January 24, 2020

Apa Keistimewaan iPhone 7 sehingga Dinanti Bagai Dewa di Indonesia?

iPhone 7 – phonearena.com
iPhone
7 akan segera dijual di Indonesia dan telah wara-wiri melalui preorder di situs
belanja online. iPhone 7 sejatinya telah lama ‘laku keras’ di luar Indonesia
namun baru bulan ini mulai dipasarkan. Bahkan, informasi yang masih simpang
siur menyebutkan bahwa petinggi Apple terbang langsung dari Cupertino ke
Jakarta untuk melakukan launching iPhone 7. Berita besar jika ini benar-benar
terjadi. Alasannya, Indonesia selalu menjadi anak tiri oleh perusahaan yang
masih disegani dunia ini. Indonesia masih dianggap sebagai negara yang nggak
laku untuk berjualan namun tampaknya anggapan tersebut salah karena iPhone “diklaim’
laku keras di pasar Indonesia, mungkin saja untuk kalangan orang kaya.

Produk
Apple sudah sejak dulu dikenal sebagai produk kelas premium (kelas atas)
sehingga tidak semua orang dapat membelinya. Harga yang mahal katanya sesuai
dengan interface dan juga pelayanan yang diberikan oleh Apple. Mungkin saja
benar, mungkin juga salah karena rata-rata pengguna smartphone memiliki
kriteria tersendiri dalam memainkan hal ini. Ingat dengan Nokia, bukan? Bahkan sampai
saat ini pengguna zaman dulu masih mengingat nama Nokia dengan baik. iPhone
juga demikian karena ‘sesuatu’ yang menendang badan sampai tersungkur itu
dimulai dari produk ini walaupun kemudian tidak selamanya benar.
Mengapa
iPhone 7 layak dinanti? Sama halnya dengan jajaran produk iPhone sebelumnya, fanboy
– sebutan untuk penggemar iPhone – rela mengantri untuk mendapatkan generasi
iPhone terbaru. Di sisi lain, ada sebagian yang rela menjual organ tubuh untuk
dapat membeli sebuah iPhone. Di satu sudut berbeda, sebagian termehek-mehek
karena memikirkan kredit iPhone yang telah sampai tanggal bayar. Namun begitu,
iPhone tetap dicintai dan selalu mendapat perhatian lebih tiap kali launching.
iPhone
memiliki sisi yang tidak ada pada produk lain. Kekuatan ini menjadi landasan
bahwa mereka masih disegani dan dinanti oleh sebagian kalangan – bukan semua
kalangan karena tidak semua orang menanti produk iPhone dan sebagian malah
telah mencintai produk lain dari jajaran Android. Istimewanya iPhone sehingga
dianggap sebagai ‘dewa’ oleh sebagian orang ini karena keistimewaan itu hanya
milik mereka. Lantas, apa saja keistimewaan itu?
Pertama,
tercatat Apple hanya mengeluarkan satu produk saja dalam satu tahun. Sepanjang 2007
sampai 2017 bisa dilihat bahwa Apple begitu konsisten dalam mengeluarkan
produk. Apple bermain pada kepuasan konsumen pada satu produk sehingga tidak
mengeluarkan produk lain pada tahun yang sama. Jika telah mengeluarkan iPhone 7
maka Apple tidak akan mengeluarkan iPhone-iPhone dengan label berbeda di tahun
itu. Baru dua tahun terakhir iPhone mengeluarkan 2 varian saja, yang berbeda
ukuran (inci) namun tetap memiliki penamaan yang sama. Konsistensi Apple dalam
mengeluarkan produk ini selalu terjadi dan Apple seakan menanti produk
sebelumnya basi baru mengeluarkan yang baru dari oven yang masih hangat.
Kedua,
harga mahal (premium). Sebenarnya ini kembali kepada gengsi semata. Saat ini
produk-produk lain juga telah memiliki rentang harga yang mahal untuk produk
terbaik mereka. Namun kembali ke premiumnya Apple bahwa mereka seakan premium
dari segala sisi. Mulai dari produk yang elit sejak munculnya, aplikasi yang
ketat, sukar disusupi sampai hal-hal lain yang membuatnya semakin elit. iPhone
juga yang mempopulerkan cassing aluminium sampai kaca sehingga elitnya kembali
diraih dengan mantap.
Ketiga,
iPhone adalah produk yang berbeda di awal munculnya. Full layar sentuh menjadi
pembeda dengan produk yang lain. Memang bukan iPhone yang mempopulerkan layar
sentuh tetapi untuk full layar sentuh adalah miliknya. Pembeda yang mencolok
itu menjadikan iPhone barang yang langka sampai produk-produk lain mengekor –
disebut – mengiblat kepada iPhone. Kenapa hal ini terjadi karena keberuntungan
iPhone yang mencolok tidak hanya karena bentuk yang berbeda namun sistem
operasi yang beda. iPhone memulai dengan sistem operasi yang hanya untuk mereka
sendiri dan disebut sebagai sistem operasi mobile yang terbaik sejauh ini
meskipun Android telah mengejar dengan ketat.
Keempat,
keistimewaan dalam sistem operasi. Benar sekali bahwa sistem operasi iOS yang
menangcap dalam iPhone merupakan sistem operasi yang sukar diobrak-abrik. Meskipun
iOS pernah disusupi mereka yang suka mencuri, sistem operasi ini tetap menjadi
yang terdepan untuk keamanan. Alasan yang pasti dan kuat bahwa sistem operasi
ini bersifat tertutup sehingga sukar untuk ditembus untuk disusupi.
Kelima,
di Indonesia sendiri, walaupun kebenaran masih diragukan namun Apple telah
menggelontorkan rencana dengan membangun pusat riset dan pengembangan demi
memenuhi aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Apple membangun
Innovation Center untuk industri software senilai USD 40 juta. Poin ini yang
menjadikan iPhone 7 menjadi istimewa di Indonesia karena akan memenuhi syarat
masuk. Meskipun syarat ini belum sepenuhnya berjalan tetapi dengan dilaunching
besar-besaran bisa jadi TKDN segera terlaksana.
Keenam,
kesan pemakai iPhone adalah orang kaya. Budaya ini yang sukar dibuang. Walaupun
iPhone yang memilik harga serupa dengan produk lain mencapai Rp.10.000.000
lebih tetap saja iPhone terdepan dalam penilaian seseorang.
Ketujuh,
iPhone memiliki kelas tersendiri. Pengguna iPhone seakan memiliki kelas
tersendiri yang mirip dengan anak-anak elit di sekolah elit pula. Pengguna iPhone
seakan melambung tinggi ke tingkat tertinggi dalam bermain-main bahkan
memamerkan produk unggulan terbaru. Wajar jika Apple memberikan pelayanan
terbaik karena pengguna iPhone yang setia bahkan membeli mati-matian produk
ini.
iPhone
bagaikan ‘dewa’ yang selalu dipuja. Peluncuran yang dibundling oleh salah satu
operator sedang ditunggu oleh fanboy. Kita tunggu saja bagaimana gerakan iPhone
di Indonesia. Apakah laku keras sesuai ekspektasi? Atau hanay ‘laku keras’ saja
tetapi jarang kita lihat orang membawa iPhone 7 di jalan, di mana-mana! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *