January 19, 2020

5 Faktor Lulus Tes Kuliah Jalur SNMPTN dan SBMPTN

5 Penentu Kelulusan Kuliah Jalur SNMPTN dan SBMPTN. Faktor-faktor lulus SNMPTN dan SBMPTN. Lulus SNMPTN karena nilai raport tinggi. Lulus SBMPTN karena belajar. 

Kamu
pasti sedang mengalami masa-masa sulit, bukan? Gagal move on atau gagal
paham mengenai masa depan. Soal move on dari mantan pacar yang enggan
kamu ceritakan, nggak masalah sih. Tetapi soal gagal paham mengenai bagaimana
dan apa yang harus saya lakukan untuk masa depan,
saya punya solusi untuk
itu.
Duduk
di kelas Duabelas selalu dihantui perasaan galau, bahkan lebih galau saat kamu
diPHPin sama siapa itu namanya. Galau gagal dapetin pacar gampang
banget kamu dapetin yang lain, belum lagi jika rupa kamu itu
ganteng luar dalam. Aih! Nggak tahanlah siapapun yang lirik kamu. Cewek maupun
cowok. Eh, masa kini memang lagi heboh model begituan kan? Pacarnya nggak cukup
cewek saja!
Rahasia sukses kuliah – scholarsofficial.com

Tapi
ni, galau memilih jurusan kuliah bahkan lebih miris dari yang kamu
bayangkan. Rata-rata siswa kelas Duabelas kepala
bakal pecah ketika
melihat deretan jurusan pilihan di kampus plat merah. Kedokteran sudah pasti
masih ke dalam kantong orang tua kamu, atau malah kamu sendiri.


Psikologi termasuk
jurusan favorit walaupun agak membingungkan kamu jika selesai kuliah pulang
kampung. Kamu tahu dong ya orang kampung itu jarang sakit jiwanya, yang
ada cuma lelah ke sawah saja. Teknik adalah pilihan jurusan untuk mereka yang macho­-macho
saja sih, walaupun sekarang agak susah membedakan arti macho
sebenarnya.

Ilmu Keguruan kayaknya jadi pertimbangan khusus karena iming-iming
gaji besar jika lulus PNS nanti. Tapi ya begitulah, guru PNS dan sertifikasi
banyak sangat banyak dan nggak bakal pensiun saat kamu lulus 4 tahun ke
depan. Jurusan-jurusan lain nggak kalah menggiurkan untuk kamu yang
galau tingkat dewa. Iya sih, dewa itu nggak tahu berada di tingkatan
mana tetapi kemampuan dalam diri, kamu tahu berada di tingkat mana.

Pilih
jurusan, baik melalui jalur undangan – sekarang SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk
Perguruan Tinggi Negeri) – maupun testing, sama-sama memperhitungkan lima
faktor ini. Kamu nggak perlu ikut-ikutan si Ganteng masuk kedokteran atau si
Cantik masuk psikologi. Kamu hanya perlu mantapkan diri, saat ini kamu sedang
berada di tingkat mana?

Kenali Kemampuan Kamu

Dari
kecil hingga kelas Duabelas, kamu paham betul bisa
ngitung atau ngapal.
Saat guru Fisika menjabarkan rumus kecepatan maupun penerapan Hukum Hewton
tentang gerak, pikiran kamu ada di mana. Bisa saja kamu cepat sekali
nangkep
soal rumus segitiga jika diketahui a dan v ditanya t. 


Bisa saja kamu malah
nggak tahu siapa si a, si v dan si t. Otomatis jurusan berbau IPA jauh-jauh deh
dari hasratmu. Namun jika guru Bahasa Indonesia masuk dengan sejurus
puisi-puisi Pujangga Lama kamu pun nggak bisa hapal, nah ini ni yang malah
kelimpungan.

Kemampuan kamu ada di mana? Jangan-jangan cuma bisa main bola
saja. Jika demikian, jurusan kuliah yang wajib kamu isi di kolom formulir
adalah yang berkaitan dengan kemampuan fisik!

Kenali Bakat Kamu sebelum Menyesal Salah Jurusan

Sejak
kecil, kamu suka main bola. Rata-rata anak cowok
kan begitu. Namun itu
bukanlah tolak-ukur untuk memilih jurusan. Bakat itu mengalir seiring kamu
mempelajari pelajaran di sekolah dan ilmu sosial. 



Misalnya, saat ibu kamu masak
tiba-tiba
blender mati mendadak. Tahu-tahu tangan kamu mencokeh di salah
satu bagian dan
blender hidup kembali. Inilah bakat alami bahwa kamu
akan bermain dengan ilmu-ilmu terapan. Jika kamu gemar mengkhayal rumah mewah,
gedung tinggi, terbang ke angkasa, atau soal-soal hantu cantik rupa. 



Kamu akan
menjadi sastrawan perkasa dengan imajinasi tersebut. Jurusan apa yang mesti
dipilih, kamu selaraskan kembali dengan bakat yang sebenarnya tidak terpendam
dalam diri kamu. Asalkan kamu berani mengeluarkan bakat tersebut dengan benar,
kamu telah berada di garis yang seharusnya.


Baca Juga:

Karena ZenBook, Cinta Sejati Enggan Dibagi Dua

Bakat ada karena terus diasah. Tanpa diasah bakat kamu akan sia-sia dan tidak berguna sama sekali. Meskipun sadar akan kemampuan tetapi tanpa tahu bakat maka pengorbanan akan sia-sia.

Kenali Minat Agar Sukses Saat Kuliah

Bakat saja tidak cukup tanpa minat. Bakat kamu mengutak-atik listrik tapi kamu sama sekali nggak berminat untuk menjadi pekerja PLN. 
Kamu boleh tinggalkan jurusan yang berkenaan dengan hal tersebut. Kamu memang sangat berbakat menghitung tetapi kamu sangat berminat menjadi penulis terkenal. Kamu dapat memilih jurusan yang ada hitung-hitungnya dan menulis sambil lalu. 
Kamu tinggalkan jurusan eksakta dan pilih jurusan sastra. Tapi jangan lupa, ilmu pasti butuh tentor untuk diajarkan sedangkan ilmu sastra cukup dengan membaca dan menulis. Sama saja bohong jika kamu ingin menjadi penulis tetapi tidak menulis dan membaca namun hanya belajar soal tata bahasa saja!

Cari Tahu Peluang Lulus di Jurusan yang Kamu Incar

Memilih
jurusan sama dengan mencuri. Ketepatan pilihan sangat tergantung pada
persaingan. Ingat, bukan cuma kamu saja yang memilih Farmasi. Bukan cuma siswa
kelas Duabelas di Jakarta saja yang memilih Hukum di UI. 



Bukan hanya anak-anak
Bandung saja yang memilih Pertambangan di ITB. Kamu ciptakan peluang itu dengan
mengamati nilai-nilai di rapor saat melalui jalur undangan. Jangan paksa untuk
memilih Sastra Inggris sedangkan nilai Bahasa Inggris selalu pas-pasan. 



Kamu yakinkan
diri bahwa mampu menjawab soal-soal testing dengan benar jika ingin memilih kedokteran.
Jangan pula sudah beli formulir mahal eh kamunya malah tidur-tiduran sebelum
hari ujian dimulai.

Soal Keberuntungan Itu Pasti Berpihak

Ini
sih soal “perjudian” selama mengikuti jalur masuk perguruan tinggi, baik
melalui jalur undangan maupun testing. Soal beruntung dan tidak sebenarnya
kembali kepada empat hal di atas. Kamu benar-benar yakin sekali bisa fokus
kuliah Statistik namun lulus di Sastra Arab. 



Kamu yakin betul akan jadi dokter
terhebat maupun psikolog terbaik, sayangnya keduanya tidak lulus. Jika jalur
undangan dan testing telah dilalui dengan pemilihan jurusan yang sama dan tidak
lulus juga. 



Kembali ke empat hal di atas. Selaraskan kembali dan pilih jurusan
berbeda. Peruntungan kamu bisa jadi bukan sebagai dokter atau guru. Kamu lebih
baik jadi arsitek. Kamu lebih ulet jadi programmer. Keberuntungan ini akan
berujung pada masa depan kamu, setelah lulus kuliah nanti.



Nah,
mau kemana kamu setelah hari ini? Keputusan hari ini adalah jawaban
kehidupannya berikutnya. Saat tak lagi manja kepada orang tua. Saat tak lagi
galau karena putus pacar. Saat kamu fokus pada kuliah itulah kehidupan dewasa
kamu dimulai.



Salah pilih jurusan, siap-siap kamu galau sepanjang perkuliahan. Sebelum memulai kuliah beberapa bulan lagi, kamu bisa cek terlebih dahulu Promo Maret Tokopedia untuk mendapatkan segala kebutuhan kuliah dengan harga murah. Jangan lupa juga catat Kalender Promo Tokopedia karena segala kebutuhan kulian bisa didapatkan dengan mudah. 

Promo Tokopedia Maret.

Tentu saja, kamu akan membutuhkan laptop, sepatu model terbaru, baju baru, beberapa potong celana baru, bahkan ransel yang benar-benar stylish dan sesuai gaya anak kuliahan. Belanja secara online tidak hanya memudahkan kamu tetapi juga bisa berhemat. Jangan lupa juga, alasan kamu berhemat tak lain solusi untuk menutupi tahun pertama kuliah seperti SPP, uang pembangunan, sewa kamar dan lain-lain yang sekali bayar. Jadi, belanja dar sekarang bisa membuat kamu lega saat sudah memulai perkuliahan nanti. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *