January 22, 2020

Pocky Halal Cemilan yang Renyah setelah Berbuka Puasa

Belum sempat saya memarkirkan sepeda motor dengan seimbang di teras rumah, Haikal dan Wilda – dua sepupu – telah menanti dengan girangnya. Mereka memang sudah saya wanti-wanti untuk tunggu di rumah karena saya akan membawa pulang cemilan yang renyah dan lezat, Pocky, biskuit stik tanpa remah dan akan menemani share happiness Ramadhan mereka selaku anak-anak.
Keduanya begitu senang dengan
paket #PockyinMyPocket spesial Ramadhan yang saya bawa pulang. Snack dengan berbagai rasa ini, terdiri
dari Pocky Chocolate, Pocky Strawberry, Pocky Matcha, Pocky Double Choco, Pocky
Banana, Pocky Vanilla Cocoa, mereka bawa ke mana-mana dengan senangnya. Seakan pamer
baru mendapatkan snack renyah
meskipun saat bulan puasa di mana orang-orang dewasa masih berpuasa.

Nama juga anak-anak, begitu
melihat cemilan yang berbeda dan baru bagi mereka mau tidak mau langsung
disantapnya. Haikal memilih yang cokelat di antara yang lain karena baginya
cokelat memang rasa spesial. Jenis makanan lain juga demikian, Haikal selalu
meminum cokelat. Wilda tentu berbeda, ibarat semua anak perempuan, pink adalah warna pilihan. Mau dipaksa
memilih warna lain, kotak pink tak
bisa membuatnya berpaling. Ternyata pilihan selalu tepat. Haikal dan Wilda sama-sama
menghabiskan cemilan halal saat orang lain sedang puasa ini tanpa menunggu
waktu lama.
Saya sendiri memang gemar sekali
membawa pulang cemilan-cemilan seperti ini untuk keduanya. Rasanya sudah tentu
tidak bisa ditipu lagi bahwa keduanya senang dengan Pocky rasa cokelat dan pink (strawberry). Rupanya, mereka nggak mau berhenti pada dua rasa itu
saja. Baik Haikal maupun Wilda mengambil Pocky lainnya yaitu rasa Banana dan
Vanilla Cocoa untuk disimpan. Katanya, “Di makan waktu buka puasa nanti!”

Pilihan Pocky rupanya memang pas
sekali untuk cemilan setelah berbuka puasa. Saya mencoba rasa Double Choco dan
baru setengah isi saya langsung merasa kekenyangan. Pas sekali cemilan ini
untuk saya, tanpa ribet, mudah disimpan, mudah disantap dalam segala kondisi dan
tidak membutuhkan tempat khusus untuk menyimpan karena dalam waktu setengah jam
sudah pasti habis. Saya yang sibuk ini itu setelah berbuka, ditemani oleh Pocky
begitu tak terasa langsung hilang semua dari kemasannya.
Pocky yang lain, tentu saja saya
simpan untuk malam selanjutnya. Hitung-hitung usai tarawih lapar lagi, Pocky menjadi
pilihan yang tepat daripada menyantap makanan berat seperti nasi. Aktivitas malam
hari di mana saya sering menonton atau membaca sebelum tidur, cocok sekali
dengan Pocky yang diletakkan di samping. Sambil nonton atau baca, sambil ngembil Pocky no crumbs.
Sebenarnya sih, Pocky saya hanya tinggal 1 kemasan lagi. Haikal yang tidak
puasa langsung mengambil sisa Pocky saya tersebut tanpa sepengetahuan Wilda yang
telah puasa hari itu. Selera makan Haikal yang tak terbendung cukup terbantu
dengan Pocky. Tiba-tiba ia sudah masuk ke kamar saya dan bertanya di mana sisa
Pocky semalam. Mau tidak mau saya harus menyerahkan Pocky kepadanya agar dia
bahagia.
Ngomongin Pocky, tahukah kamu bahwa cemilan ini berasal dari
Jepang? Pocky sendiri diimpor oleh PT. Glico Indonesia. Pocky terkenal sebagai
biskuit stik yang berbalut krim warna-warni dengan 6 (enam) varian rasa seperti
yang telah saya sebutkan di atas. Yang menarik, Pocky memiliki slogan yang
keren yaitu “Pocky Share Happiness
dan termasuk biskuit stik terlaris di Asia dengan penjualan mencapai 500 juta
pack per tahun. Di Indonesia sendiri, Pocky menunjuk Chelsea Islan sebagai
Brand Ambassador dengan tema tahun ini “Rileksnya
Sampai Ke Hati.

Kamu sendiri telah dapat membeli
Pocky di mini market maupun supermarket yang tersebar di seluruh
Indonesia.  Jangan khawatir karena Pocky
telah memegang sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk
seluruh merek produk yang telah dan sedang dijual di Indonesia seperti Pocky,
PRETZ dan Pejoy. Mulai tahun 2017, seluruh produk tersebut telah memiliki logo
halal di setiap kemasannya.

Pocky, cemilan yang cocok untuk
kamu selama bulan Ramadhan. Yuk, nikmati Pocky setelah berbuka! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *