January 25, 2020

Apakah Kamu Kangen Bahagia? Datanglah ke Tempat Ini

jangan lupa bahagia, kangen bahagia, bahagia sederhana, bahagia apa adanya
Kangen Bahagia – liputan6.com
Jangan
lupa bahagia
!” kata kamu.
Bahagia
itu tidak bisa ditebak, kawan. Ini soal rasa yang barangkali dijual dengan
harga yang sangat mahal sekali. Bahagia seseorang tidak akan pernah dapat
dilihat hanya dari bahasa tubuh, kata-kata atau hanya dari sebuah senyuman dan
tawa terbahak.

Bahagia
itu apa adanya
!” kata kamu lagi.
Dalam
menguraikan rasa bahagia, tidak semudah memulai sesuatu dengan helaan napas
saja. Ibarat meneguk secangkir kopi
yang dapat menghilangkan rasa kantuk
, bahagia adalah kafein kehidupan yang
membuat candu. Orang yang pernah merasakan bahagia akan terus-menerus
mencarinya. Orang yang belum pernah mendapatkan bahagia akan merajuk sepanjang
waktu untuk memilikinya. Orang yang tidak pernah mengilhami bahagia akan
membuang rasa itu sampai beban mengangkasa hilang tanpa jejak.
Bahagia
itu sederhana
!” kata kamu saat gerimis mengiris hari.
Bahagia
itu tidak dapat diciptakan, bahkan dilahirkan begitu saja. Bahagia datang dan
pergi karena sebuah keajaiban dalam hidup. Lalu bagaimana jika kamu kangen
bahagia?
Mari
kita membangun memori dari tidur panjang. Ada saat yang membuat emosi
menggebu-gebu bila kata tentang bahagia diisyaratkan ada. Tempat kejadian
bahagia menjadi salah satu bagian penting untuk memutar waktu dan memulai
kembali bahagia. Di mana saja tempat itu?
Lokasi Pertama Bertemu Bahagia
Ini
bicara tentang cinta. Mau tidak mau, bahagia selalu dikaitkan dengan perasaan
menggoda terhadap seseorang yang dianggap penting dalam kehidupan berikutnya. Tempat
di mana kamu bertemu dengan ‘cinta pertama’ menjadi pertimbangan penting untuk
kembali ke sana. Nostalgia bahagia akan menimbulkan kembali rasa bahagia yang
pernah ada.
Di
mana tempat itu? Hanya kamu sendiri yang benar-benar tahu di mana letaknya. Bisa
saja kamu bertemu dengannya di suatu senja Pantai Kuta, Bali. Mungkin, kamu
merasakan bahagia tak terkira saat-saat sibuk di bandar udara. Saat gerimis
senja hari, bisa saja itu saat yang menjadi momentum bahagia terburai dengan
indah.
Kembali
ke gubuk pinggir sungai, di mana kamu pernah bermanja dengannya, sebuah
alternatif untuk meraih kembali bahagia. Kegundahan hati yang selama ini
menggelora manja, akan diobati dengan secawan bahagia. Kelelahan akibat
aktivitas panjang, akan tertutupi dengan sehela napas bahagia. Memori terindah
untuk membentuk sugesti bahwa bahagia pernah ada di dalam kehidupan kita.
Sunset di Senja
Minggu
Kamu
pernah merasakan pikiran tenang saat melihat sunset? Mungkin saja
itulah saat-saat bahagia pertama itu. Datang kembali ke pantai yang sama, di
saat sunset menukik tajam, kamu akan merasakan kembali bahagia diburai
menjadi serpihan-serpihan penuh kasih.
Suasana
pantai memang tempat yang paling rentan terhadap bahagia. Aura yang dihadirkan
oleh lautan lepas, ombak yang garang, angin sepoi-sepoi tak lain sebagai
penyejuk jiwa yang telah penuh terisi beban.
“Teriak
saja di bibir pantai untuk melepas masalah!” mungkin kamu pernah mendengar
saran ini. Sah-sah saja kamu melakukan hal demikian. Namun itu bukanlah faktor
pendukung bahwa kamu akan bahagia selamanya, atau akan melepas beban hidup
selamanya.
Saat-saat
sendiri di pantai menghadirkan sepi yang cukup mengisi ulu hati yang beku. Pantai
dengan debur ombak memberikan kesejukan tersendiri yang tidak akan kamu rasakan
di tempat lain. Hal ini pula membuat orang berbondong-bondong menjadikan pantai
sebagai objek wisata. Bahagia suatu ketika saat berada di bibir pantai, bisa
kamu ulang kembali dengan manis manja.
Kafe dengan Aroma Kopi Menggoda Rasa
Kafe
menjadi tempat bahagia lain yang pernah terukir di dalam hidup kamu. Kafe mana
yang pernah membuat kamu ingin loncat-loncat manja? Kamu mana yang membuat kamu
merasa sangat tampan sekali? Karena ukiran di langit-langit. Karena seorang
yang kemudian menjadi pasangan hidup? Karena aroma kopi yang menggoda rasa?
Segala
kemungkinan bisa saja terjadi. Kafe di mana kamu merasakan bahagia itu seadanya
saja, layak untuk dikunjungi kembali. Kenangan demi kenangan akan menjadi
pecahan puzzle terbaik untuk membongkar rasa bahagia yang kini semraut. Duduk sejenak
dengan secangkir kopi terbaik membuat kamu bertanya-tanya, apakah benar kamu
pernah bahagia di sini?
Benar
kamu kangen bahagia? Atau kamu sosok yang mengabaikan bahagia. Atau juga kamu
orang yang mengatakan, “Ini semua untuk dunia!”
Lalu,
untuk kamu itu apa?
Bahagia.
Tentu, karena kata ini begitu menggoda! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *