduk Amerika Utara, menjadikan kafeina sebagai pendukung keseharian. Sebanyak 90% orang dewasa di sana mengonsumsi kafeina setiap hari.

Kafeina yang termasuk di dalam kopi adalah jenis tidak berbahaya. Kafeina berbeda dengan alkohol di mana akan cepat dikeluarkan dari otak sehingga tidak menganggu sistem saraf. Orang yang minum kopi akan sering sakit kepala apabila tidak minum kopi karena pengaruh dari kafeina itu sendiri – ketergantungan kafeina. Setelah minum kopi, orang tersebut akan kembali merasakan ketenangan dan bisa lebih rileks.

Pertanyaan yang sering muncul, apakah kopi dapat menghilangkan kantuk? Dari apa yang sudah saya jabarkan, jawabannya benar. Manfaat seperti mengembalikan mood maupun menambah stamina tidak lain menjabarkan ‘hilang’ rasa kantuk itu sendiri. Efek kafeina di dalam kopi butuh beberapa jam agar bekerja. Kalau orang ingin bekerja di malam hari dan tidak mau mengantuk, coba atur waktu minum kopi. Misalnya, seorang pekerja harus bangun di pukul 10 malam, maka minimal 1 jam sebelumnya sudah dianjurkan untuk minum kopi. Kafeina yang bekerja akan memberikan stimulus setelah beberapa jam, tidak langsung setelah minum kopi.

Cara minum kopi orang tentu berbeda. Sudahkah kita memiliki cara tersendiri untuk minum kopi. Dengan begitu, kita akan merasakan nikmatnya minum kopi sesuai kadar yang ada di dalam kopi dan kebersamaan saat minum kopi. Banyak pekerja yang kemudian minum kopi saat deadline panjang. Apapun kopi yang diminum, kadar kafeina tetap ada.

Writer | Blogger| Teacher | Pemenang Writingthon Asian Games 2018 oleh Kominfo dan Bitread Publishing Partnership: [email protected] www.youtube.com/bairuindra

68 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *