January 24, 2020

Paket Endorse dan Hadiah Lomba 3 Hari ‘Terbang’ Bersama JNE

Saya seorang blogger – Photo by Bai Ruindra

Jelang
dini hari, 27 November, saya membuka media sosial dan mendapatkan pesan menarik
ini. Tentang JNE. Sesuatu yang menarik. Keindahan terunik dan kebaikan apa yang
pernah JNE berikan dalam hidup saya. Cerita baik bersama JNE, kira-kira harus
saya tulis dari sudut pandang mana. Begitu banyak cerita baik tentang JNE
sampai-sampai saya bingung memulainya.

JNE memberikan banyak kemudahan selama saya menjadi blogger!
Yes. I’am a blogger.
Saya seorang blogger. Saya blogger!
Saya
memang tidak sering mengirimkan paket ke luar Aceh. Setahun sekali pun jika
ada. Paket yang biasa saya kirim itu merupakan cerita pendek untuk lomba sebuah
majalah wanita. Paket tersebut biasanya harus dikirim selambat-lembatnya pada
tanggal tertentu dan harus Cap Pos. Otomatis, saya tidak menjalin hubungan
dengan JNE. Tetapi, ikatan batin saya dengan JNE mengalir seiring berjalan
waktu. Dunia blogger yang saya tekuni dengan serius, mengantarkan hubungan saya
dengan JNE menjadi lebih manis. Bahkan, hampir tiap semester saya mendapatkan
‘surat cinta’ dari JNE.
Kamu
benar. Surat cinta itu memang saya tunggu-tunggu atau bahkan tidak terduga. Kenapa
saya mendapatkan surat cinta ini? Karena alamat saya jauh dari pusat kota, JNE
tidak mengantarnya dan saya harus mengambil sendiri.
dengan Bapak
Bai Ruindra, kiriman paket telah sampai di JNE. Alamat Jl. Gajah Mada, depan
Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dien, Meulaboh’
pengirim tertera JNE. Begitu kira-kira pesan singkat yang masuk apabila
kiriman saya telah sampai. Saya tidak sempat melakukan caption sebuah
pesan singkat pun karena begitu menerima barang, pesan tersebut langsung saya
hapus. Pesan yang banyak tersimpan di smartphone akan menghambat kinerja
dan memakan memori internal.
Wajah
saya yang tidak seberapa mana jika dilihat dari dekat ini, telah bosan dilirik
oleh wanita cantik petugas JNE. Kadang ia manis, kadang ia jutek, kadang cuek,
kadang juga penuh emosi saat banyaknya orang berdatangan untuk mengambil paket.
Saya yang datang siang hari langsung memperlihatkan pesan singkat kepadanya. Jika
tidak lagi ramai, tanpa saya menampakkan pesan tersebut ia telah tahu bahwa
yang datang adalah Bai Ruindra. Saking seringnya saya mengunjungi dirinya di
kantor JNE, Meulaboh, Aceh Barat.
Mungkin,
ia juga heran mengapa saya selalu menerima paket dan tidak pernah mengirim
paket. Sama halnya dengan wanita muda ini, barangkali kamu juga penasaran. Paket
apa yang saya terima di kantor JNE dengan warna logo biru tersebut. Apakah
surat cinta dari kekasih yang membangun asmara long distance relationship?
Apakah bom untuk meledakkan hati yang galau? Apakah pewarna rambut untuk
mewarnai hari-hari hingga sejahtera selamanya?
“Kamu
enak jadi raja endorse!” ujar teman saya suatu ketika. Padahal, baru
beberapa merek yang sempat mampir e-mail untuk menjalin kerjasama. Namun
itulah syukur dari blogger yang walaupun berada di daerah tetapi telah diintip
oleh perusahaan skala nasional.
Endorse. Istilah yang beken
masa kini. Istilah endorse pula saya berkenalan dengan JNE sampai
benar-benar baik. Barang-barang endorse tersebut kebanyakan dikirim
melalui jasa pengiriman kilat ini. Saya tinggal datang menjemput sebelum
kemudian menulis di blog. Paket kiriman dari Jakarta ke Meulaboh terbilang cukup
cepat. Biasanya, 3 sampai 4 hari setelah berbalas e-mail bahwa paket
telah dikirim, saya langsung menerima pesan singkat barang tersebut benar telah
sampai. Waktu 3 sampai 4 hari termasuk masa yang tidak merepotkan dalam
menunggu suatu kiriman. Rewel tentu saja tidak perlu karena saya pertimbangkan
bahwa daerah yang cukup jauh dari ibu kota provinsi, Banda Aceh, yang memakan
waktu 4 sampai 5 jam perjalanan darat.
JNE
dan saya telah menjadi sahabat. Power bank saya terima dengan baik. Smartphone
dalam kondisi bagus. Tablet dipaketkan dengan sempurna. Sepatu tidak
tersobek jahitannya. Baju terbungkus rapi. Buku tidak sobek lembaran
halamannya. Saya menikmati ‘kerjasama’ dengan JNE karena ketepatan waktu dan
penjagaan yang ketat terhadap endorse-an yang saya terima.

Tahu-tahu
saya dapat e-mail tak terduga. Jujur saja, saya bukan fashion blogger
dan cukup jarang menulis tentang isu ini. Dua paket ini kemudian sampai dengan
elegan, mewah dan tentu saja mahal untuk ukuran saya sendiri. Kedua paket ini
adalah endorse kesekian kali dari produk-produk lain yang pernah saya
terima. Paket pertama berisi minyak wangi, pomade, dan kaos oblong yang
keren. Paket kedua berisi pomade yang cukup berkelas. Kedua endorse-an
ini dikirim melalui JNE oleh perusahaan yang bersangkutan.
Power bank telah
menjadi satu kesatuan bernilai dengan smartphone. Tiba-tiba saja saya
menerima pesan dari JNE bahwa paket telah sampai. Saya bertanya-tanya, paket
apa dan siapa yang kirim. Saya bergegas ke kantor JNE dan menerima paket yang
dibalut dalam plastik kecil. Begitu tahu pengirimnya siapa, saya terbahak. Memang
tidak diminta untuk endorse tetapi lebih kepada penghargaan kepada saya
sebagai blogger.
Ada-ada
saja kelakuan blogger saat ini. Aktif ngeblog dan di media sosial, saya
bisa dapat mug cantik ini. Mug ini dibungkus dengan ketat oleh
pengirim dan dibungkus lagi dengan kemasan keras oleh JNE. Saya bahkan susah
membukanya. Mug ini masih saya pakai untuk mengisi susu di pagi hari.
Tiga
barang elektronik dari menang lomba ini dikirim melalui JNE Express. Dua smartphone
dan tablet saya terima dalam kondisi baik. JNE membungkus ketiga barang
elektronik ini dengan benar-benar rapi, bagus, dan aman terlindungi. Kayu-kayu
yang dipaku dengan ketat membuktikan bahwa JNE menjaga dengan baik setiap
kiriman barang elekronik. Barang-barang elektronik sangat berarti bagi saya –
penerima lainnya – karena lecet sedikit bisa berakibat fatal. Ketiga barang ini
masih tampak mulus bahkan di antaranya sudah setahun lalu saya terima dari JNE
(tablet saya terima Agutus 2015).
Ini
satu-satunya paket yang sempat saya foto sebelum dibongkar isinya. Paket ini
berisi buku salah satu penulis terkenal. Paket ini bukanlah endorse atau
dari menang lomba. Saya membeli melalui online karena penasaran dengan
isi buku tersebut. Kenapa saya masukkan ke dalam tulisan ini, sekadar memberi
keyakinan  bahwa benar saya berhubungan
baik dengan JNE.
Apa
yang bisa JNE berikan kepada saya?
Keamanan Paket
Sejauh
ini, barang yang saya terima selalu dalam kondisi bagus. Baik hadiah lomba
maupun barang endorse. Paket yang berjenis smartphone atau tablet
(barang elektronik), agar terjaga keamanannya dipaketkan dengan cermat. Paket
ini diberi ‘kunci’ dengan kayu yang dipaku pada beberapa bagian. Kotak paket
yang terbungkus berada di tengah-tengah ‘bungkusan’ kayu tersebut. Keamanannya
tentu tidak akan mudah rusak jika paket dibanting atau tertindih dengan
barang-barang lain. Kamu yang sudah pernah menerima paket jenis barang
elektronik pasti tahu benar akan hal ini. Saya yang tidak mau kerepotan,
biasanya langsung meminta petugas JNE untuk membongkar kayu-kayu tersebut.
Mereka membongkar dengan senang hati dan saya hanya menerima paket yang
terbungkus rapi dalam kotak dan diplastiki dengan plastik berlogo JNE.
Pengiriman Cepat
Jakarta
ke Meulaboh sangat jauh jika dilihat dari peta, belum lagi paket harus transit
di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Jarak tempuh Banda Aceh ke
Meulaboh telah saya sebutkan di paragraf sebelumnya. Namun untuk kinerja JNE
daerah saya, belum ada kekecewaan tersembunyi. Paket yang saya terima selalu
tepat waktu. Pernah sekali saya mengalami kendala, pengirim paket mengabarkan
bahwa telah seminggu yang lalu paket dikirim. Saya langsung mendatangi kantor
JNE dan memperlihatkan nomor resi. Kesalahan yang terjadi adalah salah tulis
nomor ponsel saya di alamat pengirim pada kotak kiriman. Seandainya dalam
sebulan saya tidak mengambilnya maka paket tersebut akan dikembalikan kepada
pengirim.
Tanggung Jawab
Penerima
kiriman butuh kepastian. Apakah barang telah sampai? Apakah masih di jalan. Selain
bisa mengecek nomor resi melalui sistem online, JNE di tempat saya
bekerja dengan penuh tanggung jawab. Salah satunya adalah mengirim pesan
singkat kepada penerima paket apabila barangnya sampai. Jika dalam kota dan
area yang sanggup dijangkau mereka akan mengantarnya. Namun apabila tidak
diantar, telah diantar tidak ada orang, mereka akan mengirimkan pesan jika
tertera nomor ponsel penerima di lembaran bukti pengiriman.
Rela Berkorban
Masa
iya mereka mau mengirimkan pesan singkat kepada semua penerima paket? Satu
pesan singkat berkisar Rp.150 sampai Rp.200 dan bayangkan berapa banyak pesan
yang harus dikirim dalam tiap hari. JNE Meulaboh rela berkorban untuk
mengirimkan pesan tersebut, artinya mereka mengeluarkan biaya tambahan. Saya
melihat ini adalah sesuatu yang menarik, entah terjadi di JNE yang lain atau
memang di sini saja. Jika kita main hitung-hitungan, besar sekali materi yang
harus dikeluarkan oleh JNE Meulaboh untuk urusan ini. Jasa pengiriman yang
nggak mau repot, jika telah mengantar tidak ada orang, alamat salah, tentu saja
akan didiamkan di kantor mereka sebelum sebulan kemudian dikirim kembali kepada
pengirim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *