January 24, 2020

Kemenangan Tim 22 ASUS The Incredible Race Dimulai dari Tebak Lagu

Juara Asus Incredible Race
Tim 22 Juara ASUS the Incedible Race, Nusa Dua, Bali, 08 September 2016
Nusa
Dua, Bali, yang tidak begitu bersahabat pagi itu, 08 September 2016, gerimis
tiba-tiba muncul, hujan melebat tak sengaja dan mendung membayang hampir
menutupi pandangan. Tertatih saya beserta blogger lain keluar dari Hotel Courtyard
by Marriot Bali menuju Inaya Putri Bali. ASUS The Incredible Race
Indonesia
dimulai dari sana. Jalan setapak yang dilalui untuk sampai ke
titik start berembun manja dengan rumput-rumput yang mengeluarkan aura
dingin. Sepanjang jalan yang basah, gelak tawa dan langkah cepat menghibur hari
menuju kemenangan di senja nanti. Game seru yang dilaksanakan oleh ASUS
Indonesia kali ini melibatkan lebih 500 peserta yang terdiri dari blogger,
media partner dan dealer.
Hotel Courtyard by Marriot Bali
Hotel Courtyard by Marriot Bali, Nusa Dua, Bali – Photo by Bai Ruindra
Sarapan dulu di Hotel Courtyard by Marriot Bali – Photo by Bai Ruindra
Sepanjang
jalan menuju Inaya Putri Bali, saya bertanya-tanya siapa saja yang tergabung
dengan Tim 22, sesuai dengan keterangan di tag name yang telah saya
kalungkan. Jalan menuju ke tempat kami berkumpul ini menampilkan pemandangan
yang menarik; bangunan eksotik, monumen, air mancur, pura, dan orang-orang
berjualan di bawah gerimis serta payung kuning seakan-akan di sana akan atau
baru saja digelar pesta pernikahan.
Patung dan Pura Nusa Dua Bali
Salah satu yang menarik di sepanjang jalan Nusa Dua, Bali – Photo by Bai Ruindra
petugas kebersihan di nusa dua bali
Petugas kebersihan di Nusa Dua, Bali – Photo by Bai Ruindra
Salah satu pintu masuk hotel yang memiliki ciri khas Bali – Photo by Bai Ruindra
Gaya Eropa menuju Inaya Hotel Bali – Photo by Bai Ruindra
Seorang ibu berjualan di jalan menuju Inaya Hotel Bali – Photo by Bai Ruindra
Jalanan yang sepi – Photo by Bai Ruindra
Setelah
melalui lorong yang bercita rasa Eropa, kami sampai ke “pintu” masuk ASUS The Incredible
Race. Lautan manusia putih dibaluti oleh mendung di bibir pantai ini. Suara
musik menghentakkan telinga. Pengumuman terdengar nyaring, mengabarkan untuk
semua peserta mencari kedudukannya masing-masing. Saya celingak-celinguk ke
papan nama yang diangkat tinggi-tinggi oleh Pemandu Tim 22, yang kemudian saya
tahu namanya Desi. Desi seorang wanita berkerudung yang terlihat sangat
antusias sejak perkenalan kami di
game ini.
Lautan manusia yang siap bertempur dalam ASUS The Incredible Race – Photo by Bai Ruindra
Mulai pertarungan – Photo by Bai Ruindra
Tim
22 terdiri dari media
partner dan blogger. Perkenalan yang singkat,
sambil lalu, di bawah gerimis yang tiba-tiba datang lagi, kami berkumpul jadi
satu dari Banda Aceh, Bandung dan Bali. Gerak cepat pun dimulai, penentuan
ketua tim dan grup
WhatsApp dibuat. Khirzan Noeman, seorang pria yang gagah,
tampan, lembut di sisi berbeda, mata sipit, berkacamata dan berasal dari
Bandung kami tunjuk sebagai ketua. Yudhi Raven kemudian mengemudi sebagai Group
Admin di
WhatsApp dengan lebel yang cukup keren, Zenfone 3 109 Juta.
Grup ini dibentuk untuk memudahkan komunikasi Tim 22. Bisik-bisik di grup mulai
terasa seperti perkenalan, saling menyemangati dan optimis menang.
ASUS
The Incredible Race mulai terasa auranya begitu melewati pukul 09.00 WITA. Semua
peserta tiap tim sudah menentukan ketua dan telah menerima arahan dari panitia.
Khirzan memberikan arahan kepada kami dengan cepat dan memburu waktu sambil menscan
barcode
yang telah diberikan untuk memulai game. Zenfone 3 yang
telah diisi baterai dengan penuh dan paket data dari simPATI sebesar 3GB siap
menemani keseruan ini. Barcode yang telah discan pada aplikasi
QR Droid menunjukkan arah station pertama, ke Novotel Bali Nusa Dua Hotel
& Recidences.

Baca Juga
Zenfone 3 dan Cita Rasa Bali dalam Zenvolution

Google
MAP pun dibuka. Arah jalan telah ditentukan. Khirzan mengomandoi kapal kami
dengan langkah cepat di depan barisan. Tim lain juga berburu waktu di samping
kanan, depan dan belakang. Semangat pagi masih terasa. Misteri di station
pertama masih tanda tanya. Satpam yang berdiri di entah pintu masuk hotel apa
menjadi pelipur sebuah pertanyaan, “Di mana Novotel?”
Arah
ditunjuk, langkah semakin cepat. Begitu Novotel Bali Nusa Dua Hotel &
Recidences terlihat di depan mata, kami bersorak. Hati kami berlabuh ke sini
dan memulai permainan dengan menakjubkan. Karena satu hal yang dimulai dengan
mudah, bisa saja langkah ke depan juga terasa ringan. Permainan pertama di
station pertama adalah Tebak Lagu, sebuah game yang
“ringan” untuk mereka yang datang dari Bandung. Aktivitas teman Bandung sebagai
penyair radio menyantap lagu-lagu barat yang diperdengarkan dengan rakus. Yudhi
dan Fearly adalah pahlawan kami di babak ini. Tak lebih 10 menit keduanya mampu
menebak 20 lagu. Bahkan, beberapa lagu langsung bisa ditebak walaupun baru mendengar
intro saja. 1 poin dikonversikan menjadi uang senilai Rp.100.000. Station
pertama kami telah mengantongi Rp.2.000.000 dengan landing sempurna.
Khirzan
kembali melakukan scan barcode yang telah diberikan oleh station
pertama ini. Gerak kami semakin semangat. Tebak-menebak permainan apalagi yang
akan kami lalui jadi semakin seru. Station kedua cukup jauh dari Novotel namun
kami begitu semangat mencapainya. Semangat itu luntur sejenak begitu tiba di
station kedua kami harus mengantre selama 30 menit untuk dapat berkeliling
dengan kendaraan yang telah disediakan panitia untuk menguji ketangkasan kamera
dan rekaman video Zenfone 3. Pernah berpikir bahwa kapal kami dengan nahkoda
yang tegas dan bijaksana ini akan mendayung lebih pelan. Namun tidak demikian,
station kedua ini kami lalui dengan hampir sempurna walaupun tidak sampai
membawa 20 poin.
Jalanan Nusa Dua, Bali yang romantis – Photo by Bai Ruindra
Istirahat sejenak Tim 22
Selanjutnya,
Paninsula Island! Itu hasil scan barcode untuk Tim 22. Desi sebagai
pemandu kami sedikit demi sedikit mulai mencair. Semula Desi cukup sukar
membuka diri, perlahan mulai mengiyakan. Entah karena panas yang semakin menyentak
kepala atau karena lelah begitu saja. Paninsula Island merupakan sebuah tempat
wisata di Nusa Dua. Jaraknya cukup jauh dari station kedua bahkan dari Bali Collection,
tempat seharusnya kami makan siang. Waktu telah sampai pukul 11.30, tiap
station akan tutup pada pukul 12.00 sampai 13.00. Kami mengalami pro dan
kontra. Ada yang ingin terus lanjut, ada yang berhenti sejenak. Setelah
berdekat panjang lebar, akhirnya kami makan siang terlebih dahulu di salah satu
restoran area Bali Colletion dengan voucher Rp.150.000.
Permainan
ini terasa telah sangat melelahkan di siang terik. Kami belum menyerah. Desi membisikkan
bahwa kami masih unggul dari tim-tim lain. Semangat kembali menyala. Gerak langkah
berpacu dengan cepat untuk mencapai Paninsula Island.
panisula island nusa dua bali
Paninsula Island yang menawan – Photo by Bai Ruindra
Wisatawan di Paninsula Island, Nusa Dua, Bali – Photo by Bai Ruindra
Berduaan itu berjuta rasanya – Photo by Bai Ruindra
Istirahat dulu sebelum panjat bambu kering – Photo by Bai Ruindra
Paninsula
Island yang menawan di bawah terik matahari membuat lelah terasa sepoi-sepoi. Di
setiap sudut pantai ini, orang-orang bercengkrama bersama keluarga mereka. Bule-bule
berjemur dan mandi laut seadanya pakaiannya. Tantangan pertama adalah melatih
keseimbangan kamera Zenfone 3. Tubuh yang lelah tetap saja tak melawan saat
ditatih ke atas bambu kering. 15 menit waktu yang diberikan telah kami lalui
dengan poin hampir 20, saya lupa jelasnya berapa.
Barcode discan
kembali dan kami menuju station berikutnya di dekat ini. Jalan tikus kami
tempuh untuk mencapai station yang ternyata sedang istirahat. Di station ini,
sedikit memaksa kami meminta panitia untuk segera memberikan tantangan yang
kemudian kami tahu untuk menguji fitur HDR Pro dari Zenfone 3. 20 foto
diberikan, kami menyebar, namun hanya 16 foto yang kembali kami bawa pulang dengan
hasil tangkapan kamera sesuai foto yang diberikan panitia tepat waktu sebelum
usai 15 menit.
Ada
beberapa pos lagi yang kami lalui, sebagian mencapai poin 20, sebagian tidak. Kisah
lucu tentu saat kami ditantang untuk menari Bali. Gerak yang sama sekali belum
kami tahu, kecuali peserta dari Bali. Permainan yang tercepat setelah menebak
lagu adalah memotret dengan fitur Low Light di Hotel Courtyard by Marriot Bali.
Khirzan begitu tangkas membagi tugas kepada semua anggota tim sehingga tak
sampai 10 menit, kami telah berhasil memotret 20 objek di dalam gelap dengan
sempurna. Tentu yang menjadi kelucuan lain adalah bermain Pokemon GO di Zenfone
3 pada area Bali Collection. Rata-rata dari Tim 22 belum mahir bermain Pokemon
GO namun kami berhasil menangkap 50 lebih Pokemon sebelum 15 menit.

Titik
finish itu pukul 15.30 WITA. Desi mengabarkan bahwa poin kami telah
sampai 144, lebih besar dari tim lain. Namun, Desi juga mengatakan bahwa telah
ada tim lain yang finish terlebih dahulu. Cemas mulai muncul. Pengumuman
kemenangan baru akan dilakukan di Gala Dinner. Tetapi, medali tanda jadi juara
telah kami kalungkan.
Gigit medali biar kayak orang-orang, Tim 22 yang kompak.
Selfie lagi bareng seleb blog
Penat
dan kusut telah tak lagi didefinisikan. Bus-bus telah berderet untuk mengantar
kami ke hotel untuk persiapan Gala Dinner. Kepala terayun ke kiri dan kanan. Sampai
di Hotel Courtyard by Marriot Bali, penyambutan sempurna dilakukan oleh seorang
gadis Bali dengan pakaian adatnya. Istirahat sejenak, lalu persiapan menuju
Nusa Dua Convention Centre. Gala Dinner akan dimulai pukul 19.00 WITA.
gadis bali
Gadis Bali – Photo by Bai Ruindra
Senja dari Nusa Dua, Bali – Photo by Bai Ruindra
Inilah
kemenangan Tim 22, dimulai dengan landasan mulus, tersendat-sendat di bagian
tengah dan kembali melaju kencang di babak akhir. Semua lelah itu terjawab sudah
saat pembawa acara Gala Dinner menyebut Tim 22 menjuarai ASUS The Incredible
Race
dengan total poin 194 – 144 ditambah bonus 50. Sorak membahak. Kami
terpingkal. Terima kasih untuk Desi sebagai pemandu. Terima kasih untuk
semangat dan kekompakan Tim 22. Terima kasih untuk ASUS. Terima kasih
untuk Zenvolution. Dan terima kasih untuk Zenfone 3. Kalian luar
biasa!
Sang Juara ASUS the Incredible Race, Tim 22

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *