January 19, 2020

Mutiara Laut Selatan Indonesia yang Begitu Menggoda

 

South Sea Pearl, Mutiara dari Laut Selatan Indonesia
South Sea Pearl, Mutiara dari Laut Selatan Indonesia – Facebook Indonesian Pearl Festival 2016

“Lihatlah!
Ini mutiara dari Lombok!” Diana memamerkan gelang dan cincin bermata mutiara
warna putih keemasan. Diana adalah sosok yang begitu peduli dengan penampilan. Saya
mengenalnya sebagai seorang wanita yang fashionable. Bahkan, kain murah
saja bisa dipadukan dengan kain lain, dijahit dengan model unik, kesannya
sangat elegan, bersahaja dan stylish. Urusan pernak-pernik juga, Diana
tidak mau ketinggalan sama sekali.

“Mutiara
dari mana?” pancing saya. Saya tahu pasti bahwa Diana akan segera memulai
cerita yang syahdu di pagi itu.
“Bibi
saya baru saja pulang dari Lombok,” Diana mulai bercerita. “Biasalah, undangan
sastrawan gitu. Dia tanya, kamu mau saya belikan apa? Awalnya sih
minta kain tapi dengar-dengar mutiara Lombok itu indah sekali, ya terpaksalah
minta mutiara!” Diana menggebu-gebu sambil terkekeh. Sesekali ia memamerkan
butir mutiara di cincin warna emas. Mutiara sebesar jari manis itu tampak
halus, lembut, menggoda, bercahaya dan tentu memiliki cita rasa tinggi karena
berasal dari dalam negeri.
“Kamu
sih, waktu ke Lombok nggak mau beli mutiara!” celutuk Diana.
“Barang
mahal itu!” ujar saya. Benar saja. Mutiara di Lombok cukup mahal. Jelas harganya
saya tidak tahu karena waktu itu kami tidak bertanya sama sekali tentang harga
mutiara. Tahun 2014, saya memiliki kesempatan berkunjung ke Nusa Tenggara
Barat; ke lembah Sembalun, menikmati sunset di Senggigi dan buah stroberi
murah. Guide yang menemani kami sempat bertanya namun kami halau bahwa
mutiara belum termasuk oleh-oleh untuk saya bawa pulang ke Aceh.
“Bedalah
saya dengan Bibi kamu,” ujar saya pada Diana yang menyeringai melihat kilau
mutiara. Saya mengenal sastrawan Aceh, D Keumalawati, yang tak lain adik dari
ibu kandung Diana.
“Iya
sih, Bibi saya tuh kalau ke mana-mana suka beli barang-barang
kayak gini,” tambah Diana. Wanita ini semakin dibumbuhi semakin sedap
aroma percakapannya. Bukan niat membandingkan tetapi memang saya tidak
berencana membeli mutiara saat di Lombok.
Saya
tahu, mutiara Lombok memiliki keistimewaan tersendiri. Mutiara dari pulau ini
juga dikenal sebagai South Sea Pearl dengan nilai jual tinggi. Saat berjalan
mengelilingi Lombok, guide kami berpesan untuk hati-hati memilih mutiara
jika berniat untuk membelinya. Banyak sekali penjual yang menawarkan mutiara
dengan harga murah, padahal itu adalah mutiara dari air tawar atau Chinese
Fresh Water Pearl
. Keberuntungan yang belum memihak waktu itu, kami pun
tidak sempat singgah untuk melihat-lihat toko yang benar menjual mutiara asli
bukan ilegal seperti yang dimaksud guide ini.
“Satu
butir mutiara bisa dapat ongkos pulang-pergi ke Aceh!” canda saya yang diamini
oleh teman lain. Memang, keberangkatan saya ke Lombok hanya kebetulan karena
berkah dari menulis blog. Saya hanya membawa diri, sedikit tabungan untuk
oleh-oleh dan mutiara tidak termasuk ke dalam list karena terlalu tinggi
untuk saya impikan.
Perbincangan
tentang mutiara dari Lombok tidak hanya saat saya di sana ataupun aksi pamer
dari Diana. South Sea Pearl dikenal karena keelokannya yang belum ada
tandingan. Data pada tahun 2013 dan 2014, estimasi produksi lokal South Sea
Pearl
berhasil menembus 5,400 kilogram atau nyaris 50 persen dari total
estimasi produksi global yaitu 12,700 kilogram. (CNN Indonesia, 10/05/15).

Indonesia merupakan pusat mutiara laut selatan
(South Sea Pearl) terbesar di dunia. Budidaya mutiara adalah salah satu
aktivitas laut yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Tenaga kerja yang
bergerak di bidang mutiara Indonesia saat ini mencapai 5,000 orang tetap dan
1,500 orang musiman. – Joseph Taylor, Ahli Biota Laut Australia, dikutip dari
CNN Indonesia.

Mutiara
Indonesia sebenarnya telah dikenal ke ranah internasional, terutama South
Sea Pearl
. Mutiara ini sejatinya berasal dari genus kerang Pinctada
Maxima
. Mutiara ini juga termasuk salah satu mutiara terbesar di dunia
dengan rata-rata berukuran 8 mm sampai 22 mm dengan warna putih dan keemasan atau
percampuran antara keduanya. Pada dasarnya, produksi South Sea Pearl
terbesar yaitu 42 persen namun nilai produk berkisar pada 32 persen saja. Hal
ini karena mutu mutiara di Indonesia belum mencapai potensi terbaik, masih
banyak mutiara ilegal maupun alasan lain.
South Sea Pearl yang
murni dari Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Apabila kita menakar
nilai ekspor mutiara South Sea Pearl mentah dari Indonesia, sumbangan
yang dihasilkan cukup mengejutkan yaitu US$ 65-70 juta atau 30 persen dari
nilai ekspor global yang mencapai US$ 200 juta. Pusat trading mutiara laut di
dunia, termasuk South Sea Pearl, 80 persen berada di Jepang. Selain
Lombok, Indonesia mempunyai Raja Ampat, Bali, NTT, Maluku Selatan, Maluku
Utara, Manado, Kendari, Lampung, maupun Madura yang masih bisa dikelola dengan
baik sehingga South Sea Pearl muncul ke permukaan. (CNN Indonesia,
10/05/15).

Sejak 2005, Indonesia telah menjadi negara
produsen South Sea Pearl terbesar di dunia dengan memasok 43 persen
kebutuhan dunia. Indonesia menempati peringkat kesembilan dunia jika menilik
dari sisi perdagangan. – Saut P. Hutagalung, Direktur Jenderal Pengolahan dan
Pemasaran Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. (AntaraNews,
28/08/14).

Keindahan
laut selatan Indonesia tidak selalu berkaitan dengan terumbu karang dan biota
lainnya. South Sea Pearl yang menghasilkan ‘mutiara’ cukup besar untuk
negeri ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Mutiara memang indah sekali jika
dipakai oleh wanita. Nilai jual mutiara pun tidak main-main untuk ukuran
kantong freelance seperti saya. Hasrat hati ingin membeli sebutir
mutiara ketika menginjakkan kaki di Lombok tidak terealisasi dengan sempurna. Namun,
lepas dari itu, South Sea Pearl yang asli Indonesia tidak bisa
digadaikan begitu saja ke negara lain. Kini adalah saat yang tepat untuk
melebeli South Sea Pearl sebagai made in Indonesia sehingga dunia
fashion akan berkiblat kepada kita.
Kehadiran
South Sea Pearl di Lombok dan di daerah lain merupakan mahakarya dari
kesempurnaan laut Indonesia. Langkah model di atas catwalk dengan kalung
mutiara tentu tidak menarik apabila budidaya mutiara digenapkan dengan
begitulah adanya. Pemerintah Indonesia melalui pihak terkait memiliki pekerjaan
rumah yang lebih besar sehingga mutiara-mutiara yang tersimpan tidak tergerus
oleh ombak. Jika dibawa ombak ke lautan lepas, bagian mana yang menyesak dada selain
sengara.
Indonesia
South Sea Pearl

dimulai sejak mutiara ada di laut selatan. Lenggak-lenggok model di pentas
dunia bahkan kehidupan sebenarnya seperti kisah Diana, hanya segelintir pameran
dari South Sea Pearl yang semestinya terus dikembangkan. Ada keinginan
tersendiri, jika saya kembali ke Lombok suatu saat nanti, saya ingin membawa
sebutir mutiara untuk dikalungkan pada leher orang terkasih. Saya juga yakin sekali,
bahwa di antara kita pernah memimpikan kalung dengan liontin mutiara warna keemasan.
Mewah. Elegan. Bercahaya. Siapa tahu, masa itu akan bermuara ke sana!
***
Referensi:
1.
AntaraNews: http://www.antaranews.com/berita/450755/indonesia-produsen-mutiara-laut-selatan-terbesar-di-dunia
2.
CNN Indonesia: http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150510120239-92-52292/miris-masa-depan-mutiara-terbaik-dari-indonesia/ 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *