Aku ingin bercerita bagaimana bekerja dengan ASUS OLED. Itu saja sih, nggak mau terlalu berlebihan karena mungkin akan memberi kesan tidak baik. Namun, kalau kamu ingin membaca banyak review ASUS OLED lain, bisa ke ‘rumah’ tetangga yang sudah mengupas banyak hal mengenai kelebihan ASUS layar OLED ini.

Jadi begini, aku sudah menggunakan laptop ASUS dengan layar OLED setahun ke belakang. Di beberapa kesempatan, aku beberapa kali meninggalkan laptop dengan posisi layar terkunci. Itu penting untuk kamu. Jangan pernah biarkan layar laptop terbuka sedangkan kamu ke mana-mana. Di Laptop ASUS sudah terdapat tombol kunci layar di F9 pada keyboard.

Aku meninggalkan laptop seri terbaru waktu itu beberapa menit. Ke kelas untuk mengecek data siswa untuk kebutuhan administrasi sekolah. Ngobrol sebentar dengan guru-guru yang lewat di koridor sekolah – bisa lebih sepuluh menit dengan topik beragam, dan menegur anak-anak yang izin keluar kelas sebentar-sebentar padahal guru sedang mengajar.

Kembali ke layar laptop ASUS yang banyak membantu aktivitas itu, aku melihat screen saver yang mengagumkan. Pancaran warna yang indah berputar membentuk siluet. Warna merah saling kejar dengan warna kuning, dan juga warna biru dan hijau yang sesekali membentuk lingkaran sehingga muncul logo OLED.

ASUS OLED…

Sungguh menarik untuk sebuah laptop yang sedang membawa perubahan, dan bisa aku sebut terobosan baru dalam segi layar yang akan diikuti oleh merek lain.

ASUS OLED

Selama ini aku bekerja dengan laptop yang layarnya kurang menguntungkan. Aku langsung merasakan perubahan yang signifikan ketika beralih ke layar OLED. Rekan kerjaku masih menggunakan laptop standar yang usianya mungkin 5 sampai 7 tahun. Dari segi performa sudah tentu kalah telak, dilihat dari sisi lain laptop yang mereka gunakan seperti sedang menyaksikan televisi tidak berwarna suatu masa lalu.

Aku tidak berniat membandingkan tetapi memang dibandingkan sendiri dengan keadaan. Apalagi jika duduk berdampingan, saling bertanya soal pekerjaan, dan bahkan saling berbagi pekerjaan yang harus diselesaikan sesuai tenggat waktu. Aku mesti melirik ke layar di samping, dan rekan kerja juga mau tidak mau menatap layar laptopku yang sangat timpang dengannya.

Baca Juga: Pentingnya Mempertimbangkan Kualitas Layar Saat Membeli Laptop

Kontraksi warna layar OLED sangat berbeda dengan layar laptop biasa. Tidak saja soal harga tetapi bagaimana sebuah laptop mampu membawa pengaruh terhadap mata. Layar OLED itu asyik dan menarik.

Di saat rekan kerjaku menggunakan kacamata anti radiasi, aku malah abai akan hal itu. Di saat rekan kerjaku merasakan mata lelah karena lebih 1 jam tak henti di depan laptop, aku masih sanggup bertahan sampai 60 menit kemudian.

Perputaran waktu itu terus terjadi dan aku menikmati bagaimana layar OLED mengirimkan sinyal yang keren ke mata sehingga tidak lelah. Tentu makin asyik karena tingkat reproduksi warna mengikuti standar industri film masa kini. ASUS OLED memproduksi warna sampai 100% pada color space DCI-P3, atau setara dengan 133% warna pada color space sRGB. Warna yang akurat karena telah dikalibrasi sejak awal yang memiliki sertifikat PANTONE Validated Display.

Makin sering dipakai, tentu makin asyik karena pancaran warna yang benar-benar memukau. Bagaimana mungkin sebuah laptop bisa menampilkan adegan seperti di layar bioskop? Nah, ini saatnya beralih ke laptop ASUS OLED.

Kenikmatan yang tiada duanya sih, bagiku yang sudah menggunakan laptop ASUS OLED. Mungkin kalau diminta pindah ke layar lain dari merek sebelah yang lebih mahal itu, aku akan berpikir dua kali karena gaya nggak lagi nomor satu untuk saat ini.

ASUS OLED

Dalam kesempatan tertentu, aku dihadapkan untuk duduk 10 sampai 30 menit di laptop lain atau di komputer server laboratorium sekolah kami. Aku tidak bisa mengabaikan bahwa saat itu, mataku langsung perih tetapi tidak bisa beranjak karena tugas.

Sudah aku sebutkan tadi, tidak berniat membandingkan tetapi saat kondisi mengajarkan, aku seolah-olah menyeru dalam hati bahwa layar OLED sudah terbaik untuk bekerja lama dengan laptop. Di waktu ujian akhir, sekarang sudah diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), aku harus duduk lama di depan komputer server untuk memastikan ujian berlangsung dengan baik.

Aku mesti menjaga Status Tes agar ujian tetap berlangsung sebagaimana diinginkan. Sesekali harus melakukan Reset Peserta yang log out otomatis. Begitu seterusnya dari jam 07.30 sampai 16.00 WIB. Bisa dibayangkan bagaimana lelahnya mata bekerja dengan layar bukan OLED.

Saat beralih ke laptop OLED, meskipun aku bekerja sampai malam mata tidak terasa lelah walau pancaran cahaya lebih cerah. Aku sering meredupkan layar laptop, dan disesuaikan dengan ruangan. Tetapi, sekali lagi aku sebut bahwa laptop OLED ini benar-benar bersahabat dengan kondisi dan fisik penggunanya.

Cahaya yang dipancarkan bertubi-tubi dan lebih terang dari laptop rekan kerjaku, tetapi tidak membuat mata lelah atau perih. Bahkan, aku pernah mencoba meminjamkan kacamata anti radiasi dari rekan kerja untuk membandingkan, malah mataku yang perih dengan kacamata dibanding tidak berkacamata.

Begitu bersahabatnya laptop layar OLED dengan pengguna di mana tahu benar bahwa konsumsi daya tubuh terhadap cahaya diseleksi dengan baik. Teknologi yang kekinian dan bermanfaat untuk kebutuhan kita sebagai pekerja yang tiap waktu adalah di depan laptop.

ASUS telah melakukan survei bersama Detik Network mengenai penggunaan laptop masyarakat Indonesia. Dari 500 responsen, sebanyak 47,30% responden menghabiskan waktu sebanyak 5-10 jam di depan laptop. Dalam survei ini sebanyak 66,50% responden memikirkan faktor cahaya biru sebelum memutuskan untuk membeli laptop.

Jadi, saat aku menggunakan layar OLED, aku yakin sekali bahwa kesehatan mata akan baik-baik saja karena layar ini sudah memiliki fitur Eye Care di mana dapat mengurangi tingkat paparan radiasi biru pada layar sampai dengan 70%. Fitur ini akan mampu menjaga kesehatan mata hingga 68,10% berdasarkan survei di mana rata-rata bekerja dengan laptop di atas 10 jam perhari.

ASUS OLED

Sebagai penulis dan blogger, aku kerapkali bekerja kembali sepulang dari sekolah. Di sela kesibukan dan memenuhi kebutuhan keluarga, aku mencuri waktu yang tepat agar bisa membuka laptop. Seperti saat menyelesaikan tulisan ini, aku harus berada di ruangan yang remang karena cuaca tidak mendukung.

ASUS OLED pas dalam memancarkan cahaya. Pengaturan cahaya di F4 dan F5 tidak aku aplikasikan karena begitu layar dibuka, laptop dinyalakan, dan aku mengaktifkan Battery Saver melalui ikon baterai di taskbar bawah sebelah kanan, layar laptop ini langsung menyesuaikan dengan ruangan.

Begitu unggulnya layar OLED ini sampai-sampai aku tidak bisa berpaling. Bagaimana dengan kondisi mata di ruangan yang minim cahaya ini? Aku pastikan bahwa mataku tidak lelah dan perih meskipun harus menyelesaikan tulisan ini lebih dari dua jam.

Aku tidak mau menafikan sebelum menggunakan layar OLED juga sudah menggunakan layar laptop standar. Pernah bekerja di ruangan yang remang, dan bahkan menonton drama Korea sampai larut dengan lampu temaram. Di paginya, aku bisa merasakan kantung mata yang sedikit bengkak, mata perih, dan lelah untuk beraktivitas secara normal.

ASUS OLED

Sertifikat Low Blue Light dan Flicker Free dari TÜV Rheinland barangkali sangat berguna saat bekerja di suasana remang. Layar tetap jernih dan baik pada tingkat kecerahan yang rendah. Layar ASUS OLED menjadi demikian karena menggunakan 3D color gamut sebagai referensi, di mana terdapat faktor iluminasi untuk mengukur color volume.

Di laptop ASUS OLED, setidaknya color volume 60% lebih besar dibanding dengan laptop pada umumnya. Jadi, reproduksi warna sangat tinggi dan rentang tingkat kecerahan yang luas meskipun di sudut ruangan remang masih mampu menampilkan warna yang kaya, jelas, dan menariknya adalah di tingkat kecerahan rendah produksi warna adalah sebesar 11% saja.

ASUS OLED

Akhir tahun ini benar-benar menguras tenaga. Libur yang ditunda-tunda sangat berdampak pada pengisian raport secara digital. Saat dikejar waktu begini, mau tidak mau senjata untuk berperang juga harus maksimal. Aku tidak sanggup membayangkan bagaimana seharian di depan laptop dengan aplikasi raport digital menyala, dengan angka-angka yang harus tepat agar nilai tidak salah kirim, dan buru-buru dalam mencetak hasil ujian karena dipaksa waktu demikian.

Dengan laptop layar OLED yang bersenyawa dengan kebutuhan hari ini, aku terbantu menyelesaikan semua pekerjaan sampai di akhir tahun, dan liburan besok – meskipun tidak ke mana-mana juga. Paling tidak bisa meregangkan badan yang lelah.

Baca Juga: Faktor Kesehatan Mata Makin Jadi Pertimbangan Saat Membeli Laptop

Saat berhubungan dengan nilai harian anak-anak, kemudian mencari presentase akhir, kontras warna ASUS OLED sangat membantu. Detail warna dari ASUS OLED sangat jelas berkat rasio kontras sampai 1.000.000:1. Sertifikat DisplayHDR 500 True Black dari VESA juga menguntungkan saat mengintip angka-angka kecil di layar laptop. Jadi nggak cuma untuk menikmati multimedia saja yang visualnya harus dinikmati dengan indah, tetapi pekerjaan utama juga sangat menguntungkan.

Response time layar 0,2ms atau 50 kali lebih kencang tidak saja membantu mengejar deadline tetapi mampu menghidupkan suasana menegangkan. Di saat rekan kerja terpaku pada layar yang berhenti bekerja, aku masih bisa bernapas lega karena tidak masalah dengan kinerja layar yang tersendat-sendat.

ASUS OLED

Aku sudah sebut bahwa ASUS OLED mampu menjangkau kebutuhan di luar batas kemampuan kita berpikir soal layar laptop. Namun, bagaimana mendapatkan sebuah laptop ASUS layar OLED dengan harga murah? Apakah itu memungkinkan?

Sekali lagi, aku tidak mereview secara baik seperti tetangga sebelah tetapi kamu bisa membandingkan pengalamanku menggunakan ASUS OLED untuk mendapatkan VivoBook Ultra 15 OLED (K513). Kenapa aku rekomendasikan laptop seri ini?

Sama seperti ketika guru di sekolah meminta rekomendasi laptop bagus, aku akan bertanya berapa budget untuk mendapatkan sebuah laptop ‘bagus’ itu? Nah, VivoBook Ultra 15 OLED (K513) adalah sebuah laptop ASUS OLED yang bagus dengan harga Rp8.599.000 saja.

Pas di kantong, pas juga performa layar dan dapur picu. VivoBook Ultra 15 OLED (K513) bekerja dengan baik berkat prosesor 11th Gen Intel Core. Konsumsi daya yang lebih rendah namun performa lebih kencang dibanding generasi sebelumnya. Memori laptop ini juga lebih dari cukup yaitu DDR4 RAM dan media penyimpanan PCIe SSD yang menjamin kecepatan kinerja.

Jangan khawatir dengan RAM laptop ini. ASUS memberikan solusi upgrade kapasitas RAM melalui satu slot bernama SO-DIMM DDR4. Selain RAM, media penyimpanan juga dapat ditambah menggunakan 2.5” SATA SSD atau HDD untuk kebutuhan penyimpanan lebih luas lagi.

Pengguna bisa segera meng-upgrade RAM maupun ROM kalau ingin meng-update sistem operasi ke Windows 11 agar makin kekinian dan kencang dalam bekerja. Kebutuhan ini menjadi lebih keren dibandingkan harus ganti laptop seperti merek lain.

Yang menarik lagi dari VivoBook Ultra 15 OLED (K513) adalah teknologi terbaru yaitu ASUS Intelligent Performance Technology (AIPT). Performa akan meningkat sampai dengan 40% dibanding laptop yang serupa di pasaran. Teknologi ini juga membuat konsumsi daya lebih rendah sehingga bekerja bisa lebih maksimal. Di laptop seri ini, AIPT dapat diaktifkan dengan menekan kombinasi tombol FN dan F yang disesuaikan dengan pemakaian.

Mari kita lihat bagian yang unggul lain dari VivoBook Ultra 15 OLED (K513). Layar laptop ini mampu mereproduksi warna sampai dengan 100% pada color space DCI-P3. Sertifikasi PANTONE Validated display juga penting sekali yang menandakan bahwa laptop ini bisa memanjakan mata pengguna saat menikmati multimedia sesuai kaidah perfilman saat ini.

VivoBook Ultra 15 OLED (K513) juga mendapatkan sentuhan teknologi HDR dengan sertifikat VESA DisplayHDR dengan rasio kontras tinggi. Hal ini bisa menampilkan warna hitam yang sesungguhnya sehingga lebih menyeramkan jika dipikir tetapi lebih baik untuk bekerja. Berkat response time yang kencang, layar laptop ini akan memanjakan pengguna sampai lelah bekerja.

Di masa yang tak menentu begini, VivoBook Ultra 15 OLED (K513) adalah pilihan yang tepat untuk bekerja maupun belajar dari rumah, dengan istilah keren sekarang adalah WFH dan PJJ. Yang dibutuhkan adalah teknologi AI Noise Cancelling yang memastikan suara di sekitar tak akan masuk ke dalam ‘ruangan’ kita bekerja. Jadi, sesi video conference akan aman saja meskipun di dekat kita ricuh sekali.

WFH dan PJJ adalah bekerja dengan internet yang tak boleh putus, maka VivoBook Ultra 15 OLED (K513) menggunakan WiFi 6 yang stabil dan kencang. WiFi 6 memiliki fitur WiFi Smart Connect di mana sistem akan memilih dan terkoneksi dengan router paling kuat sinyal secara otomatis. Jadi, bekerja lebih baik dan aman tanpa kendala jaringan.

Bagian akhir dari VivoBook Ultra 15 OLED (K513) yang menarik perhatian adalah Windows 10 Home. Sistem operasi terbaru dari Microsoft ini memungkinkan kinerja lebih cepat dan gesit. Pengguna bisa menikmati semua aplikasi kantoran dengan mudah dan cepat. Microsoft Store menyediakan beberapa aplikasi gratis untuk dinikmati dengan baik.

Tak boleh ketinggalan adalah Windows Update yang akan melindungi secara menyeluruh Windows 10 Home ini. Pengguna bisa bebas menggunakan Windows Hello agar terjamin kata sandi dan pembacaan sidik jari lebih baik.

Jika biasanya kesal karena Office harus bayar lagi, VivoBook Ultra 15 OLED (K513) mendapat hal spesial di mana Office Home & Student 2019 yang mencakup Word, Excel dan PowerPoint sudah gratis diberikan seumur hidup. Dengan software asli ini, keamanan lebih baik daripada yang dibayangkan selama ini.

Baca Juga: 5 Keunggulan Laptop Layar OLED Dibandingkan Layar Laptop LCD

Rekomendasi dariku cukup begini saja. Tinggal keputusan kamu saja mau melanjutkan ke kasir buat menebus VivoBook Ultra 15 OLED (K513) atau memikirkan lagi dua tiga hari. Tapi, jangan lama-lama ya, stok laptop ASUS OLED ini teratas. Nanti kamu nggak kebagian!

Fiersa Besari penulis dan penyanyi yang cukup nyentrik. Bukan Lagu Laptop Biasa mungkin menjadi salah satu aransemen yang ‘gila’ dari Fiersa di antara novel roman picisan miliknya. Kenapa aku sebut begitu, tentu belum ada brand ambassador maupun sejenisnya yang mempromosikan produk menggunakan karya sendiri selain yang diarahkan oleh sutradara.

Aku dapat kesimpulan menarik dari video klip bukan lagu cinta ini. Bagaimana sebuah laptop layar OLED menyuguhkan sesuatu yang unik dan menarik bagi konten kreator. Apapun profesi kamu, akan membutuhkan laptop dengan layar yang benar-benar sempurna agar bisa jeli melihat setiap sudut. Nah, kalau sudah demikian, pengeditan akan lebih cepat dan tidak menunda-nunda waktu.

Paduan musik dan laptop belum pernah ada sejauh ini. Hal ini keren dan patut diapresiasikan dengan baik. Iklan tak biasa ini mampu menghipnotis kita untuk segera mendapatkan ASUS OLED yaitu VivoBook Ultra 15 OLED (K513) dalam waktu dekat!

ASUS OLED

Jangan lupa, laptop yang dipromosikan oleh Bung Fiersa ini adalah Laptop modern ASUS OLED sudah diperkuat oleh prosesor Intel Core generasi ke-11 terbaru (Tiger Lake) yang menghadirkan keseimbangan performa dan responsivitas dalam platform berdaya rendah yang dibuat berdasarkan teknologi proses 10nm generasi ketiga. Tonton video klipnya di bawah ini ya!

Kembali ke HOME
%d bloggers like this: