January 24, 2020

Crop Foto Itu Wajib sebelum Tayang di Blog

Crop Foto Itu Wajib sebelum Tayang di Blog
Foto ini telah mengalami perubahan resolusi dari ukuran besar menjadi versi web. Crop foto ini dilakukan menggunakan Microsoft Picture Manager – Photo by Bai Ruindra
Seorang traveler ke
mana-mana akan menyimpan segenap kenang-kenangan dalam bentuk foto
. Saya yang baru menjalani kehidupan manis ini
juga tak elok rasanya tanpa menyimpan foto dengan baik. Apapun itu akan difoto
dengan kamera smartphone yang telah dibenamkan fitur autofocus
maupun hampir setara dengan kamera DSLR. Foto yang diambil pun tidak hanya satu,
pada satu tempat sudut pandang bisa berbeda-beda dan akan dipilih untuk
kemudian diposting dalam sebuah artikel di blog.

“Foto
ini bagus untuk dibuatkan storynya!”
Saya
akan menulis tentang itu. Penting sekali mengambil beberapa foto di satu tempat
agar sebuah tulisan yang tayang di blog tampak semakin menarik. Foto telah
menjadi sarana pendukung utama untuk sebuah tulisan. Tidak bisa dipungkiri
lagi, bahwa dunia blogging telah menjadi media ‘utama’ untuk mencari
informasi. Bahkan, media arus utama bisa kalah saing dengan salah satu blog travel
yang menjelaskan secara detail suatu tempat dan dilengkapi dengan foto-foto
unik dan bagus.
Sama
seperti artikel yang tayang, melewati waktu revisi yang rumit, sebuah foto yang
menjadi pemanis sebuah artikel di blog juga mengalami seleksi ketat serta crop
di beberapa bagian.
“Foto
itu harus tampil cantik banget di blog!”
Betul.
Foto yang dipilih pun benar-benar mewakili perasaan seorang penulis. Namun,
tahukah kamu bahwa dunia internet ini setali tiga uang dengan dunia nyata. Rumus-rumus
‘html’ tertentu membuat sebuah fungsi jadi gagal memanggil sebuah blog yang
pada dasarnya sangat bagus dan runut penulisannya. Salah satu kendala karena
blog tersebut lambat loading atau memang telah kalah di mesin pencari
tanpa sempat bertempur dengan bijaksana.
Kok
berat banget ini blog!”
Kesal
pasti. Pembaca yang sebenarnya ingin berlama-lama di blog kamu akan segera
menekan tombol back. Loading blog sangat memengaruhi kenyamanan
seorang pembaca. Foto yang kamu upload menjadi salah satu penghambat
kecepatan sebuah blog. Foto yang diupload dalam bentuk original
– apa adanya dari hasil kamera – tentu saja sangat berat. Foto asli ini
besarnya mencapai 4565 pixel x 3492 pixel atau ukuran 5 MB lebih.
Ukuran foto yang besar ini akan membuat sebuah blog tertahan, tersendat-sendat
mencari jaringan yang sesuai.
Blogger
yang keceh setidaknya paham betul rumus apa yang akan digunakan
agar blog mereka melesat bagai kilat. Salah satu solusi yang bisa kamu lakukan
adalah melakukan crop sebuah foto, mengecilkan resolusi, meminimalkan
diameter dan lain-lain sehingga saat diupload menjadi cepat dan tidak
pula mengaburkan hasil. Crop sebuah foto untuk blog bahkan website
besar sangat wajib sekali. Konten yang dihasilkan oleh sebuah blog akan dibaca
dengan ‘serius’ oleh mesin pencari seperti Google. Foto atau gambar yang
diinput menjadi salah satu keistimewaan dan mudahnya mesin pencari mendeteksi
sebuah tulisan. Foto yang besar tentu saja akan dianaktirikan oleh mesin
pencari. Mesin pencari dalam waktu yang sama memanggil banyak kanal dengan kata
kunci tertentu.
Crop sebuah foto memang
ada untung dan rugi. Misalnya, takut foto buram, kabur, tidak lagi cantik. Kamu
juga boleh memilih nggak perlu melakukan crop. Toh, tujuan ngeblog
juga untuk senang-senang saja dan kamu berhak melakukan apapun terhadap
kesenangan demikian. Tetapi, untuk kamu yang butuh pembaca, mencintai pembaca
blog seperti kamu menulisnya untuk dibaca banyak orang, crop saja semua
foto dan kamu dapat menyetelnya didashboard blog. Apakah tampil kecil,
medium bahkan lebih besar.
Aplikasi
– program – untuk melakukan crop foto bisa beragam. Program yang paling
mudah bagi kamu pengguna Windows adalah Microsoft Picture Manager atau Paint
untuk generasi Windows terbaru. Pada bagian Edit Picture kamu
dapat memilih Crop atau Resize. Foto yang bagus untuk sebuah blog
setidaknya telah disetel oleh Picture Manager. Pada bagian Predefined
width x height
terdapat beberapa pilihan, Document atau Web. Agar foto
yang mau diupload tidak terlalu kecil, kamu bisa mengambil pilihan Large
dengan lebar dan tinggi masing-masing 640 pixel x 480 pixel. Pilihan
ini sangat relatif dan kamu bisa menentukan sendiri ukuran foto pada Custom
width x height
dengan memasukkan angka-angka sesuai selera seperti 663 pixel
x 768 pixel.
Foto
yang telah dicrop sejatinya tidak mengalami perubahan berarti saat diupload
ke blog. Crop ini dilakukan agar memudahkan upload dan loading
sebuah blog atau website. Kualitas foto yang diupload ke dalam
blog masih tetap sama tanpa menimbulkan keburaman, kecuali terjadi kesalahan
pada saat crop.
Crop foto aman namun
jangan lupa melakukan back-up untuk berjaga-jaga. Artikel yang telah ditulis
pun siap untuk tayang dengan foto-foto menarik ini. Jika kamu menggunakan blogger.com
proses upload foto akan semakin cepat setelah dicrop. Pada
bagian pengaturan foto kamu dapat memilih Large atau ExtraLarge
agar foto tampak lebih besar dan menyesuaikan dengan template blog.
Lalu,
bagaimana dengan gambar yang diambil dari internet? Gambar-gambar yang diambil
dari internet pada dasarnya juga harus dilakukan crop agar tidak sama
dengan sumber utama. Walaupun pada pemuatan kita harus menyebutkan sumber
dengan jelas. Crop dilakukan agar mesin pencari ‘menganggap’ bahwa
gambar tersebut adalah ‘milik’ blog kita bukan cuma menyalin saja dari blog
lain. Crop yang dilakukan untuk gambar-gambar dari internet sama dengan
foto original tadi. Kamu menyimpan gambar terlebih dahulu lalu mengeditnya
sesuai dengan kebutuhan, baru kemudian ditambahkan ke dalam artikel.
Gambar ini diambil dari wallpapercave.com maka sebutkan sumber dengan jelas walaupun tidak menanamkan link.
Crop foto memang bagian
yang ‘enteng’ untuk sebuah blog. Namun semakin besar resolusi foto maka semakin
berat pula sebuah blog. Bayangkan saja, dalam satu artikel kamu bisa
menambahkan lebih 10 foto. Loading yang butuh waktu lebih 1 menit,
pembaca akan segera kabur ke blog lain.
Blog
tidak hanya membutuhkan pembaca langganan saja. Pemerangkingan blog akan
menilai visitor uniq dalam satu waktu. Pembaca unik ini penting untuk
meningkatkan rating blog dan teman-temannya. Pilihan membuat nyaman dan
tidaknya pembaca, kembali lagi kepada kamu sebagai pemilik blog. Satu hal yang
nggak bisa dilupa, persaingan dalam dunia blog sama halnya dengan fenomena gunung
es. Dan kini, gunung itu telah meletus, siap atau tidak siap, kita nggak bisa
selamanya terlena! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *