January 24, 2020

Apa yang Kamu Lakukan Jika Ditolak Terus oleh Google Adsense

tips agar diterima oleh google adsense
Google Adsense – learn2free.com
“Bai…,
blog aku ditolak lagi sama Google Adsense!” Ferhat, seorang sahabat yang sudah
lama saya kenal ‘memprotes’ di pesan instan. Jika dibandingkan dengan saya, blog
sahabat yang saya kenal sejak bergabung dengan Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh itu,
lebih populer di Aceh dan sudah lama ber
domain .com. Namun, lamarannya
ke Google Adsense sudah ditolak tiga kali.

Baca Juga
Keunggulan Menggunakan Top Domain Level .net atau .com Untuk Blogging Bisa Traveling Gratis sampai Menang Lomba

Tampaknya,
Ferhat lelah untuk bermain dengan aturan main dari Google yang semakin hari
semakin semaraknya. Google memang bermain lebih ‘kasar’ terhadap blog-blog yang
ingin menerima iklan dari mereka. Blogger profesional sekalipun bisa juga dibanned
oleh Google bahkan sampai dimatikan iklan akibat kesalahan kecil saja.
“Malas
ah, ajuin Google Adsense. Saya masih ngeblog cuma untuk mengeluarkan
ide-ide brilian saja!” celutuk Fardelyn Hacky suatu ketika. Hacky memang belum
pernah mengajukan permohonan kepada Google Adsense. Saya sih menerima
alasan-alasan Hacky karena semua orang punya pertimbangan tersendiri sebelum
mengirim lamaran tersebut.
Google
Adsense memang sangat menggiurkan. Belum lagi jika berbicara dengan mereka yang
rutin mendapatkan puluhan juta dari klik iklan ini. Mereka yang termasuk ke dalam
golongan ‘master’ blog, waktu kerja bisa dikatakan 24 jam. Update blog
persekian menit telah menjadi keharusan untuk menaklukkan laman pertama
pencarian Google.
Ambisi
untuk menaklukkan Google Adsense pun dimulai sejak dunia blogger semakin
populer. Mereka yang belum memiliki blog, tiba-tiba ingin belajar ngeblog,
terbinar mata dengan pemasukan dari Google, namun tidak tahu bagaimana
perjuangan untuk sampai ke arah itu. Bermain Google Adsense memang tidak bisa
setengah hati. Bukan pula saya sudah rutin dapat penghasilan dari Google. Malah
bisa dikatakan, saya masih dapat secuil dan belum rutin tiap bulannya. Saya
hanya mengandalkan satu blog, bukan beberapa blog pada satu akun Google
Adsense.
Apa yang harus kamu lakukan jika ditolak terus oleh Google Adsense? Pertanyaan ini lumrah terjadi saat ini. Bahkan,
lebih sakit hati dan kecewa ditolak Google Adsense daripada gebetan. Pesona
Google Adsense luar biasa sejauh perkembangan teknologi.
yang harus kamu lakukan adalah…
Revisi Seluruh Konten
“Revisi
semua, Bai?” Ferhat seakan-akan tidak percaya dengan apa yang saya katakan.
Benar. Saya merevisi semua isi blog sejak awal sampai pada hari terakhir saya
menerima email penolakan kedua dari Google Adsense.
Apa
yang harus saya revisi? Artikel yang telah dipublikasikan setidaknya memuat
gambar yang jelas, video yang jelas, animasi yang jelas. Jelas yang bagaimana? Pencantuman
sumber gambar, video maupun animasi harus tertera pada konten.
Bagaimana
dengan artikel? Karena kebiasaan saya menulis artikel antara 500 sampai 1000
lebih kata, saya tidak menambah dan mengubah artikel sama sekali. Revisi semua
artikel yang telah dimuat membutuhkan waktu seharian dan benar-benar harus
dilakukan dengan teliti. Waktu itu, saya tidak mau mengulang kesalahan yang
sama dan ingin segera melihat iklan Google tayang di blog.
“Capek
kali revisi semua, Bai!” keluh Ferhat. Semua kembali pada pemilik blog. Mau
bertahan dengan kondisi saat ini atau revisi yang membutuhkan waktu satu hari. Blog
yang tidak direvisi sama sekali lalu diajukan kembali proposal ke Google
Adsense, kesimpulannya bisa ditarik sendiri. Blog yang kemudian telah direvisi,
pertimbangan tertentu pasti akan ada dari Google.
Akun Email Baru
“Jadi
aku buat email baru, Bai?” Ferhat kembali bertanya. Ya. email baru. Gmail
adalah layanan email gratis dari Google dan bisa dibuat kapan saja. Dalam
pembuatan email baru ini pula identitas yang diisi harus sebenarnya. Kode
verifikasi yang akan dikirim ke nomor ponsel wajib dibubuhkan karena berkenaan
dengan ‘kepercayaan’ Google terhadap pemilik akun.
“Blog
yang sama tidak masalah?” Ferhat masih penuh ragu. Jika blog tersebut telah
direvisi, tidak masalah.
Pengajuan
akun ke Google Adsense sejatinya membutuhkan akun email. Alamat blog boleh saja
sama. Google akan menilai konten yang ada di dalam blog sesuai syarat dan
ketentuan dari mereka. S & K ini sewaktu-waktu diperbaharui oleh Google dalam
rangka memudahkan maupun penyulitkan pengguna internet. Kita tidak tahu kode
html ini telah berubah. Kita juga tidak tahu kapan Google membanned
sebuah blog.
Hindari Plagiatisasi
Masa
penulis blog ‘nyuri’ artikel orang lain? Memang, banyak sekali blog maupun
portal berita yang hadir saat ini, menculik artikel dari blog lain. Parahnya,
blog-blog dan portal berita ini sama sekali tidak menyebutkan sumber. Dengan
senang hati pula mereka mengambil keuntungan dari klik iklan.
Google
sangat peka terhadap publikasi sebuah artikel. Jika konten yang dipublikasikan tidak
bisa dideteksi secara keseluruhan; seluruh isi tulisan, waktu publikasi di blog
menjadi titik tolak siapa yang asli dan palsu. Misalnya, saya tayangkan artikel
ini pada pukul 15.00 WIB, lima menit kemudian, artikel dengan isi yang sama dan
diubah judulnya dimuat oleh blog lain. Indeks yang tercatat dalam database
Google adalah waktu pemuatan pertama.
Memang,
tidak tertutup kemungkinan hal-hal lain bisa saja terjadi. Tetapi seorang
blogger dianggap benar-benar profesional apabila tidak mengopi artikel orang
lain lalu menempelnya begitu saja.
Unik dan Menarik
Artikel
unik dan menarik sebenarnya kembali ke penilaian pembaca. Tugas blogger adalah
menulis yang beda dari orang lain. Artikel-artikel yang unik akan lebih mudah
mengangkat nama blogger. Hal ini tentu perlu untuk mendongkrak popularitas. Hubungannya
dengan Google Adsense adalah tidak jauh beda dengan itu. Kronologinya begini, ada
blog yang isinya ‘biasa’ mengajukan lamaran ke Google Adsense. Satu sisi akan
diterima karena keberuntungan. Sisi lain ditolak karena view blog cuma sedikit.
“Orang
akan memasang iklan di blog kita apabila ada manfaatnya!” ujar saya kepada
Ferhat. Begitu juga dengan Google Adsense. Efek timbal-balik semestinya telah
berlaku dalam pengajuan lamaran ini. Iklan Google yang tayang di sebuah blog
lebih dari yang diharapkan. Pada laman muka bisa sampai tiga. Di dalam
artikel bisa sampai tiga. Belum lagi versi mobile yang baru saja
dikembangkan oleh Google.
Kita
tidak akan pernah tahu kapan Google benar-benar percaya dengan blog kita. Masuk
di laman pertama pencarian Google saja tidak cukup. Penilaian dari
Google sejatinya ketika kita mengajukan lamaran untuk Google Adsense. Google
akan mengulik semua konten yang ada di blog kita sesuai ‘kaidah’ dan ‘faedah’
yang berlaku di manajemen mereka. Apa itu? Tentu tidak ada yang tahu. Blog ini
bisa lolos. Blog itu belum tentu bisa lolos polisi Google.
“Blog
dia biasa-biasa saja kok lolos, Bai!” tanya seorang blogger. Saya tidak
tahu. Penilaian itu sepenuhnya ada di pihak Google Adsense. Namun, tips yang
telah saya jabarkan tidak ada salah dipraktikkan sebelum mengajukan lamaran
kembali.
“Bagaimana
cara agar diterima Google Adsense?” ajukan dulu. Kita tidak tahu blog ini akan
diterima dan blog itu akan ditolak. Jika diterima, jaga baik-baik akunnya. Jika
ditolak, mulai merangkai kisah seperti tips saya ini. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *