January 24, 2020

Ini Dia Bandara Halal Terbaik Dunia, Sultan Iskandar Muda Airport

World's Best Airport
Bandara Halal Terbaik
Dunia jatuh kepada Sultan Iskandar Muda
Internasional Airport di Aceh. Kemenangan Bandara Sultan Iskandar Muda dalam The World Halal Tourism Awards 2016 kategori World’s Best Airport cukup mengejutkan karena persaingan cukup
ketat. Bandar Udara yang terletak di Blang Bintang, Aceh Besar ini harus
bersaing dengan bandara-bandara terkemuka di dunia. Di antara bandara tersebut
adalah Kuala Lumpur Internasional Airport, King Abdul Azeez Internasional
Airport, Doha Hamad Internasional Airport dan Dubai Airport.

“Ini dramatic! Malaysia dan Turki itu legenda di Wisata Halal Dunia.
Dari waktu ke waktu, ya dua negara ini yang menonjol. Dua tahun ini 2015 dan
2016, kita ambil alih. Kita menyalip di tikungan akhir. Ini semakin
mempertegas, bahwa Indonesia itu solid. Voters Merah Putih itu kompak, netizen
kita juga punya spirit nasionalisme yang tinggi. Kita bangsa pemenang. Kita
bisa buktikan bahwa bangsa ini hebat. Mereka memilih ke-12 kategori itu, tanpa
melihat dari mana berasal, atau mewakili siapa, yang penting Merah Putih menang
dan menjadi kebanggaan Indonesia.” – Arief Yahya, Menpar Indonesia.
Selain
kemenangan di landasan pacu, Indonesia juga membawa pulang piala untuk kategori
World’s Best Airline for Halal
Travellers
di mana Garuda Indonesia mengalahkan Emirates Airlines, Turkish Airlines, Air Asia dan Saudi
Arabian Airlines. Aceh sendiri menang telak
dalam kategori World’s Best Halal
Cultural Destination
dengan mengalahkan Azerbaijan, Malaysia,
Palestina dan Arab Saudi.
Bandara
Sultan Iskandar Muda cukup kecil dibandingkan dengan bandara-bandara lain di
Indonesia. Jumlah penerbangan juga tidak sebanyak yang di bandara lain. Kesibukan
yang terjadi di antara para traveler terlihat tidak tergopoh-gopoh
seperti di bandara-bandara besar seperti Kualanamu Internasional Airtport atau
Soekarno-Hatta Internasional Airport. Suasana hening di bandara seakan-akan
menjadi sesuatu yang nikmat. Traveler yang mengejar penerbangan mau
tidak mau harus berlari di koridor bandara untuk mencapai gate yang
tertera di boarding pass. Namun ini tidak berlaku di Bandara Sultan
Iskandar Muda, kecuali kamu terlambat check-in. Bandara ini hanya
memiliki satu pintu masuk ke terminal keberangkatan sehingga kamu nggak perlu
berlari sampai pegal. Kamu masih bisa menikmati suasana Aceh yang adem, bandara
yang sejuk dan kuliner yang ada di terminal keberangkatan.
Saya
dan Bandara Sultan Iskandar Muda memiliki ikatan tersendiri. Bandara yang
memiliki kubah seperti masjid ini menjadi satu-satunya keistimewaan bagi saya. Sejak
tahun 2008, saya telah menjadi ‘pelanggan’ tanpa bunyi nyaring di terminal
keberangkatan maupun kedatangan. Waktu itu, saya tidak memahami dengan baik
mengapa terminal itu dipisah.
“Kapan
ya saya bisa naik pesawat?” pertanyaan ini sering terlintas dibenak saya. Rasanya
mustahil sekali saya dapat naik pesawat. Sejak tahun 2008 pula saya
mondar-mandir untuk mengantar dan menjemput orang terdekat ke bandara ini. Terkadang,
saya harus terburu-buru mengejar jadwal penerbangan, di lain waktu pula saya
harus bangun pagi untuk mengejar first flight. Saya merasakan sendiri
aura bangga waktu menjemput kerabat di terminal kedatangan. Orang-orang yang
ada di sekeliling mengisyaratkan kebahagiaan tersendiri menanti kerabat mereka.
Saya pun demikian. Ada kerabat yang naik pesawat terbang tentu memiliki kesan
lebih yang entah bagaimana saya deskripsikan.
“Akhirnya
saya bisa naik pesawat!” itu di tahun 2014. Saya benar-benar meleburkan diri di
antara orang-orang lain di Bandara Sultan Iskandar Muda menuju Bandara
Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. Penerbangan pertama saya ini pukul 06.00
dan saya terburu-buru ke bandara pukul 04.30 takut ditinggal pesawat. Berpacu dalam
dingin akhirnya saya sampai di bandara yang rupanya telah ramai oleh calon
penumpang lain.
“Begini
rasanya jadi penumpang pesawat!”
Bandara
Sultan Iskandar Muda kemudian menjadi langganan beneran untuk saya. Wajar
jika saya berbangga kepada diri sendiri, dengan posisi yang tidak mungkin
membeli tiket pesawat saya malah berulangkali keluar masuk terminal
keberangkatan dan kedatangan. Suasana adem dan nyaman di bandara ini melebur ke
dalam diri saya yang telah menikmati kesibukan di bandara lain.
Saya
tahu, keberadaan ini menjadi salah satu keistimewaan karena cukup berbeda
dengan bandara lain di Indonesia. Dari segi arsitektur memang kebutuhan dari
seni memahat dan menciptakan. Tetapi dari segi penampilan, bandara ini
menawarkan sesuatu yang lebih unik dan menarik. Di bandara lain saya bisa candid
wanita dengan celana selutut, di sini saya tidak menemukan hal demikian. Di bandara
lain saya cukup khawatir untuk membeli makanan di salah satu resto, di sini
saya tidak memedulikan hal tersebut karena semua yang dijual adalah makanan
halal. Di bandara lain saya cemas masuk ke kamar kecil karena alasan tertentu, di
bandara ini kamar kecil telah melewati standar hukum Islam. Di bandara lain
saya kebingungan mencari musalla, di sini dengan mudah saya mendapatkan
tempat ibadah.
Suatu
kebanggaan sudah pasti karena Aceh akan menjadi destinasi halal dunia. Dua penghargaan
bergengsi ini akan membuat Aceh semakin bernama di penjuru dunia. Kamu, saya
tunggu di Terminal Kedatangan Bandara Sultan Iskandara Muda!
Referensi:
International Travel
Week Abu Dhabi 
http://itwabudhabi.com/halal-awards/2016-winners.html

Menpar
http://www.kemenpar.go.id/asp/detil.asp?c=16&id=3393 

Sumber Foto: Official Twitter Sultan Iskandar Muda Airport

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *