January 19, 2020

Apakah Ekspansi Ponsel Cina Masih Kuat Tahun Depan?

 Ekspansi Ponsel Cina
Xiaomi Mi Mix ponsel tanpa bezel yang tampil elegan – merdeka.com
“Cina
masih cukup kuat!” saya berani bertaruh untuk ini. Cina memegang peranan
penting dalam dunia teknologi. Pertumbuhan semakin pesat dan menghalau segala
kemungkinan untuk mencapai puncak. Cina tidak memedulikan apakah negara maju
tertentu mencekal produk mereka. Sasaran Cina adalah negara berkembang dengan smartphone murah kualitas terbaik.
Jika dulu Cina dipandang sebelah mata, sekarang semua terbuka lebar, menyalak
sampai mata terbinar, bahwa karena Cina bidang teknologi menjadi menarik!

Kamu
tidak percaya? Coba saja perhatikan bagian belakang smartphone yang kamu
banggakan itu, atau lirik sebentar kotak smartphone. Kemungkinan besar,
kamu akan menemukan made in China. Ponsel pintar terkemuka dengan segala
kemewahan dan rentang harga mahal pun diproduksi oleh negara Cina, dalam hal
ini penguasanya adalah perusahaan bernama Foxconn.
Cina
kemudian mulai bangkit. Perlahan-lahan lalu sampai ke atas dengan meraih
keuntungan di negara-negara berkembang. Sasaran ini penting digarisbawahi
karena negara maju menganggap produk Cina rendahan. Berbeda dengan negara
berkembang yang masih mementingkan harga daripada merek atau brand. Cina
kemudian melakukan smash ke lekuk tubuh terseksi di negara-negara ini. Apa
yang terjadi kemudian adalah Cina menang telak dan mereka terbahak.
Produk
Cina Murahan
Itu
dulu, kawan. Smartphone made in China selalu dianggap sebagai barang
buangan padahal salah satu produk unggulan sampai saat ini masih memiliki label
yang sama. Produk-produk Cina dengan layar gelap, sentuhan layar gagal cepat
dan sering error, dapur picu meledak-leduk saat diajak main games,
ini telah lama ditinggal. Cina masih bermain di smartphone murah tetapi
dengan dapur picu kelas atas.
Produsen
asal Cina yang telah memiliki nama bermain aman dengan melahirkan produk-produk
unggulan semua jenjang. Produsen Cina tidak main-main dalam hal produk terbagus
skala global. Perang dimulai dengan tantangan untung dan rugi yang kemudian
dipaksa keluar dari jaring laba-laba dengan segala promosi. Cina menggunakan
internet sebagai sarana terbaik untuk memasarkan produk unggulan mereka dan goal
di Asia. Asia termasuk Beijing sendiri adalah pasar terbaik untuk penetrasi smartphone
dunia. Jika kamu telah menggenggam Asia maka dunia akan dengan mudah
ditaklukkan.
Cina
telah membuktikan hal ini. Sejauh ini cukup banyak logo produk Cina yang
bergentayangan di tangan user. Smartphone tersebut pun tidak bisa
dianggap sebelah mata. Cina melebur dalam perang dengan menang atau kalah bukan
di tengah-tengah. Ponsel pintar Cina diotaki dengan prosesor kelas tinggi, random
access memory
sampai 6GB, kamera setara dengan DSLR, layar sebening air
laut, audio semerdu penyanyi terkenal, dan tentu saja kelebihan-kelebihan lain.
Merek
Cina Tidak Menjual
Itu
dulu. Jika kamu ditawarkan produk Cina pasti akan mengeleng. Namun sekarang
kamu malah mencari produk-produk Cina ini. Produsen Cina tidak hanya duduk
manis di dalam kantor, merenung apa yang terjadi tetapi melakukan survei
kebutuhan pasar. Kemudian lahirlah produk-produk dengan slogan seperti build
for photography
atau selfie expert.
Peluru
ditembak dan user terkena dengan darah bercucuran. Produk Cina menjadi best
selling
di berbagai negara berkembang. Produsen yang tersenyum penuh
kemenangan lalu menaikkan tingkat, naik derajat, naik kelas ke produk-produk high
end
untuk melawan kejayaan produk lain yang terlebih dahulu berkuasa. Cina
terlihat sangat serius dengan produk kelas atas mereka. Bodi yang elegan,
manis, lembut dan terbuat dari kaca atau aluminium. Dapur picu yang gahar,
tidak tersendat-sendat. Ekspansi jaringan lebih cepat ke 4G LTE. Kualitas gambar
detail dari kamera terbaik.
“ZenFone
3 sudah ada, Bang?”
“Oppo
Selfie Expert berapa, Bang?”
“Mi
Note 5 sudah keluar, Bang?”
Jangan
tanya kenapa, tiga pertanyaan ini cukup mewakili kerajaan Cina telah dibangun
dengan bendungan sangat besar. Cina tidak berhenti sampai di sini. Pengembangan
produk dilakukan sampai benar-benar melahirkan smartphone kelas atas
siap saing dengan negara tetangga bahkan barat.
Cina Raja
Contek
Mungkin
dulu. Satu sisi wajar saja karena hampir semua produk dirakit di Cina. Tetapi saat
ini bisa dikatakan Cina menjadi kiblat inovasi smartphone. Mungkin saja
produsen negara lain yang telah lama ‘angkuh’ dan ‘perkasa’ keteteran menerima
pukulan ini.
Cina
tidak lagi menjadi raja contek karena produk unggulan mereka lahir sampai
membuat mata terpana dan budget terkuras. Cina berani mengeluarkan produk
kelas atas tanpa bezel. Cina juga tangguh dilawan saat RAM 6GB
dibenamkan pada smartphone murah. Cina belum terkalahkan saat hasil
kamera diadu dengan DSLR.
Kemudian,
smartphone dari Cina memiliki identitas tersendiri. Bahkan, jika tidak
melihat logo di depan maupun belakang layar, kita sudah dapat membedakan sebuah
produk. Hal ini memberi signal bahwa Cina telah berada di atas awan
melawan kejayaan kerajaan lain yang sering lempar batu sembunyi tangan saat
produk gagal di pasaran.
Bagaimana
dengan tahun depan? Ekspansi smartphone Cina
belum berakhir. Bahkan, ini baru permulaan dari Cina untuk meraup simpati
dunia. Cina sedang menanjak ke ranah lebih tinggi. Asia telah ditaklukkan dan
kini menunggu barat yang selama ini terlena dengan satu produk unggulan. Cina tidak
bisa lagi dianggap sebagai lawan kelas teri, mereka adalah si Hobbit
yang punya banyak akal dalam menelurkan karya spektakuler dari tahun ke tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *