January 25, 2020

Jangan Biarkan Anak Tenggelam Dalam Smartphone

Saya
selalu mengatakan begini kepada anak-anak usia sekolah, apabila kalian
belum mempunyai pekerjaan (penghasilan) jangan paksa orang tua untuk membeli
handphone untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup masa kini!

Anak tenggelam dalam smartphone – vemale.com

Toh, ini bukan saja
soal
handphone atau smartphone yang semakin populer akhir-akhir
ini. Namun banyak proses sehingga seseorang wajib mempunyai sebuah telepon
genggam atau telepon pintar. Seseorang yang telah memiliki
smartphone saja
tidak mungkin bisa ­
ngapa-ngapain apabila pulsa (paket internet) tidak
tersedia, ujung-ujungnya adalah uang lagi. 



Tersedianya cukup pulsa atau paket
internet juga tidak memberikan sebuah jaminan bahwa anak-anak akan bermain aman
dengan
smartphone. Pilihan aman tentu saja bermain game atau mendownload
aplikasi dan
game yang menghabiskan kuota. 


Namun pilihan tidak aman
tentu mengarah kepada tindakan-tindakan di luar batas logika. Contohnya,
seorang anak rela meninggalkan rumah karena bujuk rayu dari kenalan di media
sosial.

Sebagai orang tua, bagaimana caranya menarik
perhatian anak agar tidak tenggelam dalam dunia digital.
– Prof. Dr. Juke Roosjati Siregar, M.Pd. (Pakar
Psikologi Anak & Remaja Universitas Padjadjaran) –

Orang
tua mempunyai peran penting di era digital. Menitipkan sebuah smartphone dengan
berbagai kecanggihannya tidaklah termasuk kategori aman. Anak-anak akan bebas
berekspresi sesuai keinginan diri mereka atau karena bisikan teman yang telah
menggunakan aplikasi yang sama, atau telah menonton video vulgar yang sama.


Share
media sosial bahkan lebih parah dibandingkan sebuah aplikasi game.
Informasi yang masuk ke media sosial seperti facebook atau twitter
tidak semuanya telah disaring oleh editor layaknya media arus utama. Facebook
mempublikasikan nilai-nilai positif dan negatif yang kadang sulit dicerna
oleh anak-anak.

Gambar yang menarik bisa mengibuli anak untuk melakukan klik
yang kemudian mengarahkan kepada website berbau pornografi atau
pornoaksi. Pada pandangan pertama anak bisa saja terkejut, namun setelah
menikmati suguhan yang ditayangkan media online tersebut anak akan
terbuai dan menikmati perannya sebagai penonton yang budiman.

Pendapat
Prof. Juke menguatkan sisi bahwa orang tua sangat berperan penting dalam
menjaga anak agar tidak tenggelam dan lalai dalam dunia digital. Dunia digital
lebih keras daripada dunia nyata.

Dunia digital bahkan menenggelamkan anak-anak
dari waktu bermain bersama teman-teman secara face to face. Dunia
digital menciptakan anak lebih individual sehingga tidak mampu beradaptasi
dengan baik dalam lingkungannya. Dunia digital semakin diselami maka semakin nikmat.
Semakin dicari semakin tumbuh rasa keingintahuan.

Titik
akhir dari semua itu adalah buat anak bosan bermain dengan smartphone. Langkah
ini akan mengembalikan anak pada sistem belajar manual dan pertemanan
konvensional di dunia nyata. Anak bebas bermain petak umpat. Anak bebas
bersepeda. Anak bebas bermain layang-layang…
Hanya
saja, orang tua mengarahkan anak untuk peka terhadap dunia digital. Karena
semakin ke depan, semua serba instan. Dunia digital seperti apa yang membuat
anak bebas berkreasi?

Digital edukatif.

Adakah
di masa kini? Tentu saja ada. Pembelajaran melalui dunia digital bahkan lebih gampang
dicerna anak karena telah mengandung dua unsur, yaitu audio dan visual. Smartphone
yang lahir saat ini telah menanamkan teknologi canggih yang ramah pada
perkembangan anak.

Orang tua tidak perlu terlalu khawatir dengan kondisi ini
karena smartphone model begini menjaga anak untuk tidak bisa menyentuh
hal-hal yang berbau SARA dan pornografi. Semua aplikasi maupun game yang
ditawarkan adalah cita rasa edukasi.

Salah satu produk yang menawarkan
keunggulan ini adalah Acer Liquid Z320. Acer telah membenamkan
aplikasi khusus anak-anak yang diberi nama Kids Center. Aplikasi pre-install
ini memudahkan orang tua dalam mengontrol aktivitas anak selama berselancar di
dunia maya. Aplikasi ini juga mencegah anak-anak untuk mendownload
konten dewasa tanpa seizin dari spAcer.


spAcer sendiri ibarat
polisi untuk semua produk-produk Acer, terutama smartphone. Pengguna
yang telah memasukkan umur mereka akan terdeteksi oleh polisi ini sehingga
tidak bisa mengakses konten-konten yang dicoret untuk usia mereka.


Kids Center merupakan sebuah aplikasi yang paling menarik. Aplikasi ini bisa
menjadi media untuk pembelajaran yang mengasyikkan. Acer mengisi Kids Center
dengan berbagai konten bermanfaat bagi anak-anak. Ada ribuan aplikasi edukasi
untuk membantu anak belajar sekaligus mengasah kreativitasnya. Ada pula
aplikasi gaming dan video yang dapat dinikmati
si kecil sepulang sekolah. Anak bahkan bisa menikmati konten terbaru karena
tersedia update content
– acerid.com –

Acer Liquid Z320 merupakan salah satu smartphone unggulan dari Acer yang diperuntukkan untuk anak-anak dan orang tua. Orang tua dan anak akan saling mengerti saat menggunakan sebuah smartphone. Anak dan orang tua sama-sama belajar melalui aplikasi yang sarat nilai edukasi.

Seberapa penting Kids Center untuk pengguna smartphone usia anak-anak?

Kondisi anak-anak yang masih labil sangat membutuhkan sebuah penghargaan terhadap diri mereka, khususnya di dunia maya. Penghargaan tersebut berupa perhatian berlebih terhadap keinginan mereka yang terus meningkat dalam menggunakan fasilitas internet.

Pengguna internet – smartphone – saat ini tidak hanya pada kalangan terbatas saja. Maraknya smartphone dengan beragam fitur, seperti Acer Liquid Z320 membuat anak-anak lebih leluasa menggunakan perangkat elektronik ini. Saya mencatat lima poin penting sebuah aplikasi pengontrol aktivitas anak wajib tertanam dalam sebuah smartphone

Pertama, menjaga anak
dari pengaruh dunia digital yang tidak bisa dihambat penetrasinya. Orang tua
yang sibuk dengan beragam aktivitas tentu saja lupa telah memberikan smartphone
kepada anak mereka. Melalui Kids Center anak-anak tidak dapat
membuka aplikasi yang mengandung konten di luar usia mereka.
Kedua, membiasakan anak
bermain di ranah aman. Aplikasi Kids Center mengatur semua pola hidup
anak di dunia maya. Pembiasaan ini akan menciptakan sebuah keharusan mendasar
sehingga anak tidak terpikir untuk beralih ke konten-konten dewasa.
Ketiga, nilai edukasi
tinggi. Aplikasi-aplikasi edukasi sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan
anak. Pembelajaran di sekolah yang masih konvensional tentu berbeda dengan
pembelajaran yang telah menanamkan audio dan visual. Misalnya, apabila
pembelajaran bahasa Inggris di sekolah hanya mendengar guru saja maka melalui
aplikasi dari Kids Center anak akan dibantu oleh suara dan peragaan yang
cocok.
Keempat, semua anak
suka bermain game namun tidak semua game bagus untuk perkembangan
mereka. Game yang terdapat di Kids Center merupakan game-game pilihan
khusus untuk anak-anak sehingga tidak mengubah pola pikir anak setelah bermain game.
Kelima, anak-anak suka
menonton dan tidak semua tontonan bagus untuk mereka. Jutaan video di Youtube
mudah saja ditonton namun aplikasi bawaan Android ini belum tentu cocok untuk
anak-anak karena seringkali Youtube menyarankan video tertentu yang tidak layak
untuk anak-anak. Kids Center menawarkan video-video dengan nilai-nilai
edukasi sehingga anak-anak bermain sesuai dengan usia mereka.
Sudah
saatnya orang tua tidak perlu lagi khawatir mengenai penggunaan smartphone di
usia anak-anak. Orang tua mempunyai hak perogatif terhadap kelangsungan hidup anaknya. Nilai-nilai positif dari menggunakan smartphone sudah selayaknya ditanam sejak dini sebelum semua terlambat. 


Acer Liquid Z320 merupakan salah satu smartphone unggulan untuk menemani anak-anak dalam aktivitas mereka. Smartphone ini dapat menunjang kreatifitas anak setelah melihat, merasakan, menyelami dan bermain banyak aplikasi dan game bernilai edukasi. 


Satu poin penting untuk orang tua, atur jadwal bermain
anak dengan smartphone
. Dengan demikian, anak punya waktu antara
sekolah, teman-teman dan dunia digital mereka. Bagaimana pendapat Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *