Investasi yang Menguntungkan Sepanjang Masa – Saya boleh kasih sebuah pandangan, jika ingin sukses di masa depan maka berinvestasilah sebaik mungkin di masa muda.

Belajar dari seorang teman di sekolah, anaknya masuk kuliah tahun ini namun karena perencanaan keuangan yang kurang tepat semua menjadi sangat berat. Memang, pada dasarnya semua adalah rasa syukur yang panjang tetapi kembali lagi bagaimana mengelola uang masuk.

Nahkoda Jangan Biarkan Kapal Karam

Kita tidak sedang menyaksikan betapa fiksinya Titanic. Kita sedang berencana soal masa depan lebih baik. Sebut saja Ibu AN, seorang pegawai negeri dengan lima orang anak. Tiap hari ke sekolah, tentu saja. Profesional di bidangnya setimpal dengan gaji, tunjangan keluarga, tunjangan kinerja, tunjangan sertifikasi, dan uang makan yang diterima tiap bulan.

Saya tidak mau menyebut jumlah yang Ibu AN terima. Itu hak dia. Yang ingin saya sampaikan di sini adalah betapa galaunya beliau. Ibu AN sering sekali mengundang cerita tiap saat kami bertemu. Mungkin karena urusan administrasi sekolah menjadi bagian saya untuk saat ini.

Anak Ibu AN lulus SNMPTN tahun ini. Satu babak sudah dilalui dengan tidak repot lagi mengikuti SBMPTN atau UTBK. Pekerjaan rumah yang datang kemudian jauh lebih besar.

Biaya kuliah sebesar Rp4,7 juta persemester.

Sewa tempat tinggal kira-kira Rp5 juta setahun.

Sepeda motor ‘wajib’ dimiliki dengan rentang harga Rp22-25 juta.

Laptop bisnis terbaik dibeli dengan harga Rp10 juta.

Biaya tak terduga belum dihitung lagi seperti membeli peralatan rumah tangga, biaya orientasi kampus, biaya ini itu selama masuk kuliah yang tentu bisa memakan biaya antara Rp5-10 juta juga.

Ibu AN mencurahkan isi hatinya, “Berat sekali tahun ini,”

“Bu, jangan sebut berat tetapi bagaimana menjalani karena inilah tahun anak Ibu,”

“Benar, Pak. Orang lain yang anaknya mau kuliah juga merasakan hal serupa,”

“Belum tentu mereka bisa mudah jalannya selama masuk kuliah,”

“Saya bersyukur sekali bisa ambil uang bank tahun ini,”

“Itulah mudahnya pegawai, Bu!”

Ibu AN mengambil sejumlah uang pinjaman di bank. Jika di posisi Ibu AN mungkin gampang saja karena statusnya mudah mengambil kredit. Mungkin memang sudah direncanakan jauh-jauh hari, kalau anak kuliah ambil kredit. Nah, bagaimana dengan kita yang tidak memiliki SK ini? Tidak mungkin bisa mendapatkan uang Rp50-100 juta sekali membalik telapak tangan.

Saya merasakan berat sekali jika di posisi Ibu AN tanpa ‘SK’ ini. Biaya kuliah yang benar-benar naik setinggi langit tidak bisa diabaikan. Perencanaan keuangan haruslah saya atur sejak dini. Saat anak masih bayi semua sudah terstuktur tabungannya jika ingin mendapatkan pendidikan bagus kelak.

Pelajaran dari Ibu AN tak lain, berinvestasilah saat anak-anak masih kecil. Apakah beli saham, beli emas, beli tanah, maupun properti lain karena saat anak masuk kuliah disanalah uang itu dituangkan bagai menuangkan air dalam gelas.

Ibu AN tak lain nahkoda yang sedang mempertahankan biduk rumah tangganya agar tidak karam, dengan berbagai cara dan kemudahannya sebagai pegawai negeri. Ibu AN sudah belajar dari anak pertamanya ini, untuk anak-anaknya yang lain dirinya telah membuka tabungan masing-masing yang kelak bisa dipakai untuk sekolah mereka. Meskipun bukan dalam bentuk investasi tetapi masih bisa diandalkan untuk perencanaan masa depan lebih baik.

Investasi Jangan Dianggap Sepele

Saya belajar banyak setelah menikah, apalagi istri saya adalah sosok yang sangat ‘pelit’ mengenai keuangan keluarga. Jika ada sedikit tabungan langsung dibulatkan menjadi emas. Dengan begitu, tidak mungkin saya menarik uang dari ATM.

Istri paham betul tabiat suaminya. Kata orang suami perokok banyak habis uang, suami bukan perokok juga banyak. Lihat kelapa muda, beli 5 bawa pulang. Ada orang jual balon Upin Ipin, beli untuk anak. Ada orang jual es krim pinggir jalan, kayaknya enak kalau di makan bersama istri. Ada orang yang jual dompet keliling, mungkin bisa dibantu pekerjaanya.

Akhirnya, tidak ada investasi sama sekali. Namun, dengan posisi uang suami dipegang istri semua teratasi dengan baik. Dari menabung sedikit demi sedikit, saat cukup langsung beli emas.

“Biar Ayah tidak bisa ambil!” ujar istri saya. Iya sih, emas sulit dijual cuma untuk membeli cemilan, susu, minuman segar, dan lain-lain yang biasanya habis Rp50 ribu.

“Beli emas itu untuk tabungan masa depan, Yah. Kalau perlu sekali nanti baru kita jual tetapi kalau seperti sekarang perlunya nggak banyak jangan dijual dulu. Emas jadi tabungan masa depan anak kalau sudah besar, jadi biaya sekolah dia atau kebutuhan masa tua kita. Emas dibeli sekarang 10 tahun ke depan sudah berkali lipat harga jualnya!”

Benar juga. Investasi paling menguntungkan dan mudah tentu emas menurut pandangan ibu-ibu. Saya kemudian merasakan pentingnya investasi dari beli emas sedikit-sedikit. Uang masuk bisa diatur dengan baik dan tidak habis ke mana suka tanpa pertimbangan. Emas ini benar-benar investasi yang menguntungkan!

Investasi yang Menguntungkan Tak Cuma Emas

Saat ini kami memang berinvestai di emas karena paling mudah aksesnya. Tetapi di masa mendatang, kami punya rencana yang masih diangan-angan. Salah satu investasi yang menguntungkan, pikir saya, dan istri mengiyakan, yaitu properti.

Di daerah kami properti yang menguntungkan tentu saja rumah. Di kota dekat kampus, rumah bisa menjadi properti yang menguntungkan. Saya tentu tertarik. Rumah di dekat kampus bisa disewakan dengan harga murah, cerita Ibu AN saja menggelitik tabungan, setahun anaknya sewa kamar sebesar Rp5 juta. Nah, bagaimana jika punya 2 sampai 3 kamar?

Saya bisa mendapatkan Rp15 juta setahun, dalam 10 tahun saya bisa menarik Rp150 juta cuma dari 1 rumah saja. Memang belum terlihat balik modal jika rumah dibeli dengan harga Rp200 juta. Namun untuk 20 tahun, untuk tahun berikutnya, nikmat ini bisa dinikmati oleh anak-cucu.

Properti dalam bentuk rumah memang menggiurkan sekali dalam hati saya. Istri pun sangat tertarik membeli rumah di kota, dekat kampus pastinya. Di mana, kampus besar dan terkenal tak pernah mati sampai waktu tak tentu.

Rumah juga menjadi investasi yang menguntungkan di mana harganya akan naik secara signifikan. Bahkan, untuk wilayah kota besar, apalagi dekat kampus, dalam 5 tahun saja harga jual bisa berkali lipat. Mustahil sekali rumah tidak ada yang beli apalagi dengan perawatan baik.

Saya juga tertarik dengan saham. Memang, untuk memulai investasi dalam bentuk saham mesti sangat hati-hati. Saya yang masih awam sekali tidak bisa menempatkan dana besar pada satu perusahaan saja.

Main saham yang menjadi investasi yang menguntungkan dari masa ke masa adalah dengan cara membagikan dana ke beberapa perusahaan. Risiko main saham memang besar apalagi perusahaan bangkrut, terjadi masalah kecil sedikit bisa turun harga, dan perusahaan yang bermasalah bisa tidak naik-naik lagi sahamnya.

Saham adalah permainan nekat yang bisa cepat kaya. Jika memiliki trik dan mengerti cara main cantiknya, dalam 5-10 tahun sudah balik modal. Main saham memang harus sabar mengingat nilai jualnya naik-turun tergantung kredibilitas sebuah perusahaan. Saya pikir, tidak ada masalah untuk bermain saham dimulai dari ambil bagian dari selembar yang kecil. Hitung-hitung lotre berhadiah miliaran!

Investasi yang menguntungkan kekinian tak lain bitcoin. Harga bitcoin semenjak masa pandemi terus menanjak disebabkan orang-orang banyak bekerja di rumah. Bitcoin makin menanjak tajam berkat orang terkaya di dunia, Elon Musk, menggaungkan nilai prestisius dengan sistem penukaran digital sistematis.

investasi-yang-menguntungkan

Harga bitcoin makin menanjak tajam sejak properti digital dijual begitu bebasnya. Investasi yang paling cepat kaya raya saat ini tak lain bitcoin. Akses mudah dan bisa dijangkua seluruh dunia membuat bitcoin menjadi anak emas investasi yang menguntungkan.

Mau tahu harga bitcoin? Kamu bisa cek secara berkala di Indodax. Tak ada salahnya memulai investasi bitcoin sebelum terlambat. Jangan sampai merugi seperti Nokia atau BlackBerry yang mencemooh Android diawal kemunculannya. Bitcoin bisa memutarbalikkan keadaan suatu hari nanti. Investasi yang menguntungkan adalah bitcoin di dunia maya.

Saya rasa, terlepas memilih investasi yang menguntungkan model apa, kamu harus berinvestasi untuk masa depan. Dengan begitu, keadaan ekonomi keluarga akan baik-baik saja!

%d bloggers like this: