Relevansi PC di Era Digitalisasi Praktis dan Fleksibel

2025?

‘Kembali’ menjadi tahun yang menegangkan, menakutkan, dan memilukan bagi kami di Aceh. Seperti terulang kisah lama di 26 Desember 2004, dan itu di tanggal serupa 26 November 2025 – tahun lama lewat namun luka tidak bisa dimanipulasi.

Seperti ‘angka’ keramat.

PC di Warung Kopi?

26 Desember 2004. Aceh khususnya daerah pesisir luluh lantak karena gempa 9.3 skala richter dan tsunami yang tak pernah dibayangkan oleh siapa pun di masa kini. Dijuluki megathrust dengan 227.898 meninggal dunia, 45.752 tak tahu rimbanya sampai kini, dan 125.000 luka-luka; yang tak lain angka belum pasti mengingat ada sebagian wilayah yang tidak termasuk ke dalam ‘kalkulator’. Dan apalagi yang masuk ke dalam daftar selain kerugian mega besar yaitu Rp 51.4 triliun!

Gempa besar sekali terjadi di pagi itu. Tsunami sekali sampai pucuk kelapa. Rekonstruksi bertahun-tahun setelah pinggir pantai Aceh hilang, dan tak berbekas sama sekali.

Kami di sini, survive dengan kondisi. Sabar dalam situasi. Dan bangkit dalam keterbatasan meskipun sulit namun dibantu banyak pihak untuk membangun rumah, sekolah, dan infrastruktur lain yang telah ‘usai’ usianya.

‘Terulang kembali’ dalam 20 tahun, 10 bulan, dan 30 hari.’

26 November 2025. Aceh khususnya daerah pegunungan luluh lantak oleh banjir bandang besar yang entah datang dari mana dan sebab akibat karena apa – kita tahu pasti siapa – yang terjadi berulang. Sejak hari itu, pegunungan indah di Takengon, Bener Meriah, lenyap sudah. Lumbung padi yang maha luas di Pidie Jaya telah menjadi padang lumpur setinggi atap rumah. Padang sawit yang dikenal sebagai tanaman ‘parasit’ membawa Tamiang menjadi luka panjang untuk bangkit kembali.

Hujan terus mengguyur Bumi Aceh. Banjir bandang terus datang berulang. Malam-malam panjang yang tidak bisa tidur. Aktivitas yang hampir berhenti. Aceh gelap gulita.

Masa di mana Aceh terabaikan, dan diabaikan begitu saja karena ‘bencana ini skala kecil’ menurut sebagian orang. Namun luluh lantak semua di daerah yang jauh dari lautan, dekat pegunungan nan indah itu, sulit sekali untuk bangkit. Hidup harus harap-harap cemas, sebentar-sebentar banjir besar datang. Entah harus lagi ke mana. Sampai hari di 12 Desember 2025 banjir masih berdatangan. Banjir dengan lautan kayu-kayu besar masih menghantam Aceh nan jauh itu.

2 juta jiwa di Aceh mengangga dalam kesendirian. Orang-orang sudah meninggal meninggal dunia. Kami dipaksa bangkit sendiri. Berjalan seorang diri. Namun semua tak terkendali. Gas LPG 3 kilogram langka – kalaupun ada ‘hilang’ entah ke mana dengan harga sampai Rp50 ribu lebih 1 tabung. BBM juga ikut-ikutan langka entah karena apa. Mungkin satu alasan yang pasti, orang-orang Aceh itu seperti ‘terbiasa’ dengan ini. Bangkit sendiri adalah jati diri.

Dan, BBM langka itu karena antrean panjang di POM Bensin. Orang-orang membawa sepeda motor berkali-kali – ganti dari satu motor dengan motor lain – lalu bensin tersebut diambil kemudian dimasukkan ke dalam genset; di rumah-rumah, dan warung kopi.

Orang-orang ‘berlarian ke warung kopi. Sehari, dua hari, lalu 5 hari, kemudian 7 hari, listrik padam. Warung kopi penuh di seluruh kota. Orang-orang seperti ‘tidak peduli’ dan mungkin, itulah orang Aceh, yang enggan mengeluh dengan keadaan. Berisik di media sosial juga tidak ada guna, lebih baik ke warung kopi yang penuh sesak. Kabar disampaikan menggunakan internet satelit. Colokan listrik  penuh. Tidak cukup dari yang disediakan oleh warung kopi; lantas bawa sendiri sampai meja penuh dengan kabel listrik.

Isi daya lampu darurat (emergency) karena anak di rumah nanti malam tidak bisa tidur karena listrik masih padam. Isi daya kipas angin yang nggak lama dihidupkan bisa kehabisan daya dengan segera. Dan yang pasti isi daya ponsel. Satu orang bisa bawa ponsel sampai 5 buah. Berjejer di atas meja untuk diisi sampai penuh.

Dan, pemandangan unik tak lain adalah seorang wanita – pekerja kantoran – yang memboyong PC ke warung kopi. Dengan santai aparatur sipil negara tersebut duduk di depan layar yang mungkin 24 inci, dengan keyboard dan mouse portabel di depan layar itu. Tak peduli dengan siapa pun dan orang lain mungkin juga tidak peduli. Wanita itu sebentar bekerja dengan PC yang terlihat ‘aneh’ bagi media sosial tetapi bagi orang Aceh ‘ ah biasa’ karena tak ada cara lain untuk terhubung ke listrik dan internet selain di warung kopi.

Di meja satunya lagi – wanita itu menggabungkan 2 meja untuk dirinya sendiri – terlihat printer berukuran besar yang sudah pasti bisa untuk mencetak dokumen dan menyalin dokumen. Sesekali lembar kertas keluar dari mesin itu. Kerja lagi. Print lagi. Begitu seterusnya. Dan, mungkin hanya segelintir orang yang sesekali melihat keanehan tersebut.

Di jam 10 sebelum lima menit lagi ke jam 11 siang. Seorang pria dengan setelan serupa mengambil dokumen yang baru saja dicetak orang wanita itu. Interaksi mereka sebentar saja. Wanita itu menunjuk ke layar PC yang besar itu. Lalu ke printer. Pria tersebut bergegas menghilang dengan tumpukan dokumen di dalam kantong plastik berwarna biru. Sekitar 15 menit kemudian, pria tersebut kembali dengan membawa tinta printer, kertas, dan entah apalagi yang saya tidak bisa lihat dari jarak jauh. Bersama pria tersebut, seorang wanita dengan setelan hitam putih langsung duduk di wanita pertama tersebut. Mereka bercakap-cakap sambil meneliti yang terlihat di layar PC.

Tak berselang lima menit setelah itu. Mungkin puluhan lembar dokumen tercetak. Dan, pria yang membawa tinta printer tersebut langsung menghilang dengan terburu-buru.

Keanehan yang terjadi.

Tetapi bukan itu poin yang ingin saya tekankan.

Sebuah PC dan warung kopi.

Unik. Aneh.

Mau heran, ini adalah Aceh!

Jangan heran dengan apa pun di sini. PC yang memang untuk bekerja dan mudah dibawa keluar ruangan bisa dibawa ke warung kopi, adalah hal yang wajar. Bahkan, ada anak-anak muda Aceh yang viral di media sosial – entah untuk konten atau bukan – membawa setrika dan rice cooker ke warung kopi.

— saat tulisan ini tayang, warung kopi telah normal kembali dan ibu-ibu, anak-anak muda, perempuan, dan orang-orang lain yang tidak terbiasa ke warung kopi sudah bertahan di rumah karena listrik dan internet sudah stabil kembali, bahkan saat-saat ‘ramai dan padat’ di warung kopi menjadi kerinduan tersendiri bagi orang Aceh dan pemilik warung kopi yang terlihat sepi kini —

Itulah cerita di belahan lain Bumi Aceh yang tidak terdampak banjir bandang, namun mereka yang di sana, sampai hari ini listrik masih padam, internet masih terputus; hal-hal primer saja mereka belum bisa dapatkan apalagi hal-hal sekunder seperti ini. Bisa bertahan, dalam cemas panjang karena air bisa tiba-tiba naik lagi adalah rasa syukur yang panjang.

Terlepas dari itu semua, Kawan.

Di sini, aktivitas tidak boleh berhenti sama sekali. Kehidupan ‘harus’ seperti sediakala. Daerah-daerah yang tidak terdampak banjir bandang harus segera merealisasikan kehidupan normal agar publik tahu Aceh baik-baik saja meskipun tangisan panjang masih di mana-mana.

Hidup terus berjalan —

— sebagaimana mestinya. Saya mengikuti arus. Pagi ke sekolah. Sorenya ke warung kopi untuk mengisi daya perangkat elektronik yang memungkinkan dibawa. Saya menikmati – harus dinikmati lebih tepatnya – euforia di Aceh yang tidak akan pernah dilupa sepanjang hidup.

Deadline di depan mata tidak bisa ditampik sama sekali. Pengisian rapor yang harus segera dilakukan, terutama untuk siswa SMA kelas XII yang sebentar lagi akan SNBP. Gerak cepat yang begitu lambat karena mati lampu.

Aceh yang gelap gulita tetapi kehidupan terus berjalan sebagaimana keadaannya. Kami bercerita seolah-olah kehidupan baik-baik saja. Tanpa perlu berkabar panjang ke mana-mana, pekerjaan harus siap segera. Sebuah keluhan tidak akan mengubah keadaan, maka wajar jika bangkit dari keterpurukan adalah kerja keras yang dijunjung tinggi.

Saya tidak boleh abai begitu saja. Ada cita dan asa sedang menanti masa depan. Anak-anak yang sedang berjuang sendirian haruslah mendapat bimbingan yang layak terutama saat mereka mengikuti SNBP yang telah dijadwalkan.

Saya mau sebutkan; mau itu bencana, mau itu alasan lain, SNBP ini tentu tidak akan ditunda.

Kecuali, ada dispensasi khusus. Kalaupun ada!

Ke SNBP Dulu Baru TKA Kemudian

Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) sudah terjadwal sebagaimana mestinya, dan sesuai dengan aturan yang berlaku tiap tahun. Dimulai dengan pengumuman kuota sekolah, registrasi akun sekolah, pengisian nilai di akun sekolah, registrasi akun siswa, pendaftaran SNBP dan pengumuman kelulusan sesuai dengan tanggal.

SNBP 2026

Apa yang menarik dari SNBP tiap tahun?

Bagi sebagian orang mungkin biasa saja. Namun bagi saya pribadi selaku orang yang terlihat langsung dengan sistem undangan ke perguruan tinggi negeri ini, tidaklah mudah mengabaikan begitu saja.

Saya harus berlama-lama di depan komputer untuk melakukan rekapitulasi nilai siswa dari Semester I sampai dengan Semester V. Nilai-nilai siswa saya buat perangkingan masing-masing kelas. Sekolah saya termasuk yang mendapatkan kuota 40% karena akreditasi A. Cukup besar untuk lolos mengingat banyak siswa yang akan dapat undangan ini.

Saya mengamati nama-nama siswa yang tertera di layar komputer satu persatu.

Jangan sampai salah.

Jangan sampai terlewatkan.

Angka-angka yang banyak membuat mata sakit. Kepala bisa pusing. Namun itulah pekerjaan awal tahun bagi seorang guru yang memiliki tanggung jawab untuk SNBP.

Saya meneliti tiap siswa, saya cek lagi dengan benar. Pastikan bahwa siswa yang mendapatkan undangan SNBP itu adalah mereka yang layak, sesuai standar nilai, sesuai perangkingan yang berlaku di sekolah kami agar adil untuk semua orang.

Siswa-siswa yang layak untuk direkomendasikan ke SNBP akan saya umumkan di kelas masing-masing, dan pengumuman ini dibagikan juga ke grup siswa agar bisa dipahami dengan benar. Siswa yang mendapatkan kuota akan bersenang diri meskipun belum tentu lulus nantinya. Siswa yang tidak mendapatkan kuota maka dipastikan untuk ke SNBT atau jalur tes.

SNBT 2026

Saya harus jeli. Saya juga harus waspada terhadap kesalahan isi nilai karena bisa berimbas kepada siswa yang layak, bahkan akan menimbulkan protes dari siswa yang seharusnya layak namun karena salah isi angka bisa menjadi tidak layak.

Belum lagi pada saat pendampingan nantinya, saya harus memperlihatkan jurusan apa yang layak untuk siswa tertentu. Kampus mana yang menarik untuk dituju. Semua itu butuh layar yang lebih lebar agar siswa dan saya bisa melihat dengan jelas apa saja yang harus dipersiapkan dalam memilih jurusan nanti.

Tiba saat yang ditunggu, yaitu pendaftaran SNBP di mana saya akan membimbing, mengarahkan, dan bahkan membantu pendaftaran di akun siswa bersangkutan. Saya benar-benar harus memastikan bahwa tidak ada data siswa yang salah terisi, seperti data diri siswa, data orang tua, termasuk penghasilan orang tua yang nantinya akan memengaruhi jurusan tertentu, dan pemilihan jurusan.

Ini paling penting!

Saya harus memelototi nama universitas, dan jurusan yang dipilih siswa. Fatal akibatnya jika saya salah mengisi.

— Seperti ini. Kami tinggal di Aceh, sekolah saya juga berada di pelosok. Rata-rata siswa saya akan memilih Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh, atau Universitas Teuku Umar di Meulaboh Aceh Barat —

Saya harus memastikan semua benar pemilihannya. Sebelum melakukan verifikasi data, dan mengakhiri proses pendaftaran, saya harus melakukan pengecekan ulang mengenai nama kampus dan jurusan yang dipilih siswa.

Jangan tiba-tiba salah, misalnya siswa saya pilih kampus dan jurusan di luar Aceh terus lulus dan dirinya tidak mampu ke sana maka kesalahan ini berakibat dirinya tidak bisa ikut SNBT. Ada aturan yang berlaku yaitu siswa yang dinyatakan lulus SNBP maka 3 tahun berturut-turut tidak dibenarkan ikut SNBT dan Jalur Mandiri. Artinya, NISN sudah dikunci untuk pindah ke jurusan lain yang sesuai keinginan!

Sebenarnya untuk menghindari kesalahan, saya membutuhkan Personal Computer (PC) yang layarnya lebih besar untuk meneliti dengan baik perangkingan ini!

Sebelum TKA Terbitlah ANBK

Tes Kemampuan Akademik (TKA) bisa disebut datang belakangan. Jauh sebelum itu ‘muncul’ Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang bisa saya sebut modelnya sama, cara kerjanya sama, dan ‘soal-soal’ ujiannya serupa bahkan mirip meskipun disebut tak sama.

Perbedaan ANBK dan TKA

Sebelum saya bahas mengenai TKA, kita lihat dulu ANBK dan kronologinya secara jelas dan keterkaitannya dengan Personal Computer (PC).

ANBK diperuntukkan kepada siswa Kelas XI – jika ditingkat SMA. ‘Sebuah’ program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek untuk memetakan mutu pendidikan di seluruh Indonesia. Bisa dibilang ‘hilang’ Ujian Nasional (UN)’ terbitlah ANBK yang sistemnya sama persis. Sekonyong-konyong, sebuah mega proyek pendidikan yang tak pernah habis.

ANBK dilaksanakan pada bulan September atau di Semester Ganjil tiap tahun ajaran. Siswa yang berhak mengikuti ANBK dipilih secara acak by system di Dapodik (jika SMA), dan EMIS (jika MA). Jadi, tidak semua siswa kelas XI bisa mengikuti ANBK ini. Siswa terpilih ini akan mewakili sekolah berdasarkan kuota yang telah diberikan.

Seperti memaksakan? Mungkin. Mengingat, ANBK tidak menentukan ‘apa-apa’ apalagi bisa menentukan kelulusan siswa dari SMA. ANBK ini – hasilnya – akan menjadi rapor sekolah yang sejauh ini entah mau dibawa ke mana.

Tujuan utama ANBK tak lain untuk memetakan mutu pendidikan nasional secara menyeluruh. Melalui asesmen ini, pemerintah ingin mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana proses pembelajaran berlangsung di setiap sekolah.

Yang tak kalah penting, ANBK diharapkan dapat mendorong perubahan budaya belajar dan mengajar di sekolah. Fokusnya bukan lagi pada hafalan atau nilai semata, melainkan pada kemampuan berpikir kritis, karakter, dan lingkungan belajar yang sehat. Lewat ANBK, kemajuan pendidikan di Indonesia diharapkan semakin merata dan berkelanjutan. Benarkah demikian? Saya sendiri yang ikut terlibat dalam ANBK masih bingung menjawabnya.

Bagian penting lain dari pelaksanaan ANBK adalah sistem ujian yang modern. Di mana pelaksanaan ANBK berbasis komputer, baik secara daring maupun semi daring. Saya sendiri sudah pernah menerapkan kedua mode tersebut.

Mau daring maupun semi daring; komputer adalah kunci.

Spesifikasi Komputer ANBK dan TKA

Mode semi daring cukup melelahkan karena harus menentukan alamat IP setiap komputer klien yang diselaraskan dengan komputer proktor. Sinkronisasi antara komputer klien dan proktor bisa berlangsung aman dan tidak aman. Jika kabel LAN yang dipakai tidak baik, jaringan bisa terputus. Penyambungan kabel juga sangat dibutuhkan dalam jumlah banyak.

Bayangkan, jika 1 sesi sebanyak 25 komputer klien, maka kabel yang dibutuhkan sangat banyak jika penempatan komputer tidak beraturan. Jika dipasang secara paralel, maka 1 sambungan LAN saja putus bisa putus ke bagian lain – koneksinya.

Mode semi daring ini keuntungannya adalah kinerja online ada pada komputer proktor. Jadi, yang harus mendapatkan sambungan internet tak lain komputer proktor dengan spesifikasi tinggi. Komputer proktor tidak boleh dengan spesifikasi standar atau menengah, karena untuk aplikasi yang disediakan oleh Kemdikbudristek saja sudah besar sekali.

Aplikasi itu disebut Virtual Hard Disk (VHD). VHD kemudian diekstraksi semua bagian untuk bisa digunakan bersamaan dengan Exam Browser Proktor yang telah diunduh sebelumnya. Nah, untuk versi semi daring ini, VHD biasanya tersedia dalam 30 part lebih. Tiap part dengan kapasitas sebesar 1 GB lebih, sehingga untuk 30 part akan lebih dari 30 GB kapasitasnya.

Kesalahan ekstraksi atau ada part yang tidak lengkap, VHD tentu saja tidak bisa digunakan. Ini baru untuk VHD ANBK semi daring saja. Belum lagi kalau VHD sudah dijalankan, sebuah komputer proktor membutuhkan memori lebih besar untuk mengolah sistem ini.

CBT ANBK dan TKA

Bayangkan lagi, 1 komputer proktor harus mengendalikan 25 komputer klien. Jika jaringan komputer proktor mengalami kendala, maka komputer klien tidak akan merespon jawaban siswa. Saat komputer proktor sudah terkoneksi kembali atau bekerja lagi dengan stabil, jawaban siswa baru bisa dikirim kembali.

Jika komputer proktor error atau bahkan padam?

Ya, bye bye!

Karena apa? Sistem semi daring ini ada yang namanya ‘sinkronisasi’ data ujian sehari atau dua hari sebelum pelaksanaan ANBK. Semua data; siswa, data ujian, soal-soal ujian, absensi, berita acara, dan lain-lain disimpan atau ditarik dari server pusat di Kemdikbudristek pada saat sinkronisasi.

Sinkronisasi ini – tergantung spesifikasi komputer proktor – dilakukan bisa berjam-jam. Jika internet stabil, dan komputer proktor dengan kinerja tingkat dewa, maka sinkronisasi tak sampai 1 jam. Namun jika sebaliknya, sinkronisasi bisa lebih 2 atau 3 jam.

Itu belum dihitung error; atau putus sambungan ke server pusat.

Maka, harus muat ulang.

Biasanya, ada 9 part yang harus disinkronisasi dari server pusat. Data 4, Data 5, dan Data 2, adalah paling banyak part-nya. Jika ada part yang terputus saat sinkronisasi, maka ulang kembali. Jaringan yang stabil saja tidak memberi jaminan jika komputer yang digunakan di bawah standar atau standarisasi sangat pas-pasan sesuai ‘anjuran’ dari Kemdikbudristek. Lebih baik – memang – harus dengan komputer yang di atas rata-rata agar ANBK bisa berjalan dengan baik.

Sistem semi daring ini sangat bergantung kepada komputer proktor. Data yang besar disimpan untuk disalurkan kepada 25 komputer klien – biasanya maksimal untuk 1 sesi sudah ditentukan oleh panitia pusat – agar pelaksanaan ujian bisa sesuai jadwal.

Sinkronisasi semi daring ANBK dan TKA

Sejujurnya, saya sudah sangat lelah dengan komputer proktor yang lambat sekali memberi respon. Saya cari tahu di beberapa referensi, sampai akhirnya ketemu sebuah PC yang sangat andal untuk dijadikan komputer proktor ANBK maupun TKA nanti. ASUS All-in-One PC V400 Series (V440/V470) yang akan membantu saya sebagai panitia lokal di sekolah untuk pelaksanaan ANBK dan TKA.

Semi daring sudah saya sebutkan dengan perjalanan panjangnya itu. Sistem daring jauh lebih mudah. Saya hanya tinggal mengunduh dan menginstal Exam Browser di komputer proktor dan klien, dan CBT ANBK/TKA, lalu tinggal hubungkan ke internet.

Sistem daring tidak perlu sinkronisasi dan tidak perlu menentukan alamat IP tiap komputer klien. Anak-anak tinggal masuk ruangan, buka CBT ujian lalu masuk menggunakan kartu login, siswa melanjutkan ujian dengan TOKEN yang keluar di komputer proktor. Tiap 15 menit, komputer proktor akan menggantikan TOKEN unik.

Hanya saja, untuk komputer proktor juga dibutuhkan sebuah perangkat dengan spesifikasi tinggi. Meskipun tidak terhubung langsung dengan komputer klien, namun cara kerjanya juga sama dengan sistem semi daring.

Komputer proktor yang telah login ke sistem (CBT) ANBK/TKA, maka harus mengaktifkan siswa untuk mengikuti ujian, melakukan reset jika terjadi kesalahan, mencetak daftar hadir, berita acara dan lain-lain. Bedanya, jika semi daring tiap selesai ujian harus mengirimkan hasil ujian ke server pusat, sistem daring tidak perlu melakukannya. Komputer proktor bisa berada di mana saja, asalkan jika siswa yang keluar dari aplikasi dan meminta TOKEN kembali, harus siap diberikan dengan berbagai cara untuk melanjutkan ujian.

Pelaksanaan ANBK

Baiklah. Saya sudah menjamah sampai ke sistem atau komputerisasi untuk ANBK dan TKA yang sejatinya sama. Tetapi, TKA itu apa?

‘Semua sudah pada tahu’ mengenai TKA ini karena heboh di mana-mana. Sudah pasti, karena siswa kelas XII diwajibkan untuk ikut TKA dengan ‘iming-iming’ nilainya akan tersinkronisasi dengan SNBP.

Katanya!

Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirancang bukan sekadar sebagai ujian biasa, tetapi sebagai gerbang yang membantu siswa melihat sejauh mana potensi akademik mereka telah berkembang. Melalui TKA, capaian akademik siswa SMA diukur secara lebih terarah dan terstandar, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai salah satu dasar seleksi masuk perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Karakteristik TKA SMA pun mencerminkan perubahan cara pandang terhadap belajar. Ujian ini bersifat standar nasional, namun tidak lagi menekankan hafalan semata, melainkan penalaran, pemahaman konsep, dan kemampuan mengaitkan ilmu dengan kehidupan nyata.

Soal-soal TKA berbentuk kontekstual dan berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), sehingga mendorong siswa untuk berpikir kritis, logis, dan kreatif dalam menyelesaikan masalah. Dengan model seperti ini, TKA tidak hanya menguji apa yang siswa ingat, tetapi bagaimana mereka menggunakan pengetahuan itu untuk mengambil keputusan dan memecahkan persoalan.

Ruang lingkup mata pelajaran dalam TKA SMA juga dirancang untuk mengakomodasi keragaman minat dan jurusan siswa. Ada kelompok mata pelajaran wajib seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, yang menjadi fondasi penting bagi semua bidang studi. Bagi peminat IPA, TKA mencakup Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi; sementara untuk peminat IPS, meliputi Matematika, Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi. Melalui kombinasi mata pelajaran ini, TKA memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sesuai minat dan peminatan, sekaligus mempersiapkan mereka melangkah lebih percaya diri menuju perguruan tinggi dan masa depan yang ingin mereka bangun.

Pelaksanaan TKA

Sejauh ini, saya belum tahu pasti apakah nilai TKA akan tersinkronisasi dengan SNBP atau tidak karena SNBP sendiri akan dibuka awal tahun 2026.

Sistem TKA adalah sistem ANBK dan adalah sistem OSN. Semuanya sama. Kompetensi yang barangkali berbeda. Jika soal di OSN diberikan perbidang studi dengan kriteria ‘olimpiade’ yang berjenjang (sekolah, kabupaten, provinsi, dan nasional). Maka kompetensi ANBK akan menjurus kepada rapor sekolah yang perbaikan sekolah dengan nilai rendah pun terbaikan. Sementara kompetensi TKA ‘jelas’ untuk masuk ke perguruan tinggi dengan sertifikat yang akan terbit pada situs TKA pada 05 Januari 2026.

Pelaksanaan TKA seperti ‘wajib’ atau ‘dipaksakan’ kepada semua siswa kelas XII – mirip UN. Namun perbedaannya, setiap siswa yang akan mengikuti TKA diberikan opsi ‘ikut’ atau ‘tidak ikut’ dengan surat pernyataan yang terbit langsung di situs TKA. Surat pernyataan ini kemudian ditanda-tangani oleh orang tua siswa bersangkutan sebagai bukti kesediaan untuk mengikuti ujian ini. Bagi siswa yang keberatan, tidak perlu menanda-tangani surat pernyataan tersebut.

Pertanyaannya, apakah siswa-siswa ini boleh tidak ikut?

Jawaban saya, boleh.

Tetapi, panitia pusat tidak.

Siswa saya yang berhalangan hadir ‘wajib’ ikut TKA susulan. Demikian juga beberapa sekolah lain yang semula terdapat beberapa siswa yang tidak mau ikut TKA, belakangan harus ikut TKA susulan sesuai jadwal.

Urgensi dari pelaksanaan TKA kembali ke masing-masing siswa. Untung-ruginya adalah siswa itu sendiri, jika benar sertifikatnya linear dengan SNBP, SNBT, dan Jalur Mandiri, maka siswa yang tidak mengikuti atau tidak mendapatkan sertifikat TKA secara elektronik maka tidak dibenarkan untuk mengikuti ketiga tes tersebut.

Intinya, panitia pusat harus tegas.

Seperti ketegasan kepada perangkat yang digunakan untuk TKA itu sendiri. Saya sudah sebut, untuk pelaksanaan ujian berbasis komputer ini tidak boleh dengan komputer standar. Komputernya harus berada di tingkatan lebih tinggi untuk menjamin keamanan data, kelancaran ujian, dan menghindari error yang ‘sering’ sekali terjadi pada pelaksanaan ANBK maupun TKA.

Dengan kondisi di lapangan yang demikian ini, apakah masih relevan penggunaan PC khususnya di bidang pendidikan?

Relevansi PC di Sekolah

PC sangat dibutuhkan.

Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) – khusus Kementerian Agama.

Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Ujian sekolah berbasis CBT.

Semua hal ini berkaitan dengan ‘komputer proktor’ yang cara kerjanya harus di atas awan. Nggak boleh sedang-sedang saja, nggak boleh asal ada komputer saja.

OSN, ANBK, dan TKA adalah satu pintu masuk dengan sistem CBT dari Kemdikbudristek yang ‘beratnya’ minta tolong jika menggunakan sistem semi daring. Ketiga ujian ini dilakukan tiap tahun. OSN untuk perlombaan anak-anak pintar sains, ANBK untuk senang-senang agar rapor sekolah tidak merah, dan TKA untuk jenjang lebih tinggi apalagi jika ingin masuk Pendidikan Dokter harus dapat predikat “ISTIMEWA” di sertifikat TKA agar jalur SNBP di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit bisa langsung digenggam.

OMI adalah olimpiade khusus dari Kemenag yang sistemnya memang tidak serumit Kemdikbudristek. Sementara beberapa sekolah yang mencoba melaksanakan ujian menggunakan CBT tentu membutuhkan komputer spesifikasi tinggi; belum lagi bicara 1500 lebih siswa yang harus terkoneksi dengan CBT, mau tidak mau harus ada 3-5 komputer proktor agar ujian menjadi ‘aman’ secara sistem.

Kenapa PC menjadi penting?

Pertama, tidak mudah dibawa ke mana-mana.

Hal utama dalam menjaga sebuah komputer proktor terkendali dengan baik adalah tidak berpindah tangan. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengaksesnya. Baik itu hanya menyalakan sehari sekali, mengetik di Word, berselancar di dunia maya, asalkan menyala sebentar dan mesinnya panas, sudah lebih dari aman sebelum nanti digunakan kembali untuk ANBK dan TKA.

Biarkan saja PC tersebut di salah satu ruang atau di laboratorium komputer. Dengan demikian, tidak semua orang mau masuk ke ruangan tersebut. Tidak ada pula yang pinjam ‘sebentar’ lantas nggak tahu kapan akan dikembalikan, atau tiba-tiba dikembalikan sudah penuh dengan virus dan aplikasi antah-berantah.

PC akan jauh dari ‘pinjam’ sebentar boleh. Atau saya pakai sebentar nanti pulang sekolah dikembalikan.

Peruntukan PC sebagai komputer proktor tidak bisa diganggu-gugat.

Aman.

Nyaman.

Fleksibel.

Dan, kencang!

Tergantung spesifikasi —

— seperti ASUS All-in-One PC V400 Series dengan V440 sebesar 23,8 inci atau V470 dengan 27 inci.

ASUS V400 AiO Series

Ini bukan soal ukuran layar besar saja. Kinerjanya juga bagai kuda!

CBT OSN yang hanya ‘boleh’ diwakili maksimal 5 siswa untuk tiap mata pelajaran (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika, Astronomi, Kebumian, Ekonomi, Geografi). Sudah pasti aman terkendali dengan 45 siswa yang bahkan dibagi menurut jadwal masing-masing bidang studi.

CBT ANBK dengan persesi 25 siswa melalui sistem daring maupun semi daring tidak terkendala sama sekali meskipun PC ini dipaksa untuk terus menyala dari jam 07.00 sampai dengan 17.00. Komputer proktor (baik sistem daring maupun semi daring) harus sudah aktif CBT dari jam 07.00 atau paling lambat jam 07.30 (saat TOKEN ujian dirilis oleh server pusat).

Dengan durasi waktu yang lama, komputer proktor harus terus aktif karena dalam per sekian detik akan dilakukan PING ‘keaktifan’ sistem oleh server pusat di Kemdikbudristek. Komputer konvensional dengan CPU terpisah akan terlihat kerjanya dengan menderunya kipas CPU. Komputer bekerja sangat keras untuk memproses data ujian dan terus terhubung ke server pusat agar ujian terlaksana tanpa terkendala jaringan terputus. PING dari komputer proktor ke komputer server pusat terus terjadi – minimal dalam 15 menit sekali – untuk merilis TOKEN baru.

Jadi, bayangkan betapa berat kerja komputer proktor dari pagi sampai sore. Lebih kurang 10 jam komputer proktor terus aktif tanpa henti bekerja. Sesi 1 dari pukul 07.00 sampai 09.30, Sesi 2 dari pukul 10.30 sampai 13.00, dan Sesi 3 dari pukul 14.00 sampai 16.30.

Jika ANBK adalah siswa pilihan secara acak sebanyak 75 siswa dibagi dalam 3 sesi, dan cadangan – biasanya – antara 3 sampai 5 orang. Maka, TKA sungguh berbeda.

Siswa Kelas XII ‘wajib’ ikut TKA. Bayangkan, jika ada 300 siswa Kelas XII maka dibagi maksimal 30 orang persesi, berapa banyak komputer proktor yang harus diaktifkan?

Benar. Setidaknya ada 10 komputer proktor yang aktif dengan spesifikasi tinggi agar terus melakukan ‘PING’ ke server pusat. Kalau tidak, pelaksanaan TKA akan gagal.

Wajar jika saya kebingungan dan merekomendasikan sebuah PC yang sangat layak untuk dijadikan komputer proktor dengan kondisi di lapangan tanpa diketahui banyak orang.

Kami mungkin mengeluh dengan keterbatasan. Tetapi kepada siapa?

TKA tetap jalan.

ANBK juga wajib.

OSN mau tidak mau ikut juga untuk keren-kerenan sekolah jika menang.

Maka, sekolah harus menyediakan komputer proktor yang layak.

Yaitu ASUS V400 AiO.

Spesifikasi ASUS V400 AiO

ASUS V400 Series menjadi kebutuhan tak terbantahkan ketika saya berhadapan langsung dengan CBT dari OSN, ANBK, dan TKA yang berat kinerjanya tersebut. Apa yang menarik dari PC seri ini? Spesifikasi yang dibutuhkan – bahkan lebih – untuk ketiga ujian yang saya sebutkan sudah melewati ambang batas yang telah ditentukan oleh Kemdikbudristek.

ASUS V400 Series, AiO PC terbaik untuk di rumah dan di tempat kerja dengan dua pilihan model, yaitu V440 untuk ukuran layar 23,8 inci (atau 24 inci) dan V470 untuk ukuran layar 27 inci. Bagi saya, baik V440 maupun V470 tak lain kawan terbaik untuk di tempat kerja dan memajukan pendidikan Indonesia yang tak kenal perbedaan dari segala sudut pandang.

Mau keadaan ekonomi sedang tidak baik-baik saja; ANBK dan TKA tetap jalan karena biaya servis aplikasi yang mahal.

Mau sedang dalam bencana alam seperti kami di Aceh ini; ANBK dan TKA tidak bisa diundur karena ‘tempat lain’ atau di server pusat tidak adalah masalah apa-apa.

Mau ada ujian akhir sekolah atau apa pun jenis ujian di sekolah; ANBK dan TKA tidak boleh keluar dari jadwal yang telah ditentukan panitia pusat (Pemerintah/Kemdikbudristek).

Sehingga, PC harus di-upgrade agar kinerja lebih baik saat ANBK dan TKA dengan prosesor kencang. ASUS adalah produsen PC dan laptop terbaik yang paham situasi dunia pendidikan. Produsen asal Taiwan ini kembali menunjukkan kejelian dalam memahami kebutuhan penggunanya lewat seri V440VA dan V470VA.

Dua perangkat all-in-one ini hadir dengan fleksibilitas performa yang disesuaikan dengan beragam kebutuhan, menawarkan tiga pilihan prosesor Intel generasi ke-13. Masing-masing varian punya cerita tersendiri tentang bagaimana sebuah perangkat bisa menjadi teman kerja yang efisien, cepat, dan tetap elegan di meja kerja saya khususnya saat berhadapan dengan ujian ‘negara’ yang diselenggarakan pemerintah melalui Kemdikbudristek.

Untuk kebutuhan harian seperti bekerja dengan dokumen, mengikuti kelas daring, atau sekadar berselancar di internet, Intel® Core™ i3-1315U menjadi pilihan paling rasional. Dengan kecepatan dasar 1,2 GHz dan Turbo Boost hingga 4,5 GHz, prosesor 6 core dan 8 thread ini terasa cukup bertenaga tanpa boros energi. Ketika dipadukan dengan desain ringkas V440VA, perangkat ini terasa pas untuk siapa pun yang ingin kinerja cepat tanpa harus repot memikirkan konsumsi daya.

Bagi saya yang mulai menuntut kinerja lebih, ASUS menawarkan Intel® Core™ i5-13420H di model V440VA maupun V470VA. Tenaga prosesor ini terasa stabil di berbagai aktivitas produktif seperti olah data, editing konten ringan, hingga multitasking yang agak intensif. Dengan kecepatan dasar 2,1 GHz dan Turbo hingga 4,6 GHz, ditambah 8 core dan 12 thread, perangkat ini seolah diciptakan untuk profesional muda dan kreator pemula yang menginginkan keseimbangan antara performa dan efisiensi.

Namun, pilihan paling tinggi di lini ini mungkin menjadi pertimbangan saya untuk melancarkan tugas sebagai panitia ujian lokal ANBK dan TKA yaitu, Intel® Core™ i7-13620H, di mana akan terasa sangat menggoda. Prosesor 10 core dan 16 thread dengan cache 24 MB ini mampu berlari hingga 4,9 GHz, menjadikannya jantung yang kuat untuk kebutuhan berat seperti editing video, desain grafis, hingga multitasking tingkat lanjut. Di titik ini, ASUS V440VA dan V470VA tampil sebagai perangkat all-in-one yang bukan hanya memanjakan mata, tapi juga memberi rasa percaya diri bahwa segala pekerjaan bisa diselesaikan dengan lancar.

Seri ASUS V440VA dan V470VA datang sebagai perangkat all-in-one yang sudah siap digunakan sejak pertama kali dinyalakan. ASUS membekalinya dengan Windows 11 Home, sistem operasi modern yang telah dioptimalkan untuk kebutuhan harian—dari pekerjaan kantor hingga hiburan ringan selepas jam kerja.

Namun bagi pengguna yang bergerak di ranah bisnis, ASUS juga merekomendasikan Windows 11 Pro. Versi ini menawarkan sistem keamanan dan manajemen perangkat yang lebih canggih, memberikan rasa aman dan kendali penuh dalam lingkungan kerja profesional.

Dengan dukungan sistem operasi ini, pengalaman pengguna terasa lebih tenang, modern, dan siap menghadapi ritme kerja digital masa kini. Sementara saya sendiri, mengingat keterbatasan dana untuk upgrade sistem maka akan bertahan di opsi pertama saja yaitu Windows 11 Home karena sudah lebih dari cukup untuk mendukung pendidikan Indonesia dari pelosok yang serba kekurangan.

Beranjak ke sektor memori, ASUS memberikan ruang fleksibilitas yang menarik. Model V440VA hadir dengan konfigurasi awal 8GB DDR5 SO-DIMM, cukup untuk aktivitas sehari-hari. Namun bagi yang membutuhkan performa lebih untuk multitasking, ASUS juga menyediakan opsi 16GB DDR5 SO-DIMM di kedua model, V440VA dan V470VA.

Tak hanya itu, kapasitas RAM bisa ditingkatkan hingga 32GB DDR5, menjadikannya investasi jangka panjang yang tetap tangguh ketika kebutuhan kerja meningkat. Saya akan merekomendasikan kepada kepala sekolah yang bisa melancarkan ANBK dan TKA, dan sesuai budget untuk pembelian komputer yang tersedia di dana BOS setiap tahunnya.

Di sisi grafis, ASUS mengandalkan Intel® Graphics / Intel® UHD Graphics yang terintegrasi, cukup mumpuni untuk menangani tampilan visual, presentasi, hingga pengolahan konten ringan. Sementara di bagian penyimpanan, teknologi M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 SSD menjadi andalan—memberikan kecepatan akses luar biasa dan efisiensi tinggi. Versi 512GB SSD tersedia di V440VA, sementara pilihan 1TB SSD bisa ditemukan di kedua model, V440VA dan V470VA.

Bagian layar menjadi salah satu elemen yang membuat kedua seri ini semakin menarik. ASUS menawarkan beberapa pilihan sesuai kebutuhan pengguna: layar non-touch 23,8 inci FHD (1920 × 1080) rasio 16:9 yang ideal untuk pekerjaan standar, serta versi touchscreen 23,8 inci bagi yang menginginkan interaksi lebih intuitif saat bekerja atau berpresentasi. Bagi pengguna yang mencari kanvas visual lebih luas, varian touchscreen 27 inci FHD (1920 × 1080) rasio 16:9 hadir untuk memberikan pengalaman visual yang lebih lega dan imersif—sempurna untuk kegiatan kreatif atau kolaboratif di ruang kerja modern.

Tak hanya soal ukuran, kualitas layarnya juga patut diacungi jempol. ASUS V440VA menggunakan panel IPS-level anti-glare berteknologi LED Backlit dengan tingkat kecerahan 250 nits dan cakupan warna 100% sRGB, memberikan tampilan warna yang akurat dan nyaman di mata. Sementara V470VA menghadirkan panel serupa dengan peningkatan kecerahan hingga 300 nits, tetap menjaga akurasi 100% sRGB dan rasio layar-ke-bodi mencapai 93%. Kombinasi ini bukan hanya memberikan ruang visual yang lapang, tetapi juga pengalaman menatap layar yang lebih hidup dan profesional.

Layar menjadi salah satu alasan utama mengapa ASUS V440VA dan V470VA layak dilirik, terutama bagi yang menghabiskan sebagian besar waktu di depan komputer. Desain NanoEdge yang membuat bezel begitu tipis memberikan kesan luas, dan seolah layar melebar tanpa batas. Setiap aktivitas pun jadi lebih menyenangkan — entah menulis laporan, mengikuti kelas online, atau sekadar menonton film favorit setelah seharian bekerja.

Sudut pandang 178 derajat khas IPS memastikan warna dan detail tetap konsisten dari berbagai arah — cocok sekali untuk sesi diskusi, presentasi, atau kolaborasi tim di meja kerja. Tak berhenti di situ, layar ini juga telah mengantongi sertifikasi TÜV Rheinland Eye Care, yang berarti emisi cahaya biru lebih rendah untuk menjaga kesehatan mata dalam penggunaan jangka panjang. Semua elemen ini berpadu menghadirkan kenyamanan visual yang terasa alami, menghadirkan kesan bahwa ASUS benar-benar memikirkan bagaimana sebuah perangkat all-in-one seharusnya menemani penggunanya dari pagi hingga malam.

Kombinasi antara penyimpanan cepat, memori modern, layar fleksibel, dan sistem operasi terkini menjadikan seri ASUS V440VA dan V470VA bukan sekadar perangkat kerja, tetapi juga mitra andal yang siap mengimbangi gaya hidup produktif dan dinamis. Di dunia pendidikan yang penuh kejutan saat ANBK, maupun TKA, ASUS V400 AiO Series tidak akan membuat saya cemas.

Ketika tiba-tiba memori hampir penuh sementara ANBK maupun TKA masih ada 1 sesi lagi di siang panas itu.

Atau, ketika komputer proktor harus bekerja lebih dari 10 jam namun ASUS akan menyadarkan saya pentingnya kinerja terbaik untuk hasil terbaik pula; untuk anak bangsa.

keunggulan layar ASUS V400 Series

Saya tentu tidak akan khawatir karena personal komputer ini bekerja. Dari sisi desain dan kualitas visual, ASUS V440VA dan V470VA benar-benar memperlihatkan perhatian terhadap detail yang sering kali tidak tertangkap hanya lewat spesifikasi. Dengan bodi yang hanya setebal 36,5 mm dan bagian layar ramping hingga 15,6 mm, keduanya tampil minimalis namun tetap berkelas. Desainnya terasa ringan dipandang, mudah menyatu dengan berbagai gaya ruang — baik ruang kerja profesional maupun sudut belajar di rumah yang sederhana. Setiap lekukan dan tepiannya mencerminkan karakter modern yang sudah lama menjadi ciri khas seri ASUS All-in-One: fungsional tanpa kehilangan sisi estetika.

Kualitas visualnya pun tak kalah memikat. Layar dengan cakupan warna 100% sRGB dan 72% NTSC memastikan setiap tampilan terlihat akurat dan konsisten, terlebih saat digunakan untuk desain grafis ringan, pengolahan konten visual, atau presentasi profesional. Tingkat kecerahan terbaik memberikan keseimbangan pas antara ketajaman dan kenyamanan, bahkan dalam ruangan bercahaya sedang. Dengan segala detail ini, ASUS seperti ingin mengatakan bahwa bekerja di depan layar tak harus terasa melelahkan — justru bisa menjadi pengalaman yang indah, fungsional, dan inspiratif setiap harinya.

ASUS V400 Series

Dari sisi konektivitas, ASUS V440VA dan V470VA benar-benar menunjukkan jati dirinya sebagai perangkat all-in-one yang siap diajak bekerja kapan saja. Setiap port ditempatkan dengan rapi dan penuh perhitungan, menciptakan tampilan yang bersih tanpa mengorbankan fungsi. Di bagian belakang, pengguna akan menemukan USB 3.2 Gen 1 Type-C, LAN port untuk koneksi internet yang stabil, serta DC-in sebagai sumber daya utama. Menariknya, ASUS juga memberi kejutan lewat fitur HDMI-in — sesuatu yang jarang terlihat di lini AiO — memungkinkan perangkat ini berfungsi ganda sebagai monitor eksternal untuk laptop atau perangkat lain. Satu langkah cerdas yang membuatnya semakin fleksibel di meja kerja modern.

Untuk kebutuhan tambahan, ASUS juga menyediakan tiga port USB 3.2 Gen 1 Type-A dan HDMI-out, memudahkan pengguna menambahkan layar kedua tanpa repot. Di sisi samping dan bawah layar, terdapat USB 2.0 Type-A, jack mikrofon/headphone, serta HDMI mode bottom yang mudah dijangkau untuk perangkat yang sering dicabut-pasang. Dan tentu saja, Kensington lock slot turut hadir — detail kecil namun penting bagi pengguna di ruang publik atau lingkungan kantor yang menuntut keamanan ekstra.

Keseluruhan konfigurasi ini memperlihatkan bahwa ASUS tidak hanya memikirkan tampilan luar, tetapi juga menghadirkan pengalaman penggunaan yang matang dan praktis. V440VA dan V470VA bukan semata perangkat yang indah dipandang, melainkan benar-benar siap menjadi pusat produktivitas di setiap meja kerja.

Apakah masih relevan ketika semua serba digital?

Tentu saja, untuk ANBK dan TKA semi daring masih sangat membutuhkan port untuk USB yang bisa dimasukkan flashdisk – misalnya – karena sistem ini membutuhkan transfer response sebagai salah satu ‘back-up’ yang disediakan oleh sistem CBT melalui VHD yang disarankan oleh panitia pusat.

Bahkan, jika flashdisk tidak tersambung atau tidak melakukan transfer response ini, kemungkinan ANBK atau TKA semi daring tidak bisa dilakukan. Saya bahkan pernah melupakan fitur ini di CBT tersebut pada masa UN beberapa waktu lalu. Dan sudah pasti, CBT komputer proktor saya terus dalam keadaan offline. Saya panik. Tentu. Lalu cari tahu sampai menonton beberapa video di YouTube sampai akhirnya tertawa sendiri, melupakan hal sepele tetapi berdampak, seperti laptop yang mengabaikan port untuk ‘flashdisk’ yang ukuran lebih besar ini padahal zaman belum melupakannya!

Port PC

Konektivitas nirkabel di ASUS V440VA dan V470VA terasa begitu matang, mencerminkan arah masa depan perangkat produktivitas yang serba cepat. Dukungan WiFi 6E menjadi buktinya. Teknologi ini membawa peningkatan nyata dibandingkan generasi sebelumnya — kecepatan hingga tiga kali lebih tinggi dari WiFi 5, kapasitas jaringan empat kali lebih besar, dan latensi yang bisa ditekan hingga 75% lebih rendah.

Dalam penggunaan sehari-hari, semua itu terasa bukan sekadar angka: rapat virtual berjalan tanpa lag, streaming resolusi tinggi tetap mulus, dan proses kolaborasi berbasis cloud berlangsung lancar tanpa jeda. Dan saya yang menjalankan ANBK maupun TKA sistem daring sama sekali tidak perlu khawatir dengan kekuatan internet super kencang. Komputer proktor yang terus melakukan ‘PING’ kepada komputer server di pusat server Kemdikbudristek akan aman saja. Setiap pergantian TOKEN per-15 menit saya hanya perlu menulis kembali di papan tulis; jika ada siswa yang membutuhkan karena berbagai alasan misalnya keluar dari aplikasi CBT secara tiba-tiba dan terpaksa login kembali.

Kemampuan WiFi 6E juga memungkinkan perangkat ini memanfaatkan spektrum frekuensi tambahan, sehingga sinyal tetap stabil meski berada di lingkungan dengan banyak perangkat aktif. Bagi pengguna modern yang bekerja di kantor terbuka, ruang kelas digital, atau tempat dengan lalu lintas data tinggi, kehadiran fitur ini benar-benar terasa relevan. Dengan kombinasi antara koneksi nirkabel berkecepatan tinggi dan port fisik yang lengkap, ASUS V440VA dan V470VA membuktikan dirinya sebagai perangkat all-in-one serba bisa yang siap mendukung produktivitas tanpa hambatan—dari meja kerja hingga ruang kolaborasi mana pun.

Sangat menyenangkan, bukan?

Pengalaman multimedia di ASUS V440VA dan V470VA terasa begitu menyenangkan, menunjukkan bahwa ASUS tidak hanya berfokus pada performa, tetapi juga pada bagaimana pengguna menikmatinya setiap hari. Kedua perangkat ini dibekali dual speaker 5W x 2 yang mampu menghasilkan suara lantang namun tetap jernih—cukup untuk menembus ruang rapat daring, mendukung presentasi, atau sekadar menemani waktu rehat dengan musik dan video favorit. Karakter suaranya tidak datar, ada kedalaman dan detail yang terasa alami, membuat pengguna tak perlu buru-buru mencari speaker eksternal.

ASUS juga memperhatikan kenyamanan komunikasi digital dengan menanamkan AI noise-canceling technology, fitur yang bekerja cerdas menyaring suara bising di sekitar. Hasilnya, suara pengguna terdengar lebih jernih dan profesional, bahkan saat berada di ruang terbuka atau lingkungan ramai. Menariknya lagi, dukungan Dolby Atmos menambah lapisan dimensi audio yang imersif — efek suaranya terasa hidup, menyelimuti ruang dengan keseimbangan yang apik antara clarity dan kedalaman. Semua ini berpadu menjadikan ASUS V440VA dan V470VA bukan hanya perangkat kerja, tetapi juga teman multimedia yang benar-benar siap memanjakan indera pendengaran.

Memang, ANBK dan TKA tidak membutuhkan audio seperti kita ikut tes Bahasa Inggris, namun sambil menunggu pergantian sesi, mendengarkan musik atau menonton sejenak barangkali bisa menjinakkan lelah.

Ingat ya!

ANBK dan TKA itu dilaksanakan selama 2 hari dengan 3 sesi dari jam 07.00 sampai 17.00, bahkan saya biasanya pulang setelah membereskan semua perangkat dan bisa meninggalkan ruang ujian di 18.00 atau lebih.

Ada satu tambahan fitur yang keren, yaitu fitur Smart Conferencing. Fitur ini di ASUS V440VA dan V470VA terasa dirancang untuk menemani rutinitas komunikasi digital yang semakin padat. Di dalamnya tersedia serangkaian teknologi pintar seperti Background Blur untuk memburamkan latar belakang, Lighting Correction yang membantu menyeimbangkan pencahayaan wajah, hingga Gaze Correction yang membuat tatapan mata pengguna tampak lebih natural saat menatap kamera. Semua ini membuat tampilan saat meeting online terlihat lebih rapi dan profesional, tanpa perlu banyak pengaturan manual. Biasanya, saya akan melakukan rapat daring bersama panitia pusat atau provinsi untuk mengecek persiapan ujian di masing-masing titik lokasi. Fitur ini sangatlah berguna sekali.

Tidak berhenti di situ, ASUS juga menyematkan Motion Tracking yang mampu mengikuti pergerakan pengguna, Appearance Filter untuk sedikit merapikan tampilan visual, serta ASUS 3DNR yang membantu mengurangi noise pada gambar video. Kombinasi fitur-fitur ini menjadikan pengalaman video conference terasa lebih halus dan menyenangkan, seakan-akan menggunakan setup kamera profesional. Dengan pendekatan seperti ini, ASUS V440VA dan V470VA bukan hanya sekadar perangkat kerja, tetapi partner yang siap mendukung kehadiran digital penggunanya di setiap pertemuan penting.

WiFi PC

Warna putih pada ASUS V440VA dan V470VA memberi sentuhan yang bersih, tenang, dan sangat modern. PC ini mudah sekali menyatu dengan berbagai gaya interior, baik di ruang kerja profesional maupun sudut belajar di rumah. Dipadukan dengan bodi yang tipis dan bezel layar NanoEdge yang minimalis, tampilan all-in-one ini terasa rapi dan enak dipandang, seolah merapikan meja kerja hanya dengan kehadirannya saja.

Untuk pengguna yang menyukai setup simpel tanpa banyak ornamen, varian putih ini terasa pas: tidak berlebihan, tetapi tetap punya karakter. Perangkat seakan larut dalam ruangan, namun di saat yang sama tampil cukup menonjol sebagai pusat aktivitas digital sehari-hari — dari bekerja, belajar, hingga menikmati hiburan di sela-sela kesibukan.

ASUS PC V400 AiO

ASUS V440VA dan V470VA juga menunjukkan perhatian khusus pada aspek keamanan dan kenyamanan saat berkomunikasi lewat video. Pada varian tertentu, ASUS menyematkan kamera 1080p Full HD dengan sensor IR yang sudah mendukung Windows Hello, sehingga pengguna bisa login hanya dengan pemindaian wajah — cepat, praktis, dan tetap aman. Kehadiran penutup privasi kamera menambah rasa tenang, karena pengguna bisa menutup lensa secara fisik saat kamera tidak digunakan, sesuatu yang sangat diapresiasi mereka yang peduli soal privasi di era serba daring seperti sekarang.

Untuk kebutuhan yang lebih sederhana, tersedia juga opsi kamera 1080p Full HD standar yang sudah lebih dari cukup untuk video conference, pembelajaran daring, atau pembuatan konten ringan. Kualitas gambar tetap tajam dan jernih, sehingga wajah dan ekspresi pengguna tersampaikan dengan baik. Dengan pilihan ini, ASUS V440VA dan V470VA memberikan fleksibilitas. Pengguna bisa memilih fokus pada keamanan tingkat lanjut, atau cukup pada kualitas komunikasi visual yang solid untuk aktivitas sehari-hari.

Dari sisi suplai daya, ASUS V440VA dan V470VA juga menunjukkan bahwa urusan teknis seperti adaptor pun dipikirkan dengan serius. Pada V440VA, ASUS menyertakan adaptor 90W (19V, 4,74A) yang sudah sangat cukup untuk penggunaan harian seperti pekerjaan perkantoran, pembelajaran daring, hingga multitasking ringan. Daya yang disalurkan terasa pas — efisien tanpa membuat performa sistem terasa tertahan.

Untuk konfigurasi yang lebih bertenaga, V440VA juga tersedia dengan adaptor 120W (20V, 6,0A) yang memberi suplai daya lebih lega, terutama pada varian dengan spesifikasi tinggi. Sementara itu, V470VA mengandalkan adaptor AC ø4,5 mm berdaya 120W dengan keluaran 20V DC / 6,0A dan dukungan input 100–240V AC, 50/60Hz yang bersifat universal. Artinya, perangkat ini tetap aman dan fleksibel digunakan di berbagai kondisi listrik, termasuk saat berpindah lokasi.

Dengan pendekatan seperti ini, terasa jelas bahwa ASUS tidak hanya mengejar performa dan desain, tetapi juga memastikan keandalan suplai daya sehingga produktivitas pengguna bisa terjaga tanpa kompromi. Dalam bekerja bersama ANBK dan TKA sampai 10 jam non-stop, catu daya ini sangatlah membantu saya untuk mengantarkan cita-cita siswa ke jenjang lebih tinggi.

Meski mengusung format all-in-one, ASUS tetap memikirkan soal bobot pada seri V440VA dan V470VA agar keduanya tetap praktis di berbagai skenario penggunaan. ASUS V440VA memiliki berat sekitar 6,90 kg, sehingga terasa lebih ringan dan mudah dipindahkan saat kita ingin menata ulang ruang kerja, memindahkannya ke ruang kelas, atau menyesuaikan posisi di area pelayanan lainnya. PC ini masih cukup bersahabat untuk dipindah seorang diri tanpa terlalu banyak usaha.

Di sisi lain, ASUS V470VA hadir dengan bobot sekitar 9 kg, mencerminkan dimensinya yang lebih besar dan konstruksi yang terasa lebih kokoh. Karakter ini sejalan dengan posisinya sebagai AiO yang ditujukan untuk kebutuhan kerja lebih intensif dan penggunaan jangka panjang di satu meja tetap. Pada akhirnya, perbedaan bobot ini memberi pilihan yang jelas bagi pengguna yaitu V440VA untuk pengguna yang mengutamakan keringkasan dan fleksibilitas, atau V470VA untuk mereka yang menginginkan perangkat yang solid dan siap menjadi pusat produktivitas permanen di ruang kerja. Namun masing-masing selaras dengan kebutuhan harian saya apakah sebagai guru maupun panitia pelaksana ANBK dan TKA yang tentu tidak mau ribet – lagi – dengan perangkat yang nggak kompatibel baik secara hardware maupun software.

Dari segi dimensi fisik, ASUS V440VA dan V470VA dirancang dengan proporsi yang tetap ramping meski mengusung konsep all-in-one. ASUS V440VA memiliki ukuran sekitar 54,1 × 41,6 × 1,7–21,0 cm, menandakan bodi layar yang sangat tipis dengan dudukan yang kokoh. Di atas meja kerja, PC ini terlihat elegan tanpa terasa memakan banyak ruang, sehingga mudah menyatu dengan kantor modern maupun ruang belajar di rumah yang serba ringkas.

Sementara itu, ASUS V470VA hadir dengan dimensi sedikit lebih besar, yakni sekitar 61,3 × 44,7 × 1,7–21,0 cm, sejalan dengan karakter layarnya yang lebih luas. Meski ukurannya bertambah, profil bagian layar tetap tipis sehingga tampil bersih dan profesional, tidak memberi kesan “berat” di meja. Perbedaan ukuran ini memberi keleluasaan bagi pengguna untuk memilih perangkat yang paling sesuai dengan ketersediaan ruang dan gaya kerja, tanpa perlu mengorbankan estetika maupun kenyamanan penggunaan sehari-hari.

ASUS V440VA dan V470VA benar-benar datang sebagai paket all-in-one yang siap kerja sejak awal. Di dalam kotaknya, pengguna sudah langsung mendapatkan mouse nirkabel dan keyboard nirkabel, jadi tidak perlu lagi membeli aksesori tambahan. Kehadiran perangkat input tanpa kabel ini membuat meja kerja terlihat lebih rapi, bebas dari lilitan kabel, sekaligus memberi fleksibilitas lebih leluasa dalam mengatur posisi kerja yang paling nyaman.

Yang menarik, keyboard nirkabel tersebut hadir dalam warna putih sandstone yang selaras dengan desain perangkat utamanya. Sentuhan warna ini menghadirkan kesan bersih, modern, dan elegan, seakan mempertegas identitas premium yang dibawa seri ASUS V440VA dan V470VA. Dengan kelengkapan seperti ini, pengguna mendapatkan pengalaman all-in-one yang terasa utuh yaitu praktis, fungsional, dan langsung siap menunjang produktivitas begitu perangkat dinyalakan untuk pertama kalinya.

Keyboard dan Mouse PC ASUS

ASUS V440VA dan V470VA tidak hanya mengandalkan kekuatan hardware, tetapi juga diperkuat ekosistem software dan fitur keamanan yang betul-betul relevan untuk kerja modern. AI ExpertMeet hadir untuk meningkatkan kualitas rapat daring dengan fitur berbasis kecerdasan buatan, sementara MyASUS berfungsi sebagai pusat kendali perangkat: dari pengaturan sistem, update, hingga akses dukungan purna jual. Bagi pengguna bisnis, ASUS Business Manager memberi lapisan kontrol tambahan yang memudahkan pengelolaan perangkat di lingkungan kerja profesional.

Dalam hal pengelolaan dan kenyamanan penggunaan sehari-hari, tersedia fitur Diagnostik Sistem untuk memantau kondisi perangkat, Mode Kipas untuk menyeimbangkan performa dan tingkat kebisingan, serta Splendid yang memungkinkan pengguna menyesuaikan karakter tampilan layar sesuai kebutuhan visual. Dukungan AppDeals dan Link ke MyASUS juga memberikan akses cepat ke aplikasi resmi dan berbagai promo eksklusif dari ASUS, membuat ekosistemnya terasa lebih terhubung dan praktis.

Aspek keamanan jelas tidak dilupakan. ASUS menyematkan BIOS Password dan TPM (Firmware) untuk perlindungan data di level sistem, ditambah Kensington Security Slot™ sebagai pengaman fisik perangkat. Kehadiran penutup privasi kamera kembali menegaskan perhatian ASUS terhadap rasa aman pengguna saat perangkat tidak digunakan untuk video conference. Semua kombinasi software pintar dan fitur keamanan ini menempatkan ASUS V440VA dan V470VA sebagai all-in-one PC yang bukan hanya bertenaga dan elegan, tetapi juga siap mendukung kebutuhan kerja profesional dengan cara yang aman, efisien, dan menyeluruh.

Komitmen ASUS terhadap keberlanjutan pada seri V440VA dan V470VA terasa seperti pesan halus bahwa teknologi tidak harus selalu bertentangan dengan kepedulian terhadap bumi. Sertifikasi EPEAT Gold yang diraih bukan sekadar logo tambahan di lembar spesifikasi, tetapi penanda bahwa perangkat ini dirancang dengan standar tinggi: lebih efisien energi, lebih mudah didaur ulang, dan lebih sadar lingkungan. Ditambah Energy Star 8.0, keduanya bukan hanya membantu mengurangi jejak karbon, tetapi juga secara nyata meringankan biaya listrik dalam penggunaan jangka panjang — ada rasa lega karena apa yang kita pakai setiap hari ikut berdampak positif, meski pelan dan tidak selalu terlihat.

Kepatuhan terhadap regulasi global seperti RoHS dan REACH mempertegas bahwa ASUS tidak bermain-main soal material yang digunakan. Klaim hingga 55% material yang diambil dari pendekatan lebih berkelanjutan memberi kesan bahwa setiap perangkat yang sampai di meja kerja kita membawa cerita: tentang pabrik yang lebih sadar limbah, tentang proses yang sedikit lebih ramah lingkungan. Pada akhirnya, ASUS V440VA dan V470VA tidak hanya menarik karena performa dan desainnya, tetapi juga karena nilai yang dibawanya — cocok untuk mereka yang ingin produktif, namun tetap ingin berjalan searah dengan masa depan yang lebih hijau dan bertanggung jawab.

Sebagai nilai tambah, ASUS V440VA dan V470VA juga hadir dengan bonus menarik berupa langganan Adobe Creative Cloud gratis selama 1 bulan. Artinya, sejak hari pertama, pengguna sudah bisa langsung menjajal deretan aplikasi kreatif populer seperti Photoshop, Illustrator, hingga Premiere Pro tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan. Bagi pelajar, kreator pemula, maupun profesional yang ingin menguji alur kerja kreatif mereka di perangkat baru, bonus ini terasa seperti undangan sopan untuk mulai bereksplorasi lebih jauh.

Kehadiran paket Adobe Creative Cloud selama sebulan ini juga memberi pesan tersendiri. ASUS tidak hanya berbicara soal produktivitas kerja, tetapi juga ingin menemani pengguna di sisi kreatifnya. Dipadukan dengan performa hardware yang mumpuni dan ekosistem software profesional, ASUS V440VA dan V470VA tampil sebagai all-in-one PC yang siap diajak bekerja, belajar, sekaligus berkarya dalam satu perangkat yang praktis, modern, dan inspiratif.

Dari sisi kemudahan upgrade, ASUS V440VA dan V470VA memang sejak awal dirancang sebagai perangkat all-in-one yang mengutamakan kerapian desain dan integrasi sistem. Konsekuensinya, opsi upgrade praktis dinyatakan tidak tersedia, terutama untuk komponen internal yang menuntut proses pembongkaran menyeluruh. Ini membuat pengguna bisa menikmati perangkat yang terasa solid dan rapi, tanpa kompromi pada estetika dan tata ruang di meja kerja.

Pendekatan tersebut sejalan dengan karakter AiO yang lebih menekankan kepraktisan, tampilan bersih, dan kestabilan sistem jangka panjang. Karena itu, pengguna sangat disarankan untuk memilih konfigurasi spesifikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan ke depan sejak awal pembelian—baik dari sisi prosesor, RAM, maupun kapasitas penyimpanan. Dengan cara ini, ASUS V440VA dan V470VA bisa tetap memberi performa optimal tanpa harus bergantung pada upgrade di kemudian hari.

Main Spec. ASUS V400 AiO

Model V440VA dan V470VA
Warna Putih
Sistem Operasi Windows 11 Home (ASUS merekomendasikan Windows 11 Pro untuk bisnis)
Prosesor (Pilihan) 1.      Intel® Core™ i3-1315U (1,2 GHz, Turbo hingga 4,5 GHz, 6 Core, 8 Thread, Cache 10MB) (V440VA)

2.      Intel® Core™ i5-13420H (2,1 GHz, Turbo hingga 4,6 GHz, 8 Core, 12 Thread, Cache 12MB) (V440VA dan V470VA)

3.      Intel® Core™ i7-13620H (2,4 GHz, Turbo hingga 4,9 GHz, 10 Core, 16 Thread, Cache 24MB) (V440VA dan V470VA)

Grafis Intel® Graphics / Intel® UHD Graphics
Layar (Pilihan) 1.      Non-Touch Screen, 23,8 inci, FHD (1920 × 1080), rasio 16:9

2.      Touch Screen, 23,8 inci, FHD (1920 × 1080), rasio 16:9

3.      Touch screen, 27.0-inch, FHD (1920 x 1080) 16:9

Detail Layar 1.      Panel IPS-level, Anti-glare, LED Backlit, Kecerahan 250 nits, 100% sRGB, Screen-to-body ratio 93% (V440VA)

2.      IPS-level Panel, Anti-glare display, LED Backlit, 300nits, sRGB: 100%, Screen-to-body ratio 93% (V470VA)

Memori (RAM) 1.      8GB DDR5 SO-DIMM (V440VA)

2.      16GB DDR5 SO-DIMM (V440VA dan V470VA)

3.      Maksimum: 32GB DDR5

Penyimpanan (SSD) 1.      512GB M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 (V440VA)

2.      1TB M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 (V440VA dan V470VA)

Port Samping 1.      1× Kensington Lock

2.      1× Jack Audio 3,5 mm

3.      1× USB 2.0 Type-A

Port Belakang 1.      1× DC-in

2.      1× RJ45 Gigabit Ethernet

3.      1× HDMI Out 1.4

4.      1× HDMI In 1.4

5.      3× USB 3.2 Gen 1 Type-A

6.      1× USB 3.2 Gen 1 Type-C

Kamera 1.      Kamera 1080p FHD dengan IR (mendukung Windows Hello) + Penutup privasi

2.      Kamera 1080p FHD

Audio Speaker bawaan Mikrofon array bawaan
Jaringan & Konektivitas Wi-Fi 6E (802.11ax) Triple Band 2×2 Bluetooth® 5.4
Adaptor Daya (Pilihan) 1.      90W AC Adapter (19V, 4,74A) (V440VA)

2.      120W AC Adapter (20V, 6,0A) (V440VA)

3.      Adaptor AC ø4,5 mm 120W, keluaran 20V DC, 6,0A (120W), masukan 100–240V AC, 50/60Hz (universal) (V470VA)

Berat 1.      6,90 kg (V440VA)

2.      9 kg (V470VA)

Dimensi (P × L × T) 1.      54,1 × 41,6 × 1,7 ~ 21,0 cm (V440VA)

2.      61.3 x 44.7 x 1.7 ~ 21.0 cm (V470VA)

Aplikasi Bawaan AI ExpertMeet

MyASUS

ASUS Business Manager

Fitur MyASUS Diagnostik Sistem

Mode Kipas

Splendid

AppDeals

Link ke MyASUS

Keamanan Password BIOS Password

HDD Kensington Security

Slot™ TPM (Firmware)

Penutup privasi kamera

Sertifikasi & Kepatuhan EPEAT Gold

Energy Star 8.0

RoHS

REACH

Material Berkelanjutan 55%
Isi Paket (Opsional) Mouse nirkabel

Keyboard nirkabel warna putih sandstone

Langganan Eksklusif Adobe Creative Cloud 1 bulan
Kemudahan Upgrade Tidak tersedia

ASUS V440VA dan V470VA hadir dengan dukungan ASUS 2 Years Warranty On-Site yang memberi rasa tenang sejak hari pertama perangkat digunakan. Melalui skema ini, proses perbaikan bisa dilakukan langsung di lokasi pengguna tanpa harus repot membawa perangkat ke pusat servis. Waktu dan produktivitas pun tetap terjaga, sesuatu yang sangat berarti bagi pengguna profesional, sekolah, maupun kantor yang mengandalkan perangkat setiap hari.

Tidak berhenti di situ, ASUS juga menawarkan opsi Accidental Damage Protection (ADP) untuk perlindungan terhadap kerusakan tak terduga. Kelebihannya, paket perlindungan ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan pola penggunaan masing-masing, sehingga terasa lebih relevan dan tidak berlebihan. Kombinasi garansi on-site dan ADP ini menegaskan komitmen ASUS untuk menghadirkan pengalaman kepemilikan yang aman, praktis, dan minim rasa khawatir dalam jangka panjang.

Simpulan dan Rekomendasi

Harga ASUS V400 AiO Series

ASUS V440VA dan V470VA diposisikan sebagai all-in-one PC yang menawarkan nilai sepadan dengan apa yang dibawanya. Dengan desain premium, pilihan prosesor Intel generasi ke-13, layar berkualitas tinggi, serta kelengkapan fitur produktivitas dan keamanan, banderol harganya terasa masih sangat rasional untuk segmen profesional, pendidikan, maupun bisnis. Yang dibeli bukan sekadar perangkat, tetapi sebuah ekosistem kerja yang sudah siap dipakai sejak hari pertama menyala.

Nilai tambahnya makin terasa karena di dalam paket tersebut sudah termasuk keyboard dan mouse nirkabel, Windows 11, bonus Adobe Creative Cloud 1 bulan, serta dukungan ASUS 2 Years Warranty On-Site dengan opsi Accidental Damage Protection (ADP).

Jika semua komponen itu dihitung satu per satu, justru terlihat bahwa paket ini membantu menekan biaya tambahan di awal. Dengan kata lain, ASUS V440VA dan V470VA menawarkan harga yang kompetitif dan transparan, dengan keseimbangan yang manis antara performa, desain, dan layanan purna jual—sebuah investasi jangka panjang yang terasa masuk akal untuk kebutuhan kerja modern.

Bagi kamu yang ingin mendapatkan ASUS V400 Series ini bisa didapatkan di ASUS Online Store, Shopee ataupun Tokopedia.

Model Ukuran Layar Resolusi Keterangan Harga
ASUS V400 AiO (24” V440) 23,8 inci FHD (1920 × 1080) Desain ringkas, hemat tempat, cocok untuk sekolah & kantor Rp 12.299.000
ASUS V400 AiO (27” V470) 27 inci FHD (1920 × 1080) Layar lebih besar, nyaman untuk multitasking & presentasi Rp 14.799.000

Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog “ASUS AiO V400, The Most Aesthetic Workstation!” yang diadakan oleh Travelerien.

ASUS PC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *