January 26, 2020

Kantuk Hilang dengan Secangkir Kopi di Gunung Terindah di Aceh

Kopi terenak di Aceh
Kopi yang bikin candu! – photo by Bai Ruindra
Kopi bisa menghilangkan kantuk? Seorang traveler wajib tahu tentang ini. Namun semua kembali ke
soal rasa sih. Saya mengatakan kopi bisa menghilangkan kantuk,
belum tentu kamu mengiyakan.

Sepeda
motor matic saya melaju kencang di jalan lintas barat Aceh. Saya memang
bukan pengendara ulung namun cukup sering berkendara selama 4 sampai 5 jam ke
Banda Aceh. Nikmat saja berkendara sambil menikmati pemandangan laut yang biru,
alam yang sejuk, pengunungan yang tinggi, sisa-sisa tsunami yang membisu dan
hal-hal lain yang membuat rasa syukur itu melankolis.
Lelah
sudah pasti, kantuk bisa saja datang. Saya harus mencari tempat yang cocok
untuk berhenti sejenak. Selain SPBU, puncak gunung ini menjadi salah satu pilihan
terbaik untuk istirahat sejenak.
Karena
apa?
Saya ingin ngopi, ingin makan mi atau minum air kelapa muda.
Saya
menepikan sepeda motor di tempat parkiran yang telah tersedia. Angin sepoi-sepoi
dari laut terasa menyejukkan wajah. Jalanan sepi berbaur dengan keheningan yang
kemudian menjadi kekhusyukan tersendiri. Adik saya telah terbirit-birit
terlebih dahulu, mencari kamar kecil. Saya memilih tempat yang cocok untuk
menghadap ke lautan lepas. Sebuah pulau dengan megah dan kokoh ada di sana. Pulau
itu tak goyah bahkan menghilang akibat tsunami akhir tahun 2004. Pulau itu
tetap saja menarik dan eksotik. Entah siapa yang pernah ke sana. Entah siapa
pula yang tinggal di sana.
“Mau
pesan apa, Bang?” seorang wanita yang saya taksir berusia 35 tahun itu bertanya
saat adik saya telah duduk dan mengarahkan kamera ponselnya ke segala sisi.
“Kopi,
kelapa muda dan mi,” tiga menu ini adalah favorit di sini. Terlebih kopi itu. Aromanya
khas sekali. Kekentalannya terasa sampai ke ubun-ubun. Ampasnya bahkan lebih
banyak dari kopi itu sendiri. Namun soal rasa, kopi ini bisa menghilangkan
kantuk seketika!

Pesanan
kami datang kira-kira sepuluh menit kemudian. Kami siap menyantap mi dengan
lahap, mengisi perut yang keroncongan. Setengah perjalanan telah dilalui dan
kami butuh tenaga untuk menggerakkan tubuh kembali. Kelapa muda yang segar
menambah kebutuhan akan air di dalam tubuh. Sebagai candu yang kuat, kopi telah
tersedia dengan manis, menggoda, kafein tingkat tinggi dan sekali aduk aromanya
langsung menyengat.
“Inilah
kopi Geurute!” seru saya seakan kepada diri sendiri. Cangkir kopi yang
sederhana. Kemasan yang sama sekali tidak menarik untuk pecinta kuliner kelas
atas. Ampas yang nggak banget jika menilai dari estetika sebuah minuman
berdasarkan level lebih tinggi. Cara seduh yang ‘kampungan’ sekali padahal
harganya jauh lebih mahal. Tetapi, tahukah kamu keunikan dan kenikmatan itu
bisa datang dengan sendirinya?
Rasa
kopi di atas Gunung Geurute ini memang tidak seberapa dengan kafe-kafe kelas
atas. Kopi ini diseduh dan disajikan dengan rasa kampung. Keunikan inilah yang
kemudian membuat kamu terbelalak dan membahak dalam hati. Sedikit saja kamu
meneguk kopi ini, pelurunya langsung menancap ke dasar otak, memberikan
atmosfer lebih baik, membidik kantuk, meledakkannya seketika. Kekuatan kopi
Aceh di atas Gunung Geurute memang tiada tanding. Kopi ini sangat cocok untuk
kamu yang melintasi barat selatan Aceh. Persinggahan yang beraroma laut, gunung
tinggi, jalan sepi dan aneka makanan yang dijual lebih mahal jika kamu turun ke
bawah gunung ini.

Gunung
Geurute dikenal sebagai salah satu tempat termenarik jika kamu melintasi barat
Aceh. Gunung ini adalah akhir dari perjalanan panjang untuk melepas lelah. Terletak
di kawasan Aceh Jaya, Gunung Geurute menjadi objek wisata tersendiri. Tidak hanya
kopi yang bisa menghilangkan rasa kantuk saja, pemandangan Lamno di bawah sana
cukup baik seperti hamparan lukisan mahakarya. Hitung-hitung, jika kamu sedang
mencari wanita mata biru di kawasan Lamno, secangkir kopi di atas Gunung
Geurute ini bisa mengobati rasa penasaran terlebih dahulu. Dari atas ini pula
kita dapat melihat panorama alam yang terhampar luas. Laut biru mengarung
dengan kencang.
Kopi
di atas Gunung Geurute membuat saya kangen sesekali. Jika bepergian dengan
sepeda motor, saya sempatkan untuk berleha-leha sejenak di sini. Sebenarnya rasa
yang membuat kopi di sini nikmat karena saya butuh tenaga lebih kuat agar
sampai ke Banda Aceh atau sebaliknya ke Meulaboh. Rasa kantuk itu tentu perlu
obat agar saya tidak kelabakan dalam berkendara.
Jalan
yang dilalui juga menarik kok. Gunung terbelah menjadi objek foto
menarik jika kamu berani di tengah jalan. Kudu hati-hati kalau soal ini,
kendaraan yang melintasi jalanan ini selalu dalam kecepatan tinggi. Eh, kamu
boleh juga menyediakan pisang untuk memberikan kepada tamu istimewa di
tengah-tengah jalan.
Tamu
itu adalah monyet yang selalu manja jika ada yang menepikan kendaraan mereka. Pasukan
monyet tak akan malu menyerbu karena insting akan pisang enak akan mereka
dapatkan begitu saja. Monyet-monyet ini biasanya berkelompok dan mereka cukup
sering bermain di jalanan yang sepi, yang tiba-tiba dilintasi oleh kendaraan
satu persatu.
Kamu
yang akan melintasi barat Aceh, boleh deh mampir dulu di atas Gunung
Geurute ini. Secangkir kopi akan membuat kamu kangen akan keindahan alam Aceh
dari atas gunung ini. Saya juga yakin, kantuk
kamu akan hilang karen secangkir kopi
di sini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *