January 19, 2020

ASUS Laptopku, Bagaimana denganmu?

“Apa sih
yang kamu cari?” tanya Najwa Shihab kepada peraih medali emas pertama untuk
Indonesia di Asian Games 2018, Defia Rosmaniar, “Prestasi!” begitu jawab dara
Bogor itu dengan mantap. “Bukan bonus?” desak Najwa lagi. “Yang pertama
prestasi, kedua bonus akan menyusul apabila berprestasi!”

Video hasil
wawancara presenter yang terkenal sangat elegan dan ‘ganas’ di Indonesia ini
membuat saya terharu. Di antara video wawancara atlet peraih medali emas lain,
bincang dengan Defia benar-benar saya rekam dengan baik. Prestasi! Tentu sangat
tidak mudah; di mana-mana demikian. Pendapat Defia menjadi cambuk untuk saya
sendiri dan membenarkan bahwa bonus akan datang dari hasil kerja keras. Defia
telah merelakan masa kanak-kanak dan remajanya terenggut begitu saja untuk
menggeluti taekwondo. Medali emas di Asian Games ke-18 di tahun 2018 tak lain
anugerah untuknya. Najwa kemudian ‘menyindir’ soal bonus yang akan didapatkan
oleh Defia dan atlet lain. Defia terlihat hanya mengulurkan senyum dengan
linangan airmata yang tidak bisa dicegah. Mungkin kamu tertinggal tayangan
tersebut, bisa ke https://www.youtube.com/watch?v=KCi2b6BW6yo untuk menontonnya.
Prestasi.
Simalakama saat menyebut bahkan menulis kata tersebut. Untuk para atlet yang
telah meraih kesuksesan dan mendapatkan bonus tidak lantas bersenang-senang.
Mereka akan mengejar prestasi lain di ajang olahraga lainnya. Lantas, bonus
akan mengikuti karena saat meraih prestasi nama mereka akan dikenang. Kita
tidak mungkin lupa pada bidikan kamera media massa, cuitan di media sosial dan
juga ‘promosi’ secara tidak sengaja dalam bentuk dukungan yang kemudian menjadi
trending topic di Indonesia bahkan
dunia. Mereka dikenal karena prestasi dan benar seperti kata Defia, bonus
datang kemudian tanpa diminta.
Kita
tinggalkan Defia dan para atlet peraih medali di Asian Games 2018. Kita bicara
tentang kita. Prestasi apa yang bisa membanggakan. Tentu, berbeda-beda tetapi
bisa membuat kita menjadi berarti setidaknya untuk diri sendiri. Saya tidak
bisa berbicara soal bonus berupa materi namun soal prestasi mungkin bisa
menjadi acuan beberapa penggalan ‘bonus’ ke depan.
asus laptopku
ASUS Laptopku.
Begitu
terburu, saya membuka ZenBook Flip S yang sangat tipis itu di 29 Juni 2018. Saya
merasa hampir sesak karena deadline
lomba yang diikuti hampir tiba. Saya masih bingung mau memulai dari mana dan
apa yang sebenarnya ingin saya tulis. Tetapi, saya ingin. Begitu menggebu.
Begitu ditarik untuk terus dipaksa mengeluarkan kata-kata namun tak kunjung
berbaris di layar notebook itu.
Saya
termenung lama di depan notebook dengan
layar sentuh dan dua fungsi ini; sebagai laptop dan tablet. Saya mencari celah dan tema yang mengandung keAcehan. Saya
ingin berbicara tentang Aceh dari sudut olahraga, bukan selalu soal kontroversi
atau halal dan haram. Bidikan saya kemudian terangkum dalam Bunga
Aceh; Engkau Harum di Angkat Besi Asian Games 2018
. Tulisan ini yang
mengantarkan ‘bonus’ untuk saya hadir ke Jakarta, tidak hanya berteriak di
kursi penonton dalam Stadion Gelora Bung Karno saat Opening Ceremony Asian
Games 2018, tetapi bersama pemenang Writingthon Asian Games saya menjadi ‘tamu’
negara yang menjadi mimpi terindah sepanjang perjalanan menulis.


Baca Juga:Bunga Aceh; Engkau Harum di Angkat Besi Asian Games 2018

Saya
terharu. Itu sudah pasti. Saya mewakili Aceh untuk ‘diarak’ keliling Jakarta
oleh Kementerian Teknologi dan Informatika (Kominfo) karena telah mempromosikan
atau lebih tepatnya, mengabadikan pelaksanaan Asian Games 2018 di Indonesia. Gedung
Arsip Nasional menjadi pijakan bertemu Menteri Rudiantara dalam balutan dinner yang istimewa. Konser kecil
bersama d’Masiv tak pernah dilupa di sisi pantai terindah Taman Impian Jaya
Ancol. Taman Mini Indonesia Indah menjadi waktu bersenang-senang dan juga
mencari tahu tentang teknologi informasi Indonesia di Museum Penerangan.
Malam Opening Ceremony Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Kita tahu,
butuh waktu 56 tahun untuk Indonesia kembali menjadi tuan rumah dengan segala
upaya dan keterbatasan. Tulisan saya yang telah dibukukan bersama 34 penulis
lain oleh Kominfo dan Bitread Publishing akan menjadi saksi sejarah sampai
berabad lamanya. Sebuah kehormatan karena belum tentu catatan sejarah model
begini akan terulang kembali.
ZenBook
Flip S menjadi ‘sahabat’ yang sebenarnya harus saya ucapkan terima kasih. Keyboard-nya yang lembut, layarnya yang
bening dan kecepatan kinerjanya dalam persekian detik, bisa membuat saya
menangis saat melihat tarian pembuka, Tari Ratoh Jaroe, yang ditarikan oleh
1.500 pelajar di depan jutaan mata malam itu, 18 Agustus 2018. Kata-kata yang
mengalir di notebook terbaik dari
ASUS tahun 2017 ini tidak bisa saya bendung karena saya bisa mencapai titik di
mana menjadi impian banyak orang. Tulisan yang telah jadi dan tersimpan dengan
baik di dalam notebook yang
dilengkapi dengan ASUS Pen ini, tidak hanya istimewa tetapi jauh lebih
prestisius dari itu. Saya sempat berujar kepada diri sendiri, “Ini pemerintah
yang buat, lho!”
Lahirnya
tulisan tentang gadis Aceh itu karena jari saya tidak bisa lepas di atas keyboard yang akan menyala saat ditekan
FN+F4. Warna yang dipancarkan tidak hanya menambah mood saya untuk menulis bagian penutup yang lebih memukau, juga
memudahkan pengetikan dalam remang cahaya lepas subuh. Di paragraf tertentu,
kadangkala saya bimbang mau menulis dari sudut pandang yang bagaimana, di saat
itu pula musik yang keluar dari headset
sangat indah sekali berkat harman/karbon
di notebook ini. Alunan musik
menguatkan saya untuk menutup tulisan dan mengirimkannya dengan segera.
Kini, saya
ikut berbangga bahwa ZenBook Flip S tidak hanya sebagai notebook dengan serpihan emas di sisinya, tetapi membuat saya
meraih ‘prestasi’ seperti yang disebut Defia. Bagi saya, capain ini tak lain sebuah
prestasi yang lebih berharga karena blogger
telah memiliki tempat tersendiri di hati pemerintah. Saat melihat sampul buku
dengan logo Kominfo, saya tidak hanya merinding namun merasa telah sangat
dihargai sebagai seorang penulis.
Notebook ASUS ZenBook Flip S mempunyai andil besar
dalam diri saya? Jika tentang itu, tidak perlu ditanya lagi. Kemenangan saya dalam
lomba menulis tentang Asian Gaems di Indonesia karena andil notebook ini. Mungkin ‘menang’ lomba itu
hal biasa bagi blogger kelas atas
tetapi kemenangan kali ini memiliki makna tersendiri. Belum lagi jika menyebut
beberapa prestasi lain yang saya raih karena ketukan kata demi kata di atas keyboard responsif ini.
Tidak cukup
rasanya apabila belum menyebut keseharian saya yang ditemani oleh ZenBook Flip
S. Buka dan lipat menjadi tablet
telah menjadi keharusan saya sehari-hari. Berdiri di depan siswa di dalam
laboratorium komputer membuat saya ingin tampil beda dari guru lain, dan juga ingin
menyuguhkan peran teknologi selama pembelajaran berlangsung. Maka, materi ajar
biasanya saya simpan dalam bentuk slideshow
yang akan ditampilan melalui projektor.
Kseharian saya sebagai guru di dalam laboratorium komputer.
Praktis dan
simpel karena notebook yang didukung
oleh Windows 10 ini berubah menjadi komputer tablet dengan sekali lipatan. Saya tidak perlu kesusahan lagi
membaca bahan ajar karena bukan laptop yang dipegang melainkan tablet. Saya juga mudah mengedit slideshow, memindahkan slide, maupun memutar video yang
berkenaan dengan pelajaran hari itu. Sebenarnya, tidak berniat untuk pamer ke
siswa namun wajib saya beritahu bahwa pengembangan teknologi makin hari
mengalami perubahan yang cukup signifikan.
Sama halnya
saat menghasilkan karya tulis yang dibaca banyak orang, di dalam kelas fungsi
ZenBook Flip S juga tidak bisa diubah menjadi apapun. Saya terbantu, tentu
saja. Bukan karena saya seorang guru muda tetapi karena saya mencintai
teknologi termasuk mengajar dengan menggunakan keunggulan teknologi. Saya pun
berpikir bahwa siswa-siswa ini ke depan tidak bisa tidak akan berhadapan dengan
teknologi. Selain mengajar, saya juga mengenalkan bahwa teknologi yang berubah
saat ini adalah demikian; notebook
berubah fungsi jadi tablet atau notebook yang super tipis maupun layar
yang bisa disentuh.
ZenBook Flip S menemani saya dalam mengajar.
Bagian
menarik lain, ZenBook Flip S yang ditopang dengan Intel Core-i7 berjalan sangat
kencang sekali bersama RAM sebesar 16 GB. Saya begitu terbantu untuk terus
konek ke internet karena baterai notebook
ini mampu bertahan sampai 11 jam. Seharian, baik penggunaan di dalam kelas
maupun menulis lepas siang, saya hanya butuh sekali mengisi daya sampai penuh
dalam waktu cepat pula. Sebagai seorang pengejar deadline menulis, sebagai seorang guru yang di pagi selalu
terburu-buru, saya benar-benar sangat terbantu dengan menggenggam notebook 13,3 inci ini. Bodi imut
miliknya, warna biru yang mewah, membuat saya terkagum telah bersamanya hampir
satu tahun ini.
Namanya Elvitiana Rosa, besar keinginannya bisa menulis di kemudian hari.
Banyak
karya yang telah dilahirkan, banyak pula siswa-siswa yang telah diajar melalui
materi ajar di notebook ini. Maka,
pilihan saya memilih laptop ASUS
adalah sangat tepat. Saat ini, ASUS juga memiliki ragam produk yang bisa kamu
miliki dengan harga yang terjangkau serta memiliki dua fungsi seperti yang saya
miliki saat ini. ASUS VivoBook Flip TP410 dikenal ramah untuk pekerja aktif dan
termasuk salah satu notebook yang
ringan.

ASUS VivoBook Flip TP410 Jadi Laptopku di 2018

Bagian
terpenting saat ini adalah ketika ingin memiliki laptop bagus di era serba
teknologi. ASUS kemudian hadirkan VivoBook Flip TP410 dengan tiga pilihan yaitu
sebuah kebutuhan dan budget calon
pengguna. Hal ini tentu penting sekali. Saat siswa-siswa tanya bahkan guru di
sekolah, “Laptop apa yang bagus?” saya balik bertanya, “ Berapa budget untuk beli laptop?” karena
‘bagus’ itu relatif dan saya bisa menyebut angka puluhan juta yang membuat
mereka tercengang. Namun, begitu mereka menyebut budget maka laptop tipe ini akan saya rekomendasikan.
Laptop ASUS
menjadi rekomendasi utama dan mereka percaya karena melihat saya menggunakan
ASUS. Saat ASUS melahirkan VivoBook Flip TP410 dengan tiga pilihan saya pun
ikut senang. Pilihan pertama dengan harga Rp 9.099.000 untuk prosesor
core-i5-7200U dengan RAM 8 GB dan memori 1 TB. Pilihan kedua dengan harga Rp
7.099.000 untuk prosesor core-i3-7100U dengan RAM 4 GB dan memori 1 TB. Pilihan
ketiga dengan harga Rp 6.899.000 untuk prosesor core-i3-7100U dengan RAM 4 GB
dan memori 500 GB. Ketiga laptop ini telah menggunakan Windows 10 original jadi
dapat dipastikan nyaman dan aman.
ASUS VivoBook Flip murah dan bagus
ASUS VivoBook Flip TP410.
Kita mudah
untuk memilih sesuai budget yang mana
sangat sensitif sekali. Bagaimana dengan keunggulan dari VivoBook Flip TP410? Meski
memilih pilihan ketiga namun soal ketahanan dan juga komputasi tidak bisa
diragukan. ASUS membenamkan banyak sekali keunggulan yang patut dicatat sebelum
memilih.
VivoBook
Flip TP410 terbuat dari bahan aluminium yang solid dan memiliki warna yang elegan.
Dengan tebal 1,92 mm dan berat 1,6 kg cukup membuatnya terlihat tipis dan high class. Layar 14 inci juga cukup
baik untuk multimedia dan beragam aktivitas lain baik sebagai pekerja kantor
maupun pekerja di luar ruangan. ASUS menggunakan layar dengan sebutan NanoEdge
yang mana meskipun tercatat 14 inci tetapi pada tampilannya sangat imut, ringan
dan mudah dimasukkan ke dalam tas atau ransel dengan ukuran standar. Layar imut
ini berjenis Full HD dengan resolusi 1920×1080 piksel dengan teknologi wide-view
sampai 178 derajat yang membuat warnanya tetap kontras dari berbagai sudut. Layar
laptop ini dapat disentuh atau dibekali layar sentuh yang sangat responsif.
ASUS VivoBook Flip murah dan bagus
ASUS Pen bisa membantu kinerja lebih baik. 
VivoBook
Flip TP410 memiliki sidik jari di atas touchpad
bagian kanan atas. Sidik jari ini akan memudahkan pengguna dalam membuka kunci
layar dalam persekian detik, jadi tidak perlu ribet untuk memasukkan password. Windows 10 original juga
membuatnya memiliki nilai tambah di mana kita tidak akan disuguhkan keterangan
‘Windows palsu’ begitu update
tertekan tanpa disengaja.
Meskipun
menyasar kelas menengah namun VivoBook Flip TP410 bukanlah laptop yang ringkih
maupun seadanya saja. ASUS memberikan suguhan yang benar-benar menarik dan
membuatnya tampil mewah ibarat laptop mahal. Selain kegunaan konvensional yaitu
laptop yang terbuka seperti biasa, VivoBook Flip TP410 juga dapat dialihfungsi
menjadi tablet, media stand, maupun share view.
ASUS VivoBook Flip murah dan bagus
4 gaya untuk mendukung gaya hidup.
Saat
menjadi tablet akan memudahkan kita
membaca atau melakukan presentasi seperti yang sudah saya sebutkan. Saat
menjadi share view akan banyak orang
bisa melihat apa yang sedang kita presentasikan. Keempat variasi ini sangat
membantu kita sebagai pekerja aktif yang membutuhkan laptop maupun tablet sekaligus.
Saya sudah
sebut bahwa laptop ASUS akan mengeluarkan suara yang mengagumkan berkat
SonicMaster Technology. VivoBook Flip TP410 juga mendapatkan tempat yang sama
di mana teknologi kelas atas dalam hal suara ini bisa membuat kamu betah
mendengarkan lagu, menonton film maupun mengedit video. Selain itu, untuk
pengiriman data bisa mengandalkan Bluetooth 4.1 maupun Wi-Fi yang juga sangat
kencang karena dual-band 802.11ac. Pengiriman data konvensional juga bisa
dilakukan melalui USB 2.0, SD Card Reader dan juga HDMI di port yang tersedia.
Kenyamanan
lain adalah papan ketik yang luas dan cahaya di keyboard yang membuatnya tampak indah. Kelembutan papan ketik dari
ASUS sudah tidak diragukan lagi dan ini menjadi nilai tambah tersendiri di mana
keseharian kita akan berhadapan dengan keyboard.
VivoBook Flip TP410 juga memiliki daya tahan yang lama berkat ASUS Battery
Health Charging. Dengan teknologi ini baterai laptop akan dijaga dengan baik
dalam skala penggunaan maupun pengisian daya.
ASUS VivoBook Flip murah dan bagus
Tipis dan bertenaga inilah VivoBook Flip TP410.
ASUS
benar-benar menghadirkan VivoBook Flip TP410 rasa kelas atas di mana selain
layar sentuh juga ASUS Pen. Hal ini akan memudahkan kita dalam menggambar
maupun saat presentasi. Kamu bisa cari tahu lebih banyak mengenai laptop VivoBook
Flip TP410
di situs resmi ASUS Indonesia.

2018 Ganti Laptop ASUS, Kenapa Tidak?

Saya adalah
pengguna laptop ASUS. Saya bangga dengan ini? Jelas sekali karena banyak karya
yang lahir di laptop ASUS. Jika ada yang gemar ‘cuap-cuap’ di media sosial
bahwa laptop ASUS cepat rusak, sulit perbaikan, layanan purna jual yang repot
maupun tempat service yang tidak
meladeni dengan baik, saya pikir itu tentatif.
Di sekolah,
di depan siswa-siswa yang tentu saja masih ‘awam’ sekali soal perangkat
teknologi antara software dan hardware, saya berujar, “Selama kalian
tidak banting, laptop itu sulit sekali rusak!”
Bahwa,
perangkat elektronik itu perlu dijaga bagian luarnya atau hardware karena butuh biaya banyak apabila terjadi kerusakan.
Berbeda dengan kerusakan di bagian dalam atau software yang langsung ‘jadi’ kembali saat di-recovery atau instal ulang. 
Kemudian, kata-kata
saya menjadi catatan penting bagaimana sebuah laptop bisa rusak keyboard, tergores layar maupun motherboard bermasalah. Seringkali, saya
berkata, air yang tumpah ke atas keyboard
tak hanya merusak papan ketik itu tetapi juga motherboard – perangkat keras lain di dalamnya karena sifat air
yang mudah masuk ke celah-celah. Saat ini tiba, tidak akan mengenal merek
semahal apapun. Laptop ASUS jika tidak dijaga dengan baik juga akan mengalami
masalah serupa. Saya berpesan, “Jangan bohongi orang tua! Laptop jatuh katakan
jatuh, laptop kena virus katakan demikian,” artinya untuk mudah cari solusi dan
menipu orang tua sehingga orang tua berpikir bahwa merek laptop bermasalah
padahal bisa saja anaknya sendiri telah menjatuhkan laptop tanpa disengaja.
Kita
sendiri yang menjaga laptop agar selalu dalam kondisi baik. Meski demikian,
sebagai produsen nomor 1 di Indonesia, ASUS secara terang-terangan menyebut
bahwa pengujian terhadap laptop ASUS bukan sekali dua kali saja. ASUS melakukan
pengujian terhadap 11 jenis yaitu tes keyboard,
tes abrasif, tes tekanan, tes kebisingan, tes engsel, tes getaran, tes
goncangan, tes akselerasi tinggi, tes temperatur, tes pemelintiran, tes port dan tes jatuh. Semua tes ini
dilakukan untuk menguji fisik atau bodi dari laptop yang akan dijual.
Saya
percaya dengan tes karena selama pemakaian laptop ASUS belum berdampak terhadap
kerusakan bodi. Tes engsel misalnya, ASUS melakukan 20.000 kali untuk mengukur
kekuatan engsel. Saya tentu khawatir karena notebook
yang saat ini dipegang adalah jenis dua fungsi dan saya menggunakannya
terutama saat mengajar. Warna dari laptop ASUS juga tidak mudah pudar karena
tes abrasif yang memastikan bahwa meskipun digunakan dalam waktu lama, warna
laptop tidak mudah memudar. Tes tekanan tinggi dilakukan pada layar karena
setiap pengguna sangat khawatir layar dari laptop akan mudah retak atau goyah. Apalagi
– sekali lagi – bicara laptop yang bisa diputar menjadi tablet di mana layar menjadi lebih sensitif saat diputar namun ASUS
memastikan bahwa hal itu sangat aman. Buka tutup laptop berkali-kali juga
dilakukan untuk memastikan meskipun satu tangan saja digunakan masih relatif
aman dalam membuka laptop.
ASUS VivoBook Flip murah dan bagus
ASUS saja untuk membuat aktivitas lancar sampai tuntas.
 Saya pikir,
tidak ada alasan untuk berpaling dari laptop ASUS di tahun 2018. Banyak sekali
alasan untuk memilih karena laptop ASUS unggul dalam hal audio maupun visual. ASUS
Eye Care Technology memberikan standar tersendiri untuk membuat pengguna tidak
mudah sakit mata meskipun berlama-lama di depan layar. SonicMaster Premum
Technology menjadi hal terpenting lain mengingat hampir semua orang pasti akan
mengandalkan audio. Suara yang dihasilkan tidak hanya jernih namun memiliki
penekanan tersendiri sehingga tidak suing seperti gregetan atau kesemutan. Bagi
saya sebagai pecinta multimedia maka jenis audio dan visual dari laptop ASUS
sangat menjanjikan kenyamanan.
Sering
kesal karena daya tahan laptop begitu lemah? Saya tidak merasakannya lagi semenjak
menggunakan ASUS karena daya tahan beterainya sangat bekerja dengan baik. Tidak
hanya tahan lama tetapi ASUS Fast Charging membentuk panorama yang indah di
mana dalam 49 menit saja telah terisi sampai 60%. Ukuran ini sangat berguna
sekali untuk seorang pekerja yang hanya mengandalkan komputer dalam keseharian.
Di sisi lain, sidik jari menjadi perhatian khusus dari laptop ASUS di mana
dalam persekian detik saja layar langsung terbuka.
Jika bicara
soal tagar ganti-mengganti, sebaiknya kita ngomongin
yang santai saja. Ganti laptop barangkali ucapan yang wajar sekali mengingat
kebutuhan komputasi makin hari makin terang-benderang. Saya memang lebih banyak
berinteraksi dengan siswa dari pagi sampai siang. Interaksi yang kemudian saya
bangun tidak hanya sebatas guru dengan siswa tetapi lebih dari itu. Saya tak
segan untuk ‘memamerkan’ laptop ASUS saat mengajar atau di manapun saya berada
di lingkungan sekolah. Karena saya user
ASUS maka dengan mudah saya sebut, “Tipe laptop ASUS ini bisa kamu beli,” saat
siswa bertanya laptop apa yang cocok untuk mereka.
Namanya Misri, yang ingin menjadi selebgram suatu saat nanti.
Siswa saya
tidak hanya butuh laptop untuk UNBK saja tetapi lepas dari itu adalah laptop
dan laptop dan laptop saja; apabila melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah.
Saya tidak mau merekomendasikan laptop yang tidak pernah saya pakai. Saya juga
ingin memastikan bahwa laptop yang dibeli bisa dipakai dalam waktu lama karena
paham benar kondisi ekonomi orang tua siswa. Siswa-siswa ini membenarkan pendapat
saya karena melihat langsung, begitulah pembelajaran yang seharusnya untuk
mereka. Praktik adalah bukti. ASUS Laptopku, kapan kamu ganti laptop ke ASUS? 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *